by

Oknum Satpol PP Tertunduk Lesu, Saat JPU Bacakan Tuntutan

Gresik, Bratapos.com – Akibat ulahnya melakukan tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap istrinya sendiri yakni Wiwiek Widayati (39) yang berprofesi sebagai Notaris.

Oknum anggota Satpol PP Pemprov Jawa Timur Robiul Huda (49) dituntut 3 bulan penjara dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Gresik kemarin (17/5/18).

Pria yang masih aktif berprofesi sebagai anggota Satpol PP itu diketahui warga Jl. Marabahan gang 4 No.8 RT 3 RW 11 Desa Suci, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik saat duduk di kursi pesakitan Pengadilan Negeri Gresik terlihat lesu saat Jaksa membacakan amar tuntutannya.

Dalam amar tuntutannya dihadapan ketua majelis hakim Eddy. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Budi Prakoso, terdakwa berkeyakinan melakukan tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dengan cara mendorong dan kepala terbentur tembok, sehingga korban mengalami luka dibagian kepala.

“Perbuatan terdakwa Robiul Huda sebagaimana dimaksud melanggar pasal (44) ayat (1) undang-undan Republik Indonesia No.23 tahun 2004 tentang penghapusan dalam rumah tangga. Menjatuhi pidana selama 3 bulan dibui,” cetus Budi.

Hakim Eddy memberikan kesempatan pada terdakwa untuk menyusun pledoi atau pembelaan. “Minta waktu satu minggu yang mulia untuk menyusun pledoi,” pintanya. Hakim pun memberikan ketegasan pada terdakwa. “Hanya satu minggu ya, namun bila sidang berikutnya pekan depan terdakwa belum siap, maka tidak ada pledoi,” tegasnya.

Perlu diketahui kasus kekerasan dalam rumah tangga ini yang menyeret oknum anggota Satpol PP Pemprov Jawa Timur, bermula pada hari Rabu tanggal 4 oktober 2017 silam dipicu perselingkuhan terdakwa. Setelah itu korban (istrinya) mencoba minta hanpone terdakwa untuk mengecek, namun bukan hp yang diperoleh, tapi bogeman mentah yang ia terima. (jml)

REKOMENDASI UNTUK ANDA