by

Oknum Penyidik Polsek Gayungan, Terancam Diperopamkan

Surabaya, Bratapos.com – Berawal dari pelaporan Siti Aisyah terhadap Umar Faruq Alias Moh. Umar ke Polsek Gayungan terkait dugaan penipuan yang dilakukan Umar Faruq sebesar Rp. 45 juta, sehingga Umar Faruq ditangkap dan berselang sehari penangkapan dibebaskan oleh pihak Polsek Gayungan dengan dasar sudah ada pengembalian dana dan pencabutan perkara serta surat damai.

Seperti yang diberitakan media ini pada tanggal 21 April 2018 dengan judul “Diduga ada keterpihakan penyidik Polsek Gayungan dalam menangani kasus pelaporan polisi tanggal 21 April 2018”. Kini Umar Faruq yang ditahan di Polres Sampang karena dilaporkan melakukan penipuan berteriak, Wisnu penyidik Gayungan telah dititipkan uang sebesar Rp. 10 juta dan istrinya telah didekati oleh Wisnu.

Pengakuan Umar Faruq terungkap saat para wartawan mendatangi dirinya di Polres Sampang. Jumat (4/5/18). Menurut Umar Faruq bahwa pada tanggal 17 Maret 2018 sebelum dirinya dibebaskan oleh Polsek Gayungan, dirinya menitipkan uang sebesar Rp. 10 juta kepada penyidik yang menangani perkara pelaporan terhadap dirinya bernama Wisnu Murti.

“Pada saat saya dibebaskan saya menyerahkan uang sebesar Rp. 10 Juta kepada Wisnu, dan ketika saya dipenjara di Polres Sampang, Wisnu beberapa kali datang dan saya minta uang yang saya titipkan ke Wisnu tetapi dijawab itu uang honor saya. Mana ada polisi minta honor, itu namanya Pungli.” Ucap Umar Faruq.

Saya heran, istri saya diantar Wisnu jenguk saya di Polres Sampang sebanyak 5 kali, kapasitasnya apa dirinya (Wisnu) antar istri saya. Saya lihat pada saat ke Polres Sampang, Wisnu menggandeng tangan istri saya, dan parfum yang saya belikan ke istri juga dipakai Wisnu, ada apa ini. “Uang Rp. 10 juta diambil, sekarang istri saya juga diambil Wisnu.” Pungkas Umar Faruq.

Dari pengakuan Faruq, para wartawan mengklarifikasi pernyataan Faruq ke pihak Wisnu di Polsek Gayungan. Ketika para wartawan tiba ke Polsek Gayungan, sempat bertemu dengan Wisnu tetapi Wisnu terkesan enggan menemui para wartawan. “Ke Kanit saja mas, saya punya atasan silahkan konfirmasi ke Kanit.” Ujar Wisnu. Jumat (4/5/18).

Kanitreskrim Polsek Gayunngan AKP Philip R Lopun ketika ditemui diruang kerjanya dan dikonfirmasi dengan ditunjukan video rekaman pengakuan Faruq, mengatakan akan menanyakan kepada Wisnu. “Saya tidak bisa sepihak mendengar pengakuan, saya akan panggil Wisnu dan akan saya laporkan ke Kapolsek, jika sudah ada jawaban saya akan hubungi mas, jika anak buah saya yang salah, saya tidak akan melindungnya.” Tutur Philip.

Sampai berita ini diangkat, sudah beberapa kali wartawan menelpon Philip dan menulis pesan melalui aplikasi Whatshapp dinomer pribadi Philip, akan tetapi Telepon tidak diangkat dan pesan hanya dibaca tanpa dibalas.

Menanggapi pengakuan yang disampaikan Umar Faruk Praktisi Hukum asal Surabaya Didi Sungkono menuturkan, kalau memang benar apa yang disampaikan terlapor seperti itu, yang jelas Penyidik sangat-sangat tidak PROMOTER, Profesional, Modern, Terpercaya. Kan sudah jelas diatur dalam UU No 08 Tahun 1981 Tentang Hukum Acara Pidana KUHAP dan juga UU No 02 tahun 2002 tentang Kepolisian.

“Disana sudah terang dan jelas di Bab V tentang pembinaan Profesi, ada Perkap yang mengatur No 07 Tahun 200 dan juga Perkap No 08 Tahun 2008 tentang standar implementasi HAM. Dalam Pasal 7 Perkap tersebut anggota Polisi senantiasa menghindarkan diri dari perbuatan tercela yang dapat merusak kehormatan Profesi dan organisasinya,” ucapnya.

Lanjut Didi, salah satunya adalah berkata kata kasar, menyalahi dan atau menyimpang dari prosedur tugas, dilanjut lagi dalam Perkap No 08 tahun 2009 Pasal 11 ayat 01 Huruf E dilarang Korupsi, Kolusi, melakukan pemerasan dan intimidasi dengan pernyataan tersebut bermaterai.

“Cukup laporkan saja kepada yang berwenang melakukan penanganan yaitu PROPAM biar ditangani secara profesional,” ancamnya. (sumber media patroli/red)

REKOMENDASI UNTUK ANDA