by

Paguyuban Masyarakat Tionghoa Surabaya Dalam Memperingati Kemerdekaan R.I Ke-71

Surabaya. Persatuan perhimpunan pengusaha Indonesia Tionghoa (P3IT) Jawa Timur, dan paguyuban masyarakat Tionghoa (PMT) Surabaya, serta PT. Prosam Plano, peringati proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-71 tahun, Rabu 17/08/16 yang dilaksanakan di halaman depan pasar Atom Mall Surabaya. Dalam upacara pengibaran bendera merah putih itu dihadiri oleh 3500 undangan diantaranya, mulai dari dewan direksi, Management Pasar Atum, staf Pasar Atum Mall, 1 pleton dari karyawan, 1 pleton dari keamanan, 1 pleton dari STM Kal II Surabaya, dan dipimpin langsung oleh Inspektur Upacara Mayjen TNI Marinir (Purn) Halim A Hermanto SH. Sedangkan pembacaan Naskah proklamasi dibacakan oleh Kusma, dan pembacaan pembukaan UU dasar Negara RI tahun 1945, serta pembacaan Teks pancasila dibacakan oleh Harto dan Niko.

Di tahun ini (P3IT) Jawa Timur, dan (PMT) Surabaya, serta PT. Prosam Plano tidak kalah menariknya untuk peringati HUT RI yang ke 71 ini, karena di tahun ini berbagai macam acara dimeriahkan, seperti lagu, Rek Ayo Rek, ke Surabaya, hari merdeka, keroncong kemayoran, dan yang tak kalah menariknya lagu mandarin, heppy birthday indonesia, lomba katagori berpakaian tempo doeloe wanita dan laki-laki, dan juga Pekingsai atau barongsai yang dipertunjukan oleh anak didik sekolah Muhammadiyah, dengan alunan musik gamelan Jawa.

Bina Wati dari yayasan Fajar Jaya yang menyanyikan lagu indonesia berbahasa mandarin mengatakan, “untuk menghfalkan lagu mandarin yang klaborasi dengan indonesia ini kita bersama ibu-ibu Tionghoa latihan selama 4 bulan naumun tidak ada kesulitan untuk menghafal lagu ini, karena kita semua sudah terbiasa, dan kita semua bangga sekali bisa memakai baju kebaya dan ibu-ibu Tionghoa tidak kalah merdu suaranya dengan warga indonesia,”katanya sambil ketawa.

Mayjen TNI Marinir (Purn) Halim A Hermanto SH mengatakan, tujuan lagu bahasa mandarin yang artinya hari ini kita merdeka, Indonesia merdeka, dan ada juga sebagian budaya Tionghoa yang kita masukkan yaitu Pekingsai sejenis dengan barongsai, tapi lagunya dengan lagu gamelan Jawa. Dan yang terakhir ini nyanyian yang dinyanyikan oleh masyarakat Tionghoa dengan bahasa mandarin itu sungguh sangat luar biasa, “katanya.

_DSC0852

Dengan bersatunya warga Indonesia dengan Masyarakat Tionghoa untuk menutup jiwa nasionalisme saudara-saudara kita yang berasal dari Tionghoa. “Mudah-mudahan dengan peringatan HUT RI yang ke 71 ini antara warga Indonesia dengan masyarakat Tionghoa kedepan bisa saling menghargai, “sambungnya Hermanto seusai acara.

Acara ditutup dengan persembahan Drama Klosal perjuangan dari siswa-siswi sekolah menengah kejurusan khusus angkatan laut II Surabaya binaan Koramil dan Polsek Pabean Cantikan, dengan judul perjuangan arek Suroboyo, dan angkatan Tionghoa untuk perjuangan dalam mengusir para penjajah di kota Surabaya, dengan kegigihan bung Tomo dan segenap lapisan Rakyat dan angkatan muda Tionghoa.

Diujung acara, pihak Menagemen membagikan 500 paket sembako untuk masyarakat yang tidak mampu, dan tukang becak binaan Pasar Atum dan Pasar Atum Mall, yang diberikan oleh Indrajono Sankawang, Alexander Tansil selaku Direksi PT. Prosam Plano, Santoso Wijaya, H. Ishadi, dan Mayjen TNI Marinir (Purn) Halim A Hermanto, Ridwan S Harjono selaku yayasan Bhakti (P3IT) Jatim, dan Lim Ou Yen selaku ketua (PMT) Surabaya. (bnd/Jml)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

REKOMENDASI UNTUK ANDA