by

Pembayaran PBB Dari Desa Lelet, kepala Bidang penagihan Putar Otak

GRESIK, Kantor Kepala Desa Leran Kecamatan Manyar-Gresik, (Senin,10/10/16) dijadikan sebagai tujuan pertemuan sosialisasi Pajak Bumi dan Bangunan, Pedesaan dan Perkotaan (PBB P2). Lantaran Desa Leran yang paling rendah pendapatan PBBnya yang ada di Kabupaten Gresik ini, hanya mencapai 17 persen, ini sungguh jauh dari terget yang harus mencpai  80 persen. Pada pertemuan sosialisasi PBB ini dihadiri oleh kepala bidang penagihan, tim PBB terdiri dari 3 orang, Camat Manyar, Sekcam, Kepala Desa Leran, perangkat Desa, dan puluhan warga._dsc1603

Kepala bidang penagihan PBB, Ir. Adriana membeberkan, tujuan kita mensosialisasi PBB ini, untuk mendorong warga supaya taat bayar pajak, sehingga kalau bayar pajak otomatis pendapatan meningkat.” Karena pembangunan Desa itu dibiayai hasil dari pajak, kalau masyarakatnya tidak sadar untuk bayar pajak, sehingga pendapatan dari pajak itu nihil, dan akan memperlambat semua pembangunan,” ucapnya.

Jadi dengan adanya sosialisasi ini bisa mendongkrak hati masyarakat untuk bayar pajak, dan memberikan kesadaran, apalagi Desa mempunyai bagi hasil Desa.” Namun ketika Desa tidak mencapai target otomatis pendapatan Desa itu kecil, jikala pendapatan itu kecil, yang jelas terpengaruh terhadap bagi hasil, dan otomatis Desa ini tertinggal dalam semua pembangunan,” sambungnya.

Camat Manyar Haris mengatakan, dalam acara sosialisasi PBB ini memberi pengarahan dan motifasi kepada masyarakat.” Agar kewajiban membayar pajak harus dipenuhi sesuai dengan Undang-Undang Pajak yang berlaku, karena pajak itu tidak bisa dipisahkan, jadi proses pembangunan Desa hasil dari pajak,” ucapnya.

Karena sampai dengan sosialisasi kemarin Desa Leran yang sudah melunasi PBB hanya mencapai 17 persen.” Tentunya dengan dilaksanakan sosialisasi tentang PBB ini, minimal mendekati angka yang sudah ditentukan oleh DPRD,” sambungnya.

Kepala Desa Leran, Abdul Manan M.si mengatakan, dirinya mengucapkan terima kasih terhadap Kepala bidang penagihan PBB untuk dilaksanakan sosialisasi ini.” Saya pribadi senang dan bangga bisa datang ke Desa kita, dengan kedatangan mereka red biasa tahu permasalahan terkait lambatnya pembayaran PBB,” katanya.

Dengan dilakukan sosialisasi ini saya tindak lanjuti untuk memberi tahu kepada warga.” Bahwa pajak itu dikembalikan lagi untuk pembangunan Desa, dan kita nanti kongkritkan kavlingan itu di petok yang bermasalah sesuai dengan nama dan surat, jadi saya tahu kejelasannya,” sambungnya.

Saya akui di desa kami ini pendapatan PBB paling rendah hanya 17 persen, padahal target di setiap Desa harus mencapai 80 persen.” Saya sudah tidak kurang bekerja sama teman-teman perangkat, namun masih banyak warga yang tidak bayar PBB, dan ini nanti kita sudah merancang strategi, untuk kirim surat ke RT/RW, mudah-mudahan strategi ini jalan sesuai yang kita harapkan,” imbuhnya. (Jml/mhd)

REKOMENDASI UNTUK ANDA