by

Pajak Dikemplang, Warga Sumberjo Kota Batu Meradang.

Batu.Bratapos.com- Sebagai kota pariwisata yang terus berbenah, kota Batu mengalami pencapaian pendapatan yang memuaskan. Terbukti tahun 2017 Pendapatan Asli Daerah ( PAD ) meningkat 3 M dari target sebesar 145 M menjadi 148 M PAD. Angka tersebut dibarengi juga kenaikan angka pendapatan pajak dari target semula 106 M menjadi 113 M ( sumber dispenda ). Mengacu pada peraturan mentri keuangan ( PMK ) no.78/ PMK 03/ 2016 tentang tatacara tagihan pajak bumi dan bangunan dikenakan denda 2%/ bulan dari tunggakan.

Namun pantaun bratapos dilapangan, masih banyak penyimpangan yang dilakukan oleh oknum pegawai yang bertugas dilapangan. Terbukti, warga Desa Sumberjo Kecamatan Batu mengaku resah karena selama ini sudah membayar pajak bumi dan bangunan, tapi di data base terblokir. Salah satu warga yang namanya enggan di publikasikan mengatakan, saat mau mengurus surat pernikahan anaknya di kecamatan tiba tiba ditolak.

Mengingat dirinya sudah 5 tahun tidak membayar PBB. Mendapati itu, pria yang sangat lugu itu mrnunjukkan bukti lunas pajak setiap tahun.” saya ini rutin setiap tahun membayar PBB, tapi kok tidak dibayarkan ya?, tanyanya dengan heran. Banyak kok teman teman saya yang seperti ini, kalau begini caranya kan masyarakat yang dirugikan,” jelasnya dengan nada ketakutan.

Menanggapi gejolak masyarakat, ketua BPD Sumberjo Suharsono saat dimintai keterangannya mengatakan, ” penduduk Sumberjo menurut KK sebanyak 4000 lebih. Dari total itu 70 % wajib pajak PBB banyak yang bermasalah. Dari tahun 2011 sampai 2017 data base didesa semua Tidak singkron dengan data yang dipegang oleh warga.” kalau hal ini tidak segera di selesaikan warga bisa bergejolak. Karna mereka sudah menyetor PBB dan itu ada buktinya. Lihat saja aturan yang diterapkan Dispenda, bagi wajib pajak yang menunggak bayar PBB akan dikenakan denda 48 % / tahun dari total pajak. Padahal banyak warga yang telat sampai 7 tahun, tapi mereka rutin membayar,” terangnya.

Masih menurutnya kalau bicara siapa yang salah dulu itu ada petugas yang sudah pensiun, lalu diganti oleh petugas pemungut pajak yang baru, dari sinilah muncul masalah penyelewengan. Jika masalah ini dibiarkan berlarut larut, saya khawatir akan ada penegak hukum dari tipikor yang akan menulusuri kasus ini. Karena kalau ditotal semua jumlahnya sangat banyak, bisa masuk tindakan penggelapan, ” pungkasnya.

Kepala Desa Sumberjo Drs.Riyanto saat dikonfimasi melalui Sekdes Surasan mempersilahkan awak media Bratapos untuk membuka tabir ini.” saya rasa masalah PBB itu hampir semua desa mengalami hal yang sama. Silahkan kalau ada warga yang merasa dirugikan, dengan menunjukkan bukti yang sah akan saya kawal sampai dispenda. Saya tidak pernah nutup nutupi masalah ini. Dulu memang sangat rancau, karena peralihan petugas pajak dari desa ke kecamatan, baru kemudian disetorkan ke Dispenda. Jadi sekali lagi kalau ada staf Desa yang tidak benar dalam penanganan PBB kita adakan pembinaan. Baru saja Pak Kades rapat dengan staf membahas masalah PBB,” imbuhnya dengan tenang. Camat Batu Aris saat dikonfirmasi tidak bersedia. Bahkan beberapa kali dihubungi via ponselnya tidak diangkat ( Dian )

REKOMENDASI UNTUK ANDA