by

Penggusuran Terjadi Karena Kepentingan Pribadi

SURABAYA, BrataPos.com – Obyek Wisata Religi Sunan Ampel yang berada di jalan KH Mas Mansyur Kel. Ampel, Kec. Semampir, Surabaya, menjadi tempat kunjungan perziarah dari berbagai daerah. Ramainya pengunjung, dimanfaatkan oleh pedagang dan pengurus LPBA Ampel untuk mengais rezeki dengan menyediakan tempat pedagang dengan sistem Sewa.

Akan tetapi, saat ini pengurus masjid mengubah sistem dengan dalih penertiban, bila ada warung atau lapak yang menggangu pengunjung dan peziarah akan di gusur,

Seperti Mahmud, yang ikut merasakan dampak dari penggusuran itu, ia mengatakan, adanya pembongkaran ini seperti ada yang iri terhadap saya. Sebelumnya saya juga mendapatkan surat pembongkaran, lalu saya didatangi seseorang agar supaya saya meminta maaf kepada Gus Hifni, katanya.IMG-20170602-WA0067

Seseorang datang kalo saya di suruh minta maaf kepada Gus Hifni. Kalau tidak mau minta maaf Warung Pak Mahmud akan di Bongkar. Bagaimana pun juga saya berperan aktif dalam Melestarikan dan Memakmurkan Wisata Religi Sunan Ampel sejak 22 Tahun silam, lanjutnya Jum’at (2/7/2017).

Secara terpisah, Gus Zeed selaku Nazir Masjid Ampel saat ditemui di kediamannya Sukodono mengungkapkan, Jika Warung Pak Mahmud tidak menggangu para peziarah jalan menuju Makam Sunan Ampel ya sudah, Pak Mahmud jualan saja, Apa yang dilakukan Pengurus LPBA ini sudah Zholim, Sebagai seorang Pengurus LPBA seharusnya menyediakan tempat lebih dulu sebelum membongkar , ungkapnya.

Untuk diketahui Lokasi yang digunakan Mahmud tidak mengganggu aktivitas para peziarah yang hendak menuju Makam Sunan Ampel, Karena posisi lapaknya berada masuk kedalam kampung Kejeron Gang IV. Bahkan dahulunya sebuah musholla perempuan, Kini dijadikan tempat Komersil seperti Penginapan, Kantin, dan lain sebagainya. Sedangkan Pedagang yang berada disepanjang jalan menuju Makam Sunan Ampel jelas – jelas mengganggu para Peziarah, Malah dibiarkan begitu saja menjamur. (Tim).

REKOMENDASI UNTUK ANDA