by

Penyalahgunaan Kekuasaan Kades Prambangan Ditahan Kejari Gresik

GRESIK, BrataPos.com – Penyidik Polda Jawa Timur berkas dinyatakan P21 dalam kasus pembuatan surat keterangan riwayat tanah palsu, dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi Jawa Timur.
Senin tanggal (28/8/17) sekitar pukul 13.00 Wib Kejaksaan Negeri Gresik menerima limpahan berkas serta 3 tersangka dari Kejaksaan Tinggi Jawa Timur.
Setelah sampai di kantor Kejari Gresik berkas dan 3 tersangka di masukkan di ruang kasi pidum untuk diperiksa, dengan dikawal oleh penyidik dari polda dan juga dikawal oleh petugas dari Kejati.
Tiga tersangka masing-masing Ayuni (78 tahun), Suliono (48 tahun). Kedua tersangka ini ahli waris, dan Kepala Desa Prambangan Kebomas Fariantono. Mendengar rekan profesinya sebagai Kepala Desa diserahkan ke kasi pidum Kejari Gresik ketua AKD beserta puluhan Kepala Desa se-Kabupaten Gresik mendatangi kantor Kejari Gresik untuk memberikan dukungan.
Di ruang kasi pidum mengalami perdebatan cukup panjang antara 3 tersangka pengacara dari tersangka dan kasi pidum. Sebelum Fariantono dimasukan ke mobil tahanan menuju lapas kelas 2B Banjarsari Cerme sempat memberikan konfrensi pers terhadap wartawan yang sudah menunggu berjam-jam. IMG20170828162533
Dirinya menyayangkan terhadap kejari Gresik lantaran menahan orang se-enaknya sendiri, karena P19 sampai dua kali dibalikan oleh polda beralasan berkas belum lengkap.
“Tapi kenapa Polda menyatakan berkas sekarang kemarin sudah P21 dan diserahkan ke Kejari kami langsung di tahan ini kan hukum aneh. Lagi pula apa yang disangkakan kepada saya soal surat riwayat tanah sudah sesuai dengan leter c Desa karena itu haknya petani, dan saya jelas membela warga yang dizholimi Felix. katanya.
AJB dan IJB berbeda, ini haknya petani yang 1 hektar dan ini jelas-jelas milik petani yang belum di bayar, makanya saya memperjuangkan haknya petani, sambungnya.
Sampai sekitar jam 19.30 wib kondisi tersangka Ayuni masih di rawat di RS Ibnu Sina. Jadi sampai jam tersebut masih belum bisa dilakukan penahanan lantara kondisi drop.
Setelah melalui proses panjang di ruang Kasi Pidum akhirnya Kepala Desa (kades) Prambangan Fariantono resmi ditahan oleh Kejaksaan Negeri Gresik, bersama dua warga Prambangan Kebomas, Ayuni, dan Suliyono, sekitar 19.00 wib. Kades Fariantono dituduh memalsukan riwayat surat tanah. Pemalsuan tanah itu dilaporkan oleh Felix, warga Surabaya.
Awalnya Fariantono datang ke kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik sekitar pukul 10.00 bersama staf Kejaksaan Tinggi Jawa Timur. Ikut bersama kades, belasan kepala desa yang tergabung dalam Asosiasi Kepala Desa (AKD) Gresik mendampinginya.
Kasi pidum Kejari Gresik Reza P H., SH tidak bisa memberikan keterangan resmi terkait penahanan Kepala Desa Prambangan Farianto, dan Suliono, namun Reza sempat melontarkan stetmend bahwa sesuai prosedur yang ada, kita harus menahan 3 tersangka ini.
“Sedangkan untuk Ayuni kita harus menunggu hasil rekap medis dari dokter, bagaimana kesehatannya, apakah ini diperlukan penangguhan penahanan kita tunggu hasil dari dokter yang memeriksa kesehatannya.” katanya.
Perlu diketahui kasus ini bermula Felix melaporkan Kepala Desa Prambangan Fariantono, Suliono, dan Ayuni terkait membuat surat keteraangan riwayat tanah palsu ke Polda Jawa Timur yang ter tanggal 28 April 2017. Dalam keterangan surat laporan no polisi B/606/SP2HP-4/IV/2017/Ditreskrimum. Tentang tindak pidana pemalsuan surat atau tindak memberikan keterangan palsu dalam akte otentik sebagaimana dimaksud dalam pasal 263 KUHP dan atau pasal 266 KUHP.(Jml/Bnd)

REKOMENDASI UNTUK ANDA