by

Gaji Tidak Dibayar, Nyawa Harus Melayang

Gresik, Bratapos.com – Terdakwa Beni Marsudi (32) nekat melakukan penganiayaan yang menyebabkan kematian pada korban M. Malik (35) warga Desa Pedagangan Kecamatan Wringinanom Kabupaten Gresik hanya gara-gara gaji sebesar Rp 400 ribu tidak dibayarkan ke terdakwa. Sehingga terdakwa naik pitam melakukan penganiayaan dengan cara dipukul dengan kayu balok. Korban dengan terdakwa diketahui teman kerjanya di proyek tol PT Waskita Karya Wiringnanom Gresik.

Terdakwa yang diketahui warga Dusun Sembung RT 02 Rw 01 Desa Sembung Kecamatan Wringinanom Gresik hanya bisa pasrah saat mendengarkan amar putusan yang dibacakan oleh ketua majelis hakim Lia Herawati Selasa (20/03/2018) di Pengadilan Negeri Gresik.

Dihadapan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Thesar Yudi Prasetya, penasehat hukum terdakwa Faridatul Bahiyah dari posbakum, ketua majelis hakim Lia Herawati dalam amar putusannya, terdakwa dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana penganiayaan hingga nyawa orang lain melayang.

“Terdakwa kita nyatakan terbukti melakukan penganiayaan sesuai dengan pasal 338 Jo pasal 351 KUHP hingga membuat nyawa orang lain melayang. Untuk itu terdakwa kita jatuhi hukuman 2 tahun 8 bulan penjara, dengan dikurangi masa tahanan,” ujar Lia Herawati.PhotoGrid_1521552850142Hakim memberikan waktu pada terdakwa untuk berkonsultasi pada penasehat hukumnya yakni Faridatul Bahiyah dari posbakum. Selang beberapa menit kemudian untuk menanggapi putusan hakim tersebut, terdakwa Beni Marsaudi lalu menyatakan pikir-pikir. Begitu pula JPU Thesar Yudi Prasetya juga menyatakan sikap yang sama. “Masih pikir-pikir yang mulia,” ucap Beni.

Vonis hakim tersebut dinilai lebih ringan dibanding tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Thesar Yudi Prasetya, dimana sidang sebelumnya menuntut terdakwa selama 4 tahun 5 bulan penjara.

Diketahui perkelahian berujung maut ini terjadi pada 23 Oktober 2017 lalu. Kala itu terdakwa datang menemui pihak managemen CV. SPM perusahaan alat berat yang bekerjasama dalam proyek tol PT. Waskita Karya. Dia bermaksud menanyakan pencairan gaji mingguan sebesar Rp 400 ribu sebagai penjaga alat berat.

Tanpa disadari, gaji yang sedianya diterima oleh Beni itu ternyata sudah diambil oleh M. Malik selaku atasannya. Pada sore harinya, Beni kemudian mendatangi korban di area proyek tol untuk meminta gajinya tersebut.

Ketika ditanya oleh Beni, korban sempat berbohong kalau gajinya belum keluar. Tapi jawaban itu langsung dibantah oleh Beni dengan mengatakan dirinya telah menanyakan gajinya ke pihak managemen. “Kok lancang awakmu (Kok lancang kamu). Sing dadi ketua aku opo awakmu (yang jadi ketua aku atau kamu),” ucap korban.

Perdebatan pun tak bisa dihindarkan hingga akhirnya terlibat perkelahian. Korban awalnya memukul dengan kayu balok tapi berhasil ditangkis oleh terdakwa. Tak ingin kalah duel, terdakwa juga ikut mengambil kayu balok lalu memukulkan ke kepala korban.

Korban yang terkena pukulan 2 kali langsung terkapar dan tak sadarkan diri. Korban sempat dilarikan ke RS Anwar Medika Balongbendo Kabupaten Sidoarjo, namun nyawanya tidak tertolong. Kasus ini akhirnya ditangani oleh Polsek Wringinanom. (jml)

REKOMENDASI UNTUK ANDA