by

Hakim Bayu Soho Rahardjo, Vonis Warga Glagah Dengan Hukuman Setimpal

Gresik, Bratapos.com– Bila bermain dengan barang setan alias sabu-sabu beginilah jadinya, hidup kesehariannnya dibalik pahitnya jeruji besi. Bagi masyarakat jangan sampai coba-coba bermain dengan barang setan bila hidupnya tidak ingin seperti terdakwa Suhadi warga RT 01 RW 02 Desa Dukuh Tunggal Kecamatan Glagah Kabupaten Lamongan.

Pasalnya Pengadilan Negeri (PN) Gresik tidak tanggung-tanggung untuk memberikan rasa penyesalan bagi para pelaku budaknya barang setan, hukuman setimpal pun harus diterima. Seperti yang dibacakan Ketua Majelis Hakim, Bayu Soho Rahardjo, S.H. dalam amar putusannya terdakwa terbukti melanggar pasal 114 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

“Terdakwa berdiri kata Bayu. Mengadili menyatakan terdakwa Suhadi terbukti secara sah bersalah melakukan tindak pidana melawan hukum, menjatuhkan pidana selama 5 (lima) tahun penjara dan denda 1 (satu) miliar rupiah, namun apabila terdakwa tidak mampu membayar denda akan diganti dengan 8 bulan penjara,” ujarnya.

Terdakwa hanya bisa pasrah mendengar putusan Ketua Majelis Hakim Bayu Soho Rahardjo, S.H. yang mengganjar hukuman setimpal sesuai dengan perbuatannya yang mengedarkan sabu-sabu dengan berat masing-masing 0,33, 0,15, 0,13 dan 0,12 gram.DSC_0563Dengan begitu putusan Hakim lebih rendah dari tuntutan Jaksa. Dimana Jaksa Penuntut Umum (JPU) Pujo S Wardoyo, S.H. menuntut bapak dua anak tersebut 7 tahun penjara dan denda 1 miliar subsider 3 bulan.

Usai membacakan amar putusannya, Bayu memberi kesempatan pada terdakwa Suhadi yang sudah berumur 39 tahun itu berkonsultasi kepada Penasehat Hukumnya (PH) Nazilatul Fitria Amri, S.H.

????????????????????????????????????Bayu Soho Rahardjo, S.H. tidak hanya memberi kesempatan pada Penasehat Hukum (PH) Nazilatul Fitria Amri, S.H. , Jaksa Penuntut Umum (JPU) Pompy Polansky Alanda, S.H. sebagai Jaksa pengganti, juga diberi kesempatan untuk menanggapinya. Ria dan Pompy kompak menyatakan dihadapan majelis hakim, “Kami memutuskan untuk pikir-pikir yang mulia,” cetusnya.

Putusan hakim belum berkekuatan hukum tetap karena Jaksa dan Penasehat Hukum belum menerima putusan hakim. Bisa jadi salah satunya atau keduanya mengajukan upaya hukum banding.

Perlu diketahui, terdakwa berurusan dengan hukum lantaran disergap Sat Reskoba Polres Gresik Selasa, (03/10/2017) lalu sekitar jam 00.30 WIB di rumahnya lantaran mengedarkan sabu-sabu. Setelah dilakukan penggeledahan di rumahnya polisi menemukan barang bukti 4 poket sabu-sabu. (mal)

REKOMENDASI UNTUK ANDA