by

Ratusan Pemuda Pemudi Desa Ngemboh Ujungpangkah Merayakan Tahun Baru Dengan Menulis Dan Membaca

GRESIK. Kaula muda Desa Ngemboh Kecamatan Ujungpangkah Kabupaten Gresik berbeda dengan kaula muda lainnya yang menghabiskan waktu dengan hura-hura dan pesta kembang api di tahun baru. Pemuda Desa Ngemboh yang mengatasnamakan karang taruna pelangi Ngemboh justru melaksanakan kegiatan bertajuk membaca, menulis, dan berkarya. Acara seperti ini jarang dilaksanakan di waktu tahun baru, dan jarang dijumpai, bahkan seluruh warga Indonesia berbondong-bondong jalan-jalan memadati jalan raya. Namun bagi pemuda Desa Ngemboh memanfaatkan tahun baru di tahun 2016 ini dengan menulis dan membaca. Acara berlangsung di halaman SDN Ngemboh Ujungpangkah Gresik. Minggu (01/01/17). Panitia menyediakan ratusan jenis buku dari berbagai pengarang untuk di baca oleh peserta. Seperti buku Dongeng, Islami, cerpen dan lain sebagainya.

Menurut penuturan ketua Pelaksana, Tan Amridzi mengatakan, acara tersebut di gagas bertujuan untuk memberikan pilihan bagi masyarakat guna mengisi tahun baru dengan hal positif.” Kami ingin mengubah kebiasaan pemuda hura-hura serta konvoi di jalan saat tahun baru dengan berkarya dan membaca,” tuturnya.img-20170101-wa0043

Tak hanya itu, peserta yang hobby melukis dan menggambar juga di berikan media menggambar sebuah kain sepanjang lima meter dan cat warna yang nantinya akan di gunakan untuk peserta menyuarakan ide kreatif lewat gambar.” Disini kita bebas! bagi peserta minat melukis silahkan melukis, hobby membaca silahkan membaca,” ucap pria yang juga alumnus Ponpes Al-Ishlah Lamongan tersebut.

Dalam acara tersebut, ratusan peserta dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak sampai remaja berkumpul untuk saling bertukar pikiran dalam hal berkarya dan berliterasi. Selain membaca dan berkarya, acara tersebut juga di barengi dengan talkshow serta diskusi ringan mengenai penulisan buku yang di hadiri oleh Yuro Akira penulis lepas dari tuban.

Dalam paparannya Alumnus Sastra dan Bahasa Indonesia Unirow Tuban tersebut mengungkapkan, bahwa menjadi penulis pemuda harus bisa menggali ide di sekitar kita. Ia juga berpesan bahwa publikasi karya itu penting.” Jangan takut berkarnya, gali ide dari pengalaman sekitar sehari-hari dan mari kita publikasi,” kata perempuan yang juga penyiar salah satu radio di tuban.

Ia juga mengungkapkan bahwa untuk menjadi penulis pemula harus giat membaca,” tak akan bisa menjadi seorang penulis jika tidak giat membaca,” lanjut perempuan berkacamata tersebut. (jml/wld)

REKOMENDASI UNTUK ANDA