by

Kapolres Batu, akan brantas ‘preman dan debt collector’ yang meresahkan warga.

Kota Batu Bratapos. Kapolres Batu tidak main main dengan makin maraknya debt collector yang makin hari makin meresahkan warga.Janji tersebut diungkapkan, Minggu (15/4/3018).

Dia mengatakan bahwa Kapolri Tito Karnavian memang memerintahkan untuk menangkap preman dan Debt Collector. Sebab mereka dinilai meresahkan dan mengusik serta menjadi teror masyarakat. Betapa tidak, cara cara mereka dalam menarik kendaraan utamanya roda dua bak preman tanpa prosedur yang berlaku.

“Kami akan menindak tegas jika ada debt collector yang meresahkan warga. Mereka kami tindak tegas kalau dalam melaksanakan kegiatannya melawan hukum dan merugikan masyarakat,” kata Budi Hermanto.

Sekedar diketahui, Polri sedang gencar menangkap preman yang berkedok Debt Collector pembuat resah masyarakat. Apalagi selama ini sering terjadi pelaku teror yang mengaku dari Debt Collector.

Mereka juga sering ada di jalanan dan mengambil sepeda motor atau mobil konsumen yang terlambat membayar angsurannya secara paksa. Aksi mereka dinilai tak bisa dibenarkan meski dengan alasan apapun.

Masih menurut Kapolres masalah Fidusia sudah ada ketentuan dan aturannya. Sebagaimana yang ditentukan dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 130/PMK 010/2012 dan Peraturan Kapolri Nomor 8 Tahun 2011.

Maka dari itu, perilaku bank finance yang menggunakan jasa preman berkedok debt collector mengambil motor atau mobil secara paksa tidaklah dibenarkan. Sebab yang berhak menarik kendaraan kredit bermasalah adalah juru sita pengadilan dan didampingi kepolisian. “Bukan preman yang berkedok DebtCollector,” tandas pria yang tinggi dan ganteng ini.

Lebih jauh mantan kasat Reskrim Jakarta selatan ini mengimbau agar kreditur atau konsumen mendaftarkan mobil dan motor angsurannya ke Fidusia. Sehingga semuanya bisa terlindungi secara hukum, sehingga tidak dibuat cemas saat mengendarai mobil atau motor di jalanan.

Dian

REKOMENDASI UNTUK ANDA