by

Hakim Tolak Esepsi Terdakwa Bos Perum ABR, Kasus Penipuan Dan Penggelapan

Gresik, Bratapos.com – Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Gresik yang diketuai Putu Gede Hariadi yang memeriksa dalam Kasus penipuan dan penggelapan yang menyeret Ahmad Fatoni (58) warga RT 04 RW 02 Desa Kedung Sekar, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik kembali menjalani sidang di PN Gresik (15/3/18).

Terdakwa yang diketahui bos Perum Alam Bukit Raya (ABR) hanya bisa pasrah saat hakim secara bergantian membacakan putusan sela. “Menolak esepsi yang diajukan oleh tim penasehat hukum terdakwa dan memerintahkan pada jaksa penuntut umun untuk melanjutkan kasus ini dengan mengadirkan saksi pada sidang berikutnya,” katanya.

Kasus yang menyeret bos Perum ABR itu sudah masuk pokok perkara maka dari itu dilanjutkan dengan pembuktian alat bukti dan saksi-saksi.

Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang dikomandoi Lila Yurifa, Thesar Yudi Prasetya dan Budi Prakoso sebelumnya mendakwa terdakwa Ahmad Fatoni telah melakukan penggelapan pada korban PT. Trisula Bangun Prasada waktu terdakwa menjabat sebagai Direksi PT. Trisula Bangun Prasada dengan sejumlah uang hasil penjualan tanah.IMG20180315143715

Sebelum kasus ini dibawa ke meja hujau Direksi PT. Trisula Bangun Prasada sering mempertanyakan pada terdakwa tentang keberadaan uang hasil penjualan tanahnya, namun terdakwa selalu berbelit-belitIronisnya pada ujung pembicaraan antara Direksi PT. Trisula Bangun Prasada Njono Budiono dengan terdakwa Ahmad Fatoni, bahwa terdakwa bersikukuh tanah yang dibeli oleh PT. Trisula Bangun Prasada dari Siti Atikah cs milik pribadi terdakwa.

Dengan hasil penggelapan itu terdakwa telah memiliki dan menjual dengan tanpa hak 4 bidang tanah yang sesuai dengn sertipikat (SHM No.1598/Desa Dahanrejo seluas 430 m2, SHM No.1118/Desa Dahanrejo seluas 2495 m2, SHM No.1599/Desa Dahanrejo seluas 7030 m2 dan SHM No.1113/Desa Dahanrejo seluas 1995 m2) kepada orang lain, uang hasil penjualan tanahnya telah masuk kantong atau dinikmati sendiri.

“Padahal terdakwa pembelian tanah tersebut menggunakan uang PT. Trisula Bangun Prasada sewaktu terdakwa diangkat sebagai Direktur PT. Trisula Bangun Prasada. Perbuatan terdakwa Ahmad Fatoni telah melanggar pasal 372 KUHP Jo pasal 64 ayat (1) KUHP.

Tim pengacara terdakwa, yang diketuai Adil Pranadjaja, Muhammad Rizky Eka Putra dan Purta Dwi Nugraha usai sidang mengatakan, sidang sebelumnya kami mengajukan esepsi, namun keyataannya majelis hakim menolak esepsi kami, sehingga kami menghadirkan saksi pada sidang selanjutnya.

“Dengan hadirnya saksi nanti, dalam sidang berikutnya kami mempunyai kesempatan untuk membuktikan kebenaran atas dakwaannya jaksa. Terdakwa memang tidak dilakukan penahanan, karena terdakwa kesehatannya tidak stabil,” ujarnya. (jml)

 

REKOMENDASI UNTUK ANDA