by

Dinsosnakertras Menyalurkan Bantuan PMKS Dan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH)

PAMEKASAN. Puluhan warga kecamatan pagantennan dan kecamatan palengaan penerima  kucuran dana bantuan dari Bupati Pamekasan melalui Dinsosnakertrans bagi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) dan perbàikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) tahun anggaran 2016.

Arief andayani, Kadissosnakertrans mengatakan, Untuk tahun ini penerima bantuan diluar APBD kurang lebih 250 yang masing-masing sebesar Rp 4 juta, akan tetapi bukan untuk membangun rumah, melainkan untuk memperbaiki rumah sehingga rumah yang ditempati menjadi rumah yang layak untuk dihuni. Sementara itu bantuan tahun yang lalu dengan sekarang tidak sama.

“Untuk tahun sebelumnya memang bantuan RTLH itu berkisaran Rp 2,5 juta, akan tetapi begitu kita tinjau dengan harga yang sekarang sudah tidak memungkinkan, paling tidak cuma bisa memperbaiki plesteran saja atau genteng yang pecah, makanya sekarang kami tambah,” katanya.

Lebih lanjut Arief mengatakan, Bahwa sebelumnya Bupati mengusulkan sebesar Rp 5 juta, akan tetapi ia berkomitmen dengan Ketua Dewan untuk dianggarkan sebesar Rp 4 juta dengan harapan sasaran penerimanya menjadi lebih banyak dan melebar sampai seluruh Kabupaten Pamekasan.

“Jadi kami mengusulkan ke Bapak Bupati bagaimana kalau Rp 4 juta dan ternyata beliau setuju dengan usulan itu,” imbuhnya.

Ia berharap, ada yang mengerakkan baik itu keluarga sanak famili ataupun tetangga yang ikut berpartisipasi, sehingga dengan dana Rp 4 juta itu dapat berkembang, seperti yang dilakukan ketua dewan dengan mengumpulkan kerabat sehingga mereka membantu, hingga menjadi rumah tembok.

“Partisipasi masyarakat disini sangatlah diperlukan untuk mendukung bantuan dari pemerintah yang sedikit ini, dan pemerintah hanyalah memancing agar masyarakat itu tergugah dan ikut serta membantu,” pungkasnya.
Halili yasin, ketua DPRD pamekasan pamekasan mengatakan, bahwa bantuan ini tidak boleh digunakan hal yang pribadi harus dibelanjakan bahan untuk merenovasi rumahnya seperti genteng,semen atau batu bata. Agar rumahnya layak huni. Terang halili, selasa (07/06/2016) di pendopo kecamatan palengaan.

Menurutnya, pihak DPRD dan Pemkab berupaya agar tahun depan menerima bantuan ini bisa bertambah dan di upayakan dananya juga ditingkatkan sehingga di pamekasan tidak ada lagi rumah layak huni. Jelasnya. ( Subaidi )

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

REKOMENDASI UNTUK ANDA