by

Penyebar Berita Hoax, Terancam Dipolisikan

Surabaya, Bratapos.com – Viralnya dibeberapa Group WhatsApp wartawan tentang postingan 319 media di duga media ABAL-ABAL menuai berbagai macam sanggahan, adapula beberapa pimpinan perusahaan media yang hendak melaporkan ke pihak yang berwajib.

Didalam peraturan perundang-undangan tentang pendirian suatu media, harus tunduk dan patuh terhadap Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik serta Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Untuk itu pemberitaan yang tersebar di beberapa Group Whatsapp sama halnya dengan menyebarkan Berita Bohong/Hoax, Ujaran Kebencian dan SARA, tanpa diklarifikasi sebelumnya kepada media-media yang bersangkutan, dan semua itu sudah memenuhi unsur pidana didalam Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Dalam hal ini pimpinan redaksi PT. Brata Pos Media Zaibi Susanto,. SH. MH unjuk bicara yang mengatakan, Selaku insan pers atas hal ini sangat memprihatinkan karna berita yang disampaikan sangat disayangkan pemberitaanya, tanpa konfirnasi dahulu.

“Tentunya hal ini sangat merugikan, terkait hal ini beberapa ceo media Jawa Timur akan membawa hal ini ke pihak berwajib, dengan harapan ini menjadi pembelajaran bersama supaya para jurnalis lebih memperhatikan kaidah dan kode etik dalam pemberitaan, sehinga hal ini tidak terulang kembali,” katanya (26/5/18) saat di temui di kantor Redaksi Brata Pos.

Setelah membaca dan juga melihat saya sangat kecewa dengan pemberitaan dari media online tersebut yang menyebut media abal-abal, kita itu sama-sama bergerak didalam bidang media.

“Sama-sama berprofesi sebagai Jurnalis. Jangan sampai kita semua mudah diadu domba oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab. Jangan sampai hal serupa terulang kembali,” tutup Zaibi panggilan akrabnya. (Bnd/Irf)

REKOMENDASI UNTUK ANDA