by

Wow…Uang Gedung SMP Al Izzah 35 juta, Kontribusi Ke Warga Sangat Rendah

Kota Batu, Bratapos.com – Mendeklarasikan diri sebagai Sekolah Berstandart Internasional, SMP Al Izzah boleh jadi sekolah terbaik dan termegah di Kota Batu. Berdiri sejak (17/7/2006& silam di bawah naungan Lembaga Pendidikan Muslim Indonesia (LPMI) yang terletak di desa Sumberjo, Kecamatan Batu Kota Batu. Pondok Pesantren dan SMP Al Izzah ini mempunya siswi lebih kurang 700. Kini LPMI tengah membangun gedung baru untuk SMA Putra diatas lahan seluas 6 hektar.

Namun kebanggaan itu hanya dinikmati segelintir masyarakat sekitarnya saja. Pasalnya untuk mendaftar di SMP Al Izzah, harus wali murid yang berkantong tebal. Uang Gedung SMP Rp. 35.850.000. Spp, makan, loundry untuk sragam, asrama Rp. 2.300.000/ bulan.

Menurut Didik Warga RT 1 Desa Sumberjo, untuk masuk di SMP Al Izzah memang mahal.

“Iya anak saya masuk SMP Al Izzah, dan saat ini pendaftarannya sudah tutup. Kalau untuk SMA nya mungkin masih buka. Santri – santrinya kebanyakan dari luar kota semua,” jelas Didik.

Disisi lain pembangungan SMP dan SMA Al Izzah ini mendapat tanggapan yang miring dari tokoh Masyarakat RW 10 yang tidak mau dipublikasikan namanya. Menurutnya kontribusi Al Izzah pada warga sekitar sangat minim. Setiap tiga bulan sekali, Al Izzah hanya ngasih konpensasi pada lingkungan RT sebesar Rp. 250.000. Selain itu limbah air dari kamar mandi Al Izzah sangat mengganggu sumur warga.

“Ada beberapa sumur di RT 1 RW 10 tidak bisa dipakai, karna sangat jelek airnya dan bau sabun mandi. Saat ini sumur itu ditutup tidak dipakai, sehingga pemiliknya menggunakan air Hipam. Lalu tempat pembuangan sampah, lokasinya sangat dekat dengan Mata air Umbul milik warga,” jelasnya.

Sehingga jika musim hujan lanjut, sangat tercemar. Yang terakhir galian untuk WC Asrama Putra, juga berdekatan dengan sumber mata air, yang lokasinya di perbatasan antara Desa Sumberjo dan Songgoriti.

“Seharusnya pembangunannya tidak mengganggu warga sekitarnya. Karena jalan menuju Al Izzah juga melalui gang di kampung. Selama ini warga hanya diam, karena kalau lapor pihak pengurus tidak ada tanggapan,” keluhnya.

Sementara Kepala Desa Sumberjo Riyanto saat di konfirmasi via telponnya tidak ada respon.

Dari pihak Al Izzah sendiri saat di konfirmasi melalui Dawam, Bagian Rumah tangga dan pengawas pembangunan tidak bersedia memberikan komentar dan diarahkan ke bagian Humas.

Humas Al Izzah Faqih, saat ditemui diruangannya mengatakan, sudahlah jangan menulis yang tidak tidak. Seharusnya ini urusan pak Dawam.

“Pihak yayasan sudah memberi santunan sebanyak 436 kepada warga. Dan itu dilakukan setiap tahun. Memang biaya disini mahal, karna tenaga guru inti aja 146, belum termasuk bagian rumah tangga. Biaya SMP dan SMA sama, yaitu Rp. 35.850.000 untuk uang gedung dan SPP dan lain-lain Rp.2.300.000/ bulan. Salah satu Siswi Al Izzah juga mendapat nilai UN terbaik se-Kota Batu,” terangnya sambil bergegas mau pulang. (Ardian/bersambung……..)

REKOMENDASI UNTUK ANDA