by

Perangkat Desa Pandanan, Diduga Kongkalikong Dengan Kadesnya

Bratapos.com – Diberitakan sebelumnya. Imbas dari tak kunjung dilantiknya 6 calon perangkat Desa Pandanan, Kecamatan Duduksampeyan bersama puluhan warga geruduk kantor kepala desa kemarin, (22/5/18).

Atas ketidak jelasan calon perangkat yang tidak kunjung dilantik oleh kepala desa Pandanan Abdul Wahab, kantor kepala desa hanya diisi 4 perangkat, sehingga kelihatannya sepi tidak seperti desa yang lain.

Ke enam calon perangkat tersebut bersama puluhan warga lainnya meminta haknya kepada kepala desa Pandanan yakni Abdul Wahab yang tidak kunjung melantik. Padahal mereka sudah melalui tahapan sesuai aturan Perbup No.19 Tahun 2017. Ke enam calon perangkat desa itu sudah melalui seleksi ujian, pada tanggal (6/3/18) lalu, hingga memperoleh nilai diatas passing grade.

Budi Hariyanto, yang merupakan salah seorang calon Perangkat (Kasun Gancung) yang belum dilantik menyatakan terdapat perbedaan antara apa yang menjadi alasan Kades dengan fakta sebenarnya. Alasan kades tak melantik tidak rasional. Padahal kita sudah melakukan berbagai tahapan sesuai aturan. Kenapa hingga detik ini tak kunjung ada kejelasan,

“Kami merasa janggal dengan alasan kades yang selalu beralasan masih menunggu keputusan P3D dan seakan menyalahkan P3D, tapi saat tadi ketua P3D kami hadirkan ke balai desa, Wahab justru diam dan tidak merespon apa yang kami sampaikan tadi,” kataya di kantor Kecamata.

Fadoli bagian kasi ke uangan Disinggung soal kenapa kades tidak mau melantik ke 6 calon perangkat yang sudah lulus. Dirinya enggan menjawab pertanyaannya wartwan yang sedang wawancara, bahkan saat wartawan melontarkan pertanyaan langsung menutup mulutnya dengan tangan.

“Diduga antara perangkat dengan kades bersekongkol, pasalnya ada banner yang bertuliskan Pengumuman “bagi awak media cetak / elektronika dan aktifis lembaga swadaya masyarakat (LSM), apabila ingin konfirmasi kegiatan pemerintah desa, kami layani dan kami beri waktu setiap hari jum’at jam 08.00 s/d 11.00 WIB, demikian pengumuman ini kami buat dan harap maklum.Kantor balai desa Pandanan sepiFadoli mengatakan, disinggung soal pelayanan apakah berjalan sesuai harapan masyarakat. Dirinya tidak mempermasalahkan pelayanan, karena menurut dia pelayanan tetap bejalan, akan tetapi masalahnya yang bisa mengoprasikan komputer hanya 2 perangkat, jadi seakan-seakan keteteran.

“Memang kepala desanya kalau ke kantor balai desa dari jam 08.00 sampai jam 10.00 WIB. Jadi kalau warga minta tandatangan kades kalau tidak bertemu bisa esoknya hari,” katanya (24/5/18).

Sedangkan kepala desa Pandanan Abdul Wahab tidak ada di kantornya, bahkan pintu ruangan kepala desa terkunci dengan rapat.

Camat Duduksampeyan, Suropadi juga tidak ada di kantor, sehingga sampai berita ini di unggahkan belum bisa mintai keterangan terkait banner pengumuman.

Sementara Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Tursilowanto tidak bisa berbuat banyak, pasalnya sesuai dengan putusan DPRD komisi B beberapa bulan yang lalu, dikembalikan pada desa.

“Hasil rapat dengan komisi dikembalikan pada kepala desa, karena itu kewenangan kepala desa, namun saya berharap segera dilantik,” pintanya saat ditemui di ruang kerjanya (24/5/18). (bersambung………/jml/sun)

REKOMENDASI UNTUK ANDA