by

Dewan Masjid Mengeluh, Kesra Kota Batu Tutup Mata

Kota Batu, Bratapos.com – Bulan Romadhon adalah bulan yang penuh berkah. Umat muslim berlomba lomba mencari berkah dan pahala. Namun kondisi itu berbalik arah yang di alami para pengurus Masjid dan Musholla di seluruh Kota Batu. Bulan yang penuh berkah ini selayaknya mendapat bantuan dana Hibah dari Pemerintah.

Sampai berita ini ditulis Kamis (24/5/18), dana yang ditunggu tunggu untuk kegiatan agama tidak kunjung tiba. Seperti diketahui, jumlah Masjid di Kota Batu sebanyak 166 Masjid, untuk jumlahnya Musholla sebanyak 576. Tahun lalu Masjid mendapat bantuan 2 juta / bulan selama tiga bulan, sedang Musholla mendapat dana hibah 1 juta / per bulan selama tiga bulan.

Tahun anggaran 2017 kegiatan agama juga banyak, meliputi pembinaan MTQ, Safari Romadhon, Nuzuzul Qur’an dan lainnya. Apa yang terjadi di tahun 2017 sangat bertolak belakang dengan tahun ini 2018.

Menurut salah satu Pengurus Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Batu yang namanya enggan dipublikasin, tahun ini tidak ada bantuan sama sekali dari Pemkot melalui Kesra. Tahun 2017 masih ada anggaran untuk oprasional Masjid dan Musholla yang cairnya mulai bulan Maret – Mei (3 bulan). Padahal janjinya Kesra saat itu akan dicairkan selama 1 tahun.

“Namun kenyataannya hanya berlangsung 3 bulan saja, bulan Juni-Desember 2017 tidak ada pencairan lanjutan,” katanya.

Kasian teman teman pengurus masjid, skarang sudah bulan mei tidak ada pencairan sama sekali. “Padahal ini sudah bulan puasa,” ujar sumber tadi. Yang membuat heran, ada panitia kegiatan Agama yang dibiayai oleh Kesra lewat dana Bansos.

Coba kita perhatikan Permendagri No.32 tahun 2011 yang diperbarui dengan No.39 tahun 2012 tentang bantuan sosial bersumber dari APBD. Yang pasti harus berbadan hukum dan disyahkan oleh Menteri yang terkait, serta sekurang kurangnya 3 tahun berdiri.

“Lah ini malah panitia kegiatan Agama yang dapat dana hibah. Itu kan melanggar aturan. Ada apa dengan Kesra kok tidak ada pemberitauhan,” tambah sumber tadi dengan nada heran.

Menanggapi keluhan sejumlah Ormas Agama dan Dewan Pengurus Masjid, Kabag Kesra Dyah Leis Tina sulit dihubungi. Bahkan beberapa kali dihubungi via teleponnya tidak ada respon. (Ardian)

REKOMENDASI UNTUK ANDA