by

Kepala ULP Gresik Angkat Bicara, Terkait Beredarnya Calo

GRESIK, BrataPos.Com – Beredarnya pemberitaan di beberapa media cetak maupun online, adanya calo atau biro jasa di kantor Unit Layanan Paspor (ULP) Gresik yang berlokasi di Komplek Grosir Pasar Ikan Modern Blok D II/14, Jalan Raya Ambeng – Ambeng Gersik, Jawa Timur, Kepala ULP Gresik setelah dimintai keterangan oleh sejumlah rekan-rekan media yang ditemui di ruangannya angkat bicara, Senin (15/05/17) sekitar pukul 13.00 wib.

Kepala ULP Gresik Irmansyah Fatradi menuturkan dihadapan wartawan, bahwa dirinya sudah menjalankan semua pelayanan pengurusan Paspor sesuai dengan peraturan perundang – undangan.

“Sebagai pelayanan publik, Kita disini selalu Transparan dan terbuka, jadi kalau memang benar-benar ada calo disini bawa ke ruangan saya biar si calo itu tak tindak tegas, lagi pula saya yakin disini tidak ada calo,” tuturnya.IMG20170515121509

Didit sapaan akrabnya Irmansyah Fatradi menambahkan, selama ini peraturan yang ada di Kantor ULP Cabang Gresik semua mengikuti system dan tidak ada yang dibeda – bedakan.

“saya minta pada rekan-rekan media saya sebagai pelayan masyarakat harus dikontrol, kalau memang saya melenceng dalam pekerjaan tolong juga dikontol, Karena yang namanya Calo atau Biro Jasa itu telah merusak nama baik ULP yang berkantor di Gersik ini, jadi harus dibersihkan dari calo,” tegasnya.

Sementara itu tambah Didit, untuk pelayanan di ULP Gresik sudah sesuai waktu pengambilan nomor antrian yang dimulai jam 07.30 s/d 10.00 wib, sedangkan untuk pengambilan paspor sendiri dimulai jam 10.00 s/d 16.00 wib, untuk pelayanan custamer care dimulai jam 07.30 s/d 16.00 wib.

“jadi tidak ada pelayanan khusus diatas jam 14.00 apa yang diberitakan itu, karena pemohon sendiri harus mengantri untuk melakukan pengurusan paspor,” sambungnya.

ULP Gresik hanya melayani permohonan paspor baru dan penggantian, baik untuk pemohon umum, maupun TKI, sesuai surat ederan (se) Dirjemin nomor IMI-0277.GR.02.06 tahun 2017 tentang pencegahan tenaga kerja non prosedural.

“ULP Gresik telah melakukan upaya pencegahan dengan memberlakukan penambahan persyaratan, dan sampai bulan Mei 2017 ULP Gresik telah menolak sebanyak kurang lebih 180 permohonan yang diduga akan menjadi TKI non prosedural,” tutup pria kelahiran ibu kota Jakarta itu.

Bagi rekan – rekan wartawan, untuk Kuota Haji khusus wilayah Gresik total yang sudah kita tangani 1093, jadi sudah habis untuk kuota haji. (Jml)

REKOMENDASI UNTUK ANDA