by

Kasus Bocah Laki-laki Tanpa Kelamin Langka di Dunia Kedokteran

BANYUWANGI – Kasus kelainan yang dialami oleh Dwi Josi, siswi kelas VI SDN VI Genteng Kulon, tak memiliki kelamin dan anus sejak lahir sangat jarang ditemui di dunia kedokteran. Penanganannya harus ada tim terpadu.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, dr Widji Lestariono. Diagnosa dari kondisi Dwi Yosi adalah Ekstrophy-Epispadias-Cloacal Complex plus CTEV atau kelainan kompleks pada kelamin, anus dan tulang penahan. Dalam kasus ini harus ditangani tim dokter terpadu.

“Kasus ini sangat jarang. Jika ada perbandingan itu 1:1.000 bayi baru lahir untuk kelainan kelamin. Sementara kelainan anus dan tulang penahan juga jarang terjadi,” ujarnya kepada awak media, Kamis (3/8/2017).

Kelainan tersebut, kata pria yang biasa dipanggil Rio ini, biasanya disebabkan beberapa hal tertentu dan berkaitan dengan teori tertentu. Salah satunya adanya kelainan genetik, terdapatnya gangguan pada tubuh kembang bayi, terutama pada saat masa kandungan. Lalu adanya kelainan pada sistem saraf.

“Makanya harus ada tim dokter terpadu untuk menangani kasus Dwi Josi ini. Kita serahkan kepada tim dokter terpadu RSU dr Soetomo Surabaya,” tambahnya.

Saat ini, tambah Rio, Dinas Kesehatan Banyuwangi hanya melakukan pendampingan terhadap Dwi Josi untuk peningkatan berat badan dengan asupan gizi. Tak hanya itu, pendampingan dilakukan dengan menjaga Dwi Josi dari ganguan infeksi sekunder.

“Kita terus lakukan pendampingan,” pungkasnya.(**Fat)

REKOMENDASI UNTUK ANDA