by

Wisata Penangkaran Kuda dan Rusa Timur, Terancam Ditutup Oleh LMDH Oro Oro Ombo

Kota Batu, Bratapos.com – Kawasan Perhutani yang disewa PT. Mega Star untuk Penangkaran Kuda dan Rusa Timur di petak 225 seluas 5 hektar rupanya tak berkembang. Bahkan semua yang terkait PKS (Perjanjian Kerja Sama) dinilai telah banyak yang dilanggar.

Lemahnya Managemen Perhutani membuat Mega Star tidak memenui hak dan kewajiban bagi hasil prosentasi hasil pendapatan. Kini pihak yang merasa dirugikan meradang. Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Desa Oro oro Ombo Kecamatan Batu, Kota Batu mengambil sikap tegas. Kordinasi yang dilakukan selama ini terasa tidak ada respon dari Mega Star.

Puncaknya, sabtu (9/6/18) LMDH berencana menutup sementara kegiatan di ruang lingkup Mega Star, termasuk salah satunya Cafe yang baru dibangun

Usman ketua LMDH saat dikonfimasi membenarkan hal itu. Menurutnya, apa yang dia lakukan sudah anti klimax.

“Jauh hari saya sudah kordinasi, baik dengan Perhutani maupun Mega Star, namun dari pihak Mega Status tidak ada itikad baik untuk memenui kewajibannya. Sudah dua tahun lebih lembaga tidak mendapat apa apa. Semua yang tertuang di perjanjian kan jelas prosentasenya. Di perjanjian juga sudah disepakati, siapa yang melanggar perjanjian itu, silahkan angkat kaki. Sekali lagi, selama ini pihak kami tidak pernah menerima hak, jadi sebaiknya tutup dulu aja. Jika nanti ada penyelesaian, silahkan ditata ulang perjanjiannya,” terangnya.

Sementara Budi Owner PT. Mega Star saat dihubungi tidak pernah direspon. Menurut salah satu karyawannya yang tidak mau dipublikasikan menjelaskan, bahwa saat ini PT. Mega Star telah membuka usaha baru yang sama di wilayah Perhutani Kalipare Kabupaten Malang.

“Kalau memang Mega Star bangkrut, kenapa skarang buka lagi dikawasan lain. Bahkan usaha barunya itu sudah berjalan dan dilengkapi arena Golf. Berarti Pak budi itu memang gak punya niat baik,” ujar sumber itu.

Sementara Siswa Adi Kepala RPH (Resor Pemangku Hutan) Oro Oro Ombo menjelaskan, bahwa Perhutani selama ini juga belum menerima setoran bagi hasil.

“Sebaiknya kedua belah pihak duduk bersama. Karena selama ini kita juga belum ketemu pak Budi. Selain itu, saya tidak punya wewenang untuk memberikan keterangan, karena itu wewenang Pimpinan di Malang,” tutupnya (Ardian)

REKOMENDASI UNTUK ANDA