by

Yayasan As Sunnah Tak Berijin Disegel Aparat Gabungan

GRESIK, BrataPos.com – Ratusan aparat Gabungan yang terdiri dari Satpol PP, Polres Gresik, Kodim 0817/Gresik, Subdempom Gresik, Garnisun Gresik, Anshor, Banser, pagarnusa Gresik, dan tiga pilar Kecamatan Wringinanom resmi melakukan penyegelan sebuah tempat ibadah sholat Masjid Yayasan As Sunnah yang berlokasi di Desa Sumengko, Wringinanom, Gresik Minggu, (3/9/17).
Dalam penyegelan Masjid tersebut dipimpin langsung Wakapolres Gresik, Kasubdit 3 intel Polda Jatim AKBP Badri, Kabag Ops Polres Gresik, Kapolsek Wringinanom, Danramil 0817/02 Wringinanom, Sekretaris Satpol PP, Camat Wringinanom, dan Kakesbangpol Kabupaten Gresik, serta disaksikan oleh pengurus Masjid Yayasan As-sunnah yaitu Ustad Basuki Rahmad.
Setelah selesai penyegelan aparat gabungan memberikan himbauan agar Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat serta Tokoh Pemuda, Desa Sumengko dan Ormas Banser untuk bergeser kembali ketempat masing-masing di lanjutkan pertemuan antara Wakapolres Gresik, Kakesbangpol Kab. Gresik, Sek Satpol PP di dampingi Muspika Kecamatan Wringinanom, dan Ustad Basuki Rahmat yang didampingi Kuasa Hukumnya Supandiyah SH di Pondok Yayasan As Sunnah dengan penyampaian kesepakatan.image-18
Dalam pertemuan tersebut dilakukan mediasi kedua belah pihak yang dijembatani oleh Tim Gabungan guna meminta pihak ustad Basuki Rahmat bersedia Masjid tersebut yang tidak memiliki Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) untuk disegel. Warga tidak mau ada lagi aktifitas maupun bentuk kegiatan apapun yang diadakan oleh Ustad Basuki Rahmat di wilayah Desa Sumengko, kata tim gabungan.
Lanjut tim gabungan, meminta terhadap Ustad Basuki Rahmat untuk pindah keluar Kabupaten Gresik khususnya dari wilayah Desa Sumengko Kecamatan Wringinanonom, dan meminta Ustad Basuki Rahmat untuk mengosongkan Pondok Yayasan As Sunnah demi keamanaan di wilayah Kecamatan Wringinanom, dan pihak Pemerintahan akan menunggu pihak Ustad Basuki Rahmat menempuh jalur hukum, sambungnya.
Sedangkan pihak dari Ustad Basuki Rahmat melalui kuasa hukumnya menyampaikan, masalah ini pihak Pondok yayasan As Sunnah akan melaporkan ke Komnas HAM terkait dengan tidak diperkenannya kegiatan yang ada di Pondok yayasan As Sunnah yang di pimpin oleh Ustad Basuki Rahmat selaku pemimpin pondok yayasan As Sunnah merasa keberatan dengan tidak diperbolehkannya kegiatan yang dilakukan selama ini dan untuk itu permasalahan ini kami serahkan ke jalur hukum, katanya.
Hal tersebut apa yang disampaikan oleh kuasa hukumnya Ustad Basuki Rahmat disetujui oleh aparat gabungan dan tokoh masyarakat. Setelah mendapatkan persetujuan dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara penyegelan. Kemudian 75 orang santri pondok yayasan As Sunah meninggalkan pondok dengan kawalan aparat keamanan.
Setelah mencapai kesepakatan massa mendapatkan pencerahan dari KH. Basori utk kembali ke rumah masing masing, selanjutnya massa membubarkan diri. (jml)

REKOMENDASI UNTUK ANDA