by

Nekat Palsukan Akte Kelahiran, Jaksa Tuntut 1 Tahun Dibui

Gresik, Bratapos.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik untuk tidak main-main dengan perkara pemalsuan akte kelahiran yang menyeret terdakwa Edy Suswanto (37) warga Siwalan Indah W-39 RT 01 RW 09 Desa Kepatihan, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik. Hal itu tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang diketuai oleh Pompy  Polansky Alanda dan Alifin N Wanda, menuntut dengan hukuman setimpal.

Sidang yang diketuai majelis hakim Bayu Soho, tim jaksa dari Kejari Gresik secara bergantian membacakan amar tuntutannya. Jaksa beberkan, waktu dalam penyidikan terdakwa diminta untuk dilakukan tes DNA oleh penyidik, pasalnya penyidik ingin membuktikan apakah terdakwa Edy Suswanto anak kandung dari Gusti Hartono.

“Namun terdakwa menolak dilakukan tes DNA. Terdakwa menolak dengan alasan tes DNA itu tidak diatur dalam UU KUHAP, jaksa menilai alasan terdakwa tidak logis,” bebernya dalam persidangan.

Secara logika bilamana terdakwa waktu penyidik minta tes DNA dan terdakwa tidak menolak atas tes DNA tersebut, maka itu menjadi kesempatan mas, terdakwa malah menghindar dan menolak dengan alasan tes DNA itu tidak diatur dalam UU KUHAP.

“Jaksa berkeyakinan, terdakwa berkeinginan menguasai harta dari alm Gusti Hartono, sehingga terdakwa membuat akte kelahiran palsu. Menurut hukum agama, seharusnya keturunan dari Gusti Hartanto yang mendapatkan ahli waris,” ucapnya.

IMG20180315114931Kelakuannya terdakwa telah merugikan saksi atau pelapor Anna Santy dan para ahli waris lainnya dari alm Gusti Hartanto yang telah kehilangan hak waris, terdakwa tidak mengaku bersalah atas kelakuannya.

“Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana memasukan keterangan palsu kedalam suatu akte otentik sehingga menimbulkan kerugian sebagaiman diatur dalam pasal 266 ayat (1) KUHP Jo. pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, dijatuhi hukuman selama 1 tahun dibui. Jaksa meminta pada ketua majelis hakim untuk memerinta agar terdakwa untuk dilakukan penahanan, pasalnya terdakwa  selama ini tidak ditahan, lantaran terdakwa dilakukan penangguhan penahanan,” pintanya.

Sambil mengetuk palu, ketua majelis hakim Bayu Soho akhirnya menunda persidangan selama 2 minggu kedepan dengan agenda pembelaan. Hakim memberikan kesempatan kepada penasehat hukum (PH) terdakwa untuk menyusun pledoi. “Dua Minggu ya,” ujar Bayu. (jml)

REKOMENDASI UNTUK ANDA