Categories
Adventurial

Rapat Akbar Bonek 1927

Surabaya,Brata pos, Minggu 26/06/2016 malam bonek persebaya 1927 mendatangi Taman Apsari Jalan Gubenur Suryo Surabaya tepatnya di depan Grahadi surabaya, untuk mengadakan rapat akbar dalam rangkah penggalangan dana suka rela yang diperuntukan pada tanggal 30/06/2016 saat sidang putusan antara Bonek persebaya VS BSU (Bhayangkara Surabaya United).

Dalam pantauan wartawan Brata pos  PT. PESEBAYA Surabaya pada saat nanti tanggal 30/06/2016 harus menang, karena warga surabaya tidak akan menerima adanya BSU, teriak Andi peci kordinator bonek 1927.

Di kesempatan itu juga Andi peci mengatakan, kita akan kumpulkan bibit bunga yang berjumlah 1927 di depan patung gubenur suryo sebagai wujud ungkapan kita anak bonek persebaya kepada walikota surabaya (Ir Tri Rismahari MT) yang lebih mencintai tamannya dari pada persebaya surabaya, kata Andi peci.

Namun sayang pemberian bibit bunga itu ternyata tidak mendapatkan respon dari walikota surabaya (Ir.Tri Rismaharini MT) karena itu Bonek merasa tidak pernah di akuih oleh walikotanya. (Bnd)

Categories
Adventurial

Miris, Beginilah Kondisi Gubuk Warga Miskin Desa Billa’an Pamekasan yang Roboh

PAMEKASAN. Akibat lapuk dimakan usia, rumah milik salah satu warga miskin di Dusun utara, Desa billa’an, Kecamatan Proppo, Kabupaten pamekasan, Madura, Jawa Timur roboh minggu (26/06/2016) siang, sekitar jam 13.00 WIB.

Warga  setempat menuturkan, saat kejadian, sutikno (60), pemilik rumah tengah tidur siang di rumah tersebut. Untung pemilik rumah tidak tertimpa reruntuhan bangunan dan atap rumah yang ambruk.

“Beruntung, saat kejadian, hanya Umar yang berada di dalam rumah sedang tidur, sementara kedua anak dan istrinya sedang di luar,” jayadie, Brata pos.com, Selasa (27/06/2016).

Lebih lanjut, Kades setempat menceritakan, bahwa kondisi rumah Umar memang sudah lama lapuk dan sangat memprihatinkan. Tetapi oleh pemiliknya dibiarkan lantaran tidak memilik biaya untuk merenovasi.

“Robohnya murni karena lapuk mas, karena sebelum dan saat kejadian tidak ada hujan maupun angin. Kebetulan memang orang tidak punya, sehingga tidak sanggup merenovasi,” jelasnya.

Kerugian materil dari peristiwa tersebut berkisar puluhan juta rupiah. Dan karena kondisi rumah yang tidak bisa lagi ditempati, saat ini pemilik rumah beserta istri dan kedua anaknya ditampung di rumah tetangganya.

Sementara itu, warga setempat bergotong royong untuk mengevakuasi barang-barang serta reruntuhan bangunan. Sedangkan dari pihak pemerintah desa setempat belum ada satupun yang datang ke lokasi. (Rul/beidi)

Categories
Bratapos Semeru

Penemuan Ijasah Palsu Saat Pendaftaran Cakades Di Desa Binoh-Burneh, Masih Dalam Penyelidikan Polisi

BANGKALAN. Panitia Pemilihan Kepala Desa (P2KD) Desa Binoh, Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan dan Calon Kepala Desa Binoh, R.A, dipolisikan oleh Calon Kepala Desa Binoh lainnya, H. Achmad Sulaeman, lantaran dirinya dicoret oleh (P2KD) untuk mengikuti pesta demokrasi ini. Penyebab dicoretnya Cakades H. Achmad Sulaeman  beralasan mendaftarkan Ijasah Palsu, dengan begitu H. Achmad Sulaeman tidak terima tentang dicoetnya pencalonan Cakades tersebut, selang beberapa bulan tepatnya tanggal 28 April 2016 dirinya  melaporkan Ketua P2KD dan Cakades R.A (nama samaran), ke Polda Jawa Timur dengan Nomor : LPB/494/1V/2016/UM/Jatim, yang melalui Kuasa Hukumnya, Zaibi Susanto, SH. MH. Namun pihak Polda Jawa Timur kasus pemalsuan ijasah dilimpahkan ke Polres Bangkalan, karena ada diwilayah hukum Bangkalan.

Kejadian kasus ini bermula sekitar bulan september 2015 di Desa Binoh Kecamatan Burneh Kabupaten Bangkalan Madura Jawa Timur, membuka pendaftaran calon Kepala Desa di kantor balai Desa. Ketua Panitia Penyelenggara Kepala Desa, yaitu M.Dovir menetapkan 2 calon yang berhak mengikuti pemilihan kepala Desa Binoh, yaitu H. Achmad Suleman, dan R.A.

Namun setelah Cakades R.A diminta untuk menyerahkan ijasah tingkat SD dan SLTP ke keetua P2KD, serentak kaget Cakades H. Achmad Sulaeman karena menemukan adanya kejanggalan di ijasahnya cakades R.A, dengan ijasah SD/MI, No. Seri KW-B.5/02/PP.00.7/213/2004 tahun pelajaran 2004-2005, yang sudah ditandatangani oleh pimpinan pondok pesantren Nurul Cholil, yaitu KH. A.Z (nama samaran), dan ijasah setingkat Mts/SLTP dengan No. 28/0500/11.007/06/2002 juga ditandatangani oleh pimpinan pondok pesantren Nurul Cholil, yaitu KH. A.Z.

Menurut keterangan teman sekelas cakades H. Achmad Sulaeman yang menuturkan melalui cakades H. Achmad Sulaeman mengatakan kepada Brata Pos, cakades R.A tidak pernah sekolah atau mondok tapi kenapa punya ijasah. “Saya sudah memohon kepada ke ketua P2KD untuk klarifikasi dan verifikasi keabsahan ijasah itu ke Departemin Agama Kabupaten Bangkalan, namun permintaan saya tidak digubris oleh P2KD, bahkan P2KD langsung menetapkan R.A menjadi sebagai calon Kepala Desa,”katanya saat dimintai keterangan oleh Brata Pos saat keluar dari ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT)  Polda Jatim.

Karena cakades R.A telah melakukan pemalsuan surat dan menggunakan ijasah palsu, akhirnya saya melaporkan kejadian ini ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT)  Polda Jawa Timur guna diproses hukum lebih lanjut, namun kasus ini dilimpahkan ke Polres Bangkalan,”sambungnya.

Kasubag Humas Polres Bangkalan AKP Bidaruddin yang ditemui di ruangannya oleh kami Brata Pos mengatakan, pihaknya sudah memanggil dan memeriksa, namun pihaknya belum bisa memastikan apakah ijasah itu palsu apa tidak.”Karena kita masih membutuhkan dan pengumpulan barang-barang bukti dan saksi, pada intinya kita terus menyelidiki kasus ini, karena nanti kita harus konfirmasi lagi yang bersangkutan,”kata AKP Badarudin yang mempunya balok 3 dipundaknya itu.

Yang jelas kasus ini kita masih dalami telusuri, karena arti dari pada palsu masih belum jelas  apakah itu scanan trus difoto copy, dan apakah itu tidak sesuai dengan No ijasahnya, ini belum kita pastikan, karena kita masih melakukan upaya penyelidikan,”sambungnya. (jml/red)

Categories
Adventurial Bratapos Semeru

Kedua Terdakwa Aktor Pembunuhan Salim Kancil Diganjar Hukuman 20 Tahun Penjara

SURABAYA. Kedua aktor intelektual pembunuhan Salim Kancil dan penganiyaan Tosan yang kontra tambang pasir itu, dengan terdakwa Hariyono (44) Kepala Desa Selok Awar-Awar Kecamatan Pasirian Lumajang Jawa Timur dan Mat Dasir (49) sebagai Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) divonis 20 tahun penjara, vonis putusan tersebut dibacakan oleh mejelis hakim Jihad Arkanuddin di ruang sidang Candra Kamis (23/06/16) jam 11.00 Wib. Vonis kepada mantan Kepala Desa Selok Awar-Awar, dan Mat Dasir itu lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Lumajang yaitu Na’imullah SH. MH kasi pidum kejari Lumajang yang menuntut Hariyono penjara seumur hidup.

Ketua majelis hakim yang dimotori Jihad Arkanuddin mengatakan, kedua terdakwa terbukti melanggar Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan berencana dan junto pasal 351 KUHP dan pasal 177 KUHP, “kedua terdakwa ini terbukti secara sah dan meyakinkan menyuruh, melakukan, perbuatan pembunuhan berencana yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang, serta menjadi otak dalam penganiayaan Tosan dan pembunuhan terhadap Salim Kancil harus dihukum 20 tahun penjara,”katanya saat membacakan amar putusannya.

Haryono adalah tokoh di Selok Awar-awar. Kepergian Mat Dasir ke Probolinggo juga atas sepengetahuan Haryono. Bahkan Mat Dasir menggunakan mobil milik Haryono, hal yang memberatkan kedua terdakwa adalah perbuatan tersebut mengakibatkan kematian Salim dan luka yang dialami Tosan. Tosan pun harus dirawat di RS Saiful Anwar selama 21 hari. “Tidak ada hal yang meringankan kedua terdakwa ini, karena terbukti secara sah dan sudah direncanakan membunuh Salim Kancil, “sambung Jihad

Atas putusan itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Lumajang yaitu Na’imullah SH. MH menyatakan. “Saya masih pikir-pikir dulu karena pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan berencana sampai hilangnya nyawa seseorang ancamannya kan ada tiga yaitu hukuman mati, seumur hidup, dan hukuman 20 tahun, yang jelas saya masih pikir-pikir dulu dan kasih saya waktu untuk menimbang vonis kedua terdakwa ini,”katanya.

Kedua terdakwa, Hariyono dan Mat Dasir belum menyatakan menerima atau banding atas putusan tersebut. Karena atas putusan tersebut, kedua terdakwa masih pikir-pikir apakah melakukan upaya banding atau tidak.

Usai sidang, Kades Haryono dan Mat Dasir membantah apa yang dibacakan putusan hakim. “Saya tidak melakukan seperti apa yang dikatakan oleh hakim tadi,”ujar Haryono sambil dibawa ke kamar tahanan oleh petugas kepolisian dari polda jawa timur.

Sedangkan terdakwa lainnya di vonis masing-masing 12 tahun penjara.

????????????????????????????????????

Tijah (40) istri dari almarhum Salim Kancil yang didampingi anak sulungnya Ike Nurilah (21) yang datang jauh-jauh dari Lumajang untuk menyaksikan sidang putusan itu mengatakan, dirinya sangat kecewa dengan keputusan hakim yang menjatuhkan terdakwa Hariyono dan Mat Daasir dengan menjatuhkan vonis 20 tahun penjara. “Yang jelas saya tidak terima karena itu tidak sesuai dengan kelakuannya yang tidak manusiawi, dimana suami saya diseret dari rumah ke balai Desa disiksa dan disetrum sampai meninggal,”katanya sambil menangis.

Seperti diketahui, Salim Kancil ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan pada 26 September 2015. Warga asal Desa Selok Awar-Awar, Pasirian, Lumajang ini ditemukan tak bernyawa dalam keadaan tangan terikat dan sekujur tubuhnya penuh luka bacokan. Dari penyelidikan Polda Jawa Timur berkerjasama dengan Polres Lumajang terungkap, Salim Kancil dibunuh karena akan menggelar demonstrasi menolak praktek penambangan pasir di Desa tersebut. Setelah dilakukan penyelidikan Kades Haryono dan Mat Dasir yang menjadi otak pelaku pembunuhan Salim Kancil dan penganiayaan Tosan. (Jml)

Categories
Bratapos Semeru

Kantor Bupati Gresik Diacak-Acak Polda Jatim

GRESIK. Delapan anggota tim Unit III Subdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Jawa Timur mengobok-obok sejumlah ruangan di kantor Bupati Gresik, Jl Dr Wahidin Sudirohusodo, Rabu (22/6/2016), datang sekitar pukul 12.15 Wib. Tim Subdit Tipikor langsung menuju salah satu ruangan tempat kerja Pelaksana Tugas (Plt) dan Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Gresik, Ir Bambang Isdianto disana polisi mengacak-acak daftar buku tamu dan almarinya. Tim bertaribut rompi putih tulang bertuliskan Tipikor Polda Jatim itu dipimpin langsung Kepala Subdit Tipikor Polda Jawa Timur, AKBP Sudamiran.

Setelah komunikasikan selesai dengan Kepala Bagian Administrasi Hukum Edi Hadi Siswoyo, Tim Tipikor Polda Jatim langsung masuk ke ruang Bagian Administrasi Umum di lantai dasar. Tim langsung mengacak-acak kantor yang berada dekat resepsionis gedung yang berlantai empat itu. Sekitar 15 menit, pimpinan AKBP Sudamiran itu keluar dan naik ke lantai II menuju ruang Asisten. Lokasi meja dan almari yang dituju adalah Asisiten I Bidang Pemerintahan. Melalui pintu berkaca terlihat tim langsung mengeluarkan berkas dari almari staf Asisiten I.
images
Tampaknya, tim belum juga menemukan data yang dicari. Terbukti, separuh dari delapan anggota keluar dari Asisiten Sekda menuju ke ruang Sekda yang hanya berjarak sekitar 15 meter. Tim Tipikor terlihat membuat almari depan dan mengeluarkan berkas, juga membuka dan membalik-balikkan setiap data. “Boleh foto tapi tidak boleh masuk, kalau soal wawancaranya nanti sama komandan saja ya,? “celetuk seorang anggota Tipikor yang berjaga di pintu ruang Sekda Gresik Ir Bambang Isdianto.

Sekitar 20 menit, Polisi keluar dari ruang Sekda dan menyatu dengan tim yang di ruang Asisten. Namun, lagi-lagi data yang dicari belum ditemukan. Terbukti, separuh anggota tim kembali keluar dan menuju ke ruang Bagian Administrasi Perlengkapan. “Iya masuk ke Bagian Perlengkapan, katanya tanya surat arsip,” ujar seorang staf bagian Administrasi Perlengkapan yang enggan disebut namanya.

Sampai sekitar pukul 17.00 Wib, Tim Tipikor Polda Jawa Timur masih melakukan penggeledahan di ruang Asisten I yang saat ini ditempati Tursilowanto Herjogi. Kasubdit Tipikor AKBP Sudamiran yang keluar, dikomfirmasi wartawan ternyata menolak berkomentar. “Jangan-jangan Saya minta tolong ya mas jangan bertanya dulu,”katanya mengelak dikonfirmasi terkait penggeledahan yang dilakukan.

Pelaksana Tugas (Plt) Sekda Bambang Isdianto yang dikonfirmasi mengaku tidak tahu menahu maksud dan target penggeladahan Tim Tipikor Polda. Tetapi, Kabag Administrasi Hukum Edi Hadi Siswoyo menyatakan, penggeledahan itu terkait berkas tahun 2006 lalu. “Terkait perkara 2006 lalu,” katanya singkat tanpa mau merinci perkara apa yang berkasnya dibutuhkan Tim Tipikor Polda Jatim tersebut.

Hanya saja, Kepala Asisten I Bidang Pemerintahan, Tursilowanto Herjogi yang diwawancarai wartawan di lokasi mengatakan, bila Tim Tipikor melakukan penggeledahan di ruangannya, ruang Bagian Admintrasi Umum, Sekda dan Bagian Administrasi Perlengkapan, mencari buku registrasi surat-menyurat di tahun 2006. “Jelasnya saya tidak tahu. Tetapi saya sempat mendapat informasi bahwa yang diperlukan surat registrasi terkait kerjasama dengan PT Smelting,”cetusnya.

Bila benar penggeledahan itu terkait PT Smelting, maka memang benar 2006 Pemkab Gresik pernah bekerjasama terkait sewa perairan laut. Informasinya kerjasama itu dilakukan pada 18 Oktober 2006 semasa pemerintah KH Robbach Ma’sum,”sambungnya.

Kerjsama saat itu informasinya bermasalah dan dilaporkan ke Polda Jatim. Terungkap, bila PT Smelting juga telah menyetor kepada Pemkab Gresik sejumlah Rp 1.376.873.600 pada 29 November 2006. Kemudian menyetor lagi Rp 2.060.160.00 ke rekening khusus atas nama mantan oknum dengan Nomor Rekening Bank Jatim 027.101.3931. Di tahun yang sama, oknum itu mengeluarkan cek No BC 897.26 senilai Rp 1.376.873.600 yang diberikan kepada pejabat PT. Smelting dan dicairkan oleh pegawainya berinisial SB. Uang tersebut diberikan kepada Dim (nama samaran).

Sebenarnya, Polda Jatim sudah menetapkan tiga tersangka dalam perkara itu. Hanya saja, belum dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Jawa Timur. Nah, penggeledahan itu dalam rangka melengkapi berkas yang masih kurang. (Jml/red)

Categories
Adventurial

Masyarakat Desa Madupat Keluhkan Jalan Rusak dan Minim Penerangan

SAMPANG. Akses jalan yang menghubungkan Desa Matupat dikeluhkan sejumlah warga masyarakat yang melintas di jalan Camplong Madupat Kecamatan Camplong kabupaten Sampang, warga mengeluh buruknya kondisi jalan rusak parah serta minimnya Penerangan Jalan Umum (PJU) pada saat malam hari. Selain Jalanan gelap, sunyi dan sepi juga Jalanan penuh dengan lubang sehingga para pengendara harus extra hati-hati dan waspada agar tidak terjadi kecelakaan yang tak terduga, disamping itu Jalanan sering dimanfaatkan oleh premanisme lantaran tidak ada penerangan jum’at 17/06 /16.

Idi warga setempat mengatakan, Selain kondisi jalan rusak parah dan berlubang yang ada di jalur Camplong Madupat Kecamatan Camplong Sampang kondisi Penerangan Jalan Umum juga dikeluhkan oleh para pengendara yang melintas di jalan tersebut, dan sering terjadi kriminalitas Pasalnya jalan tersebut tidak ada lampu (PJU) saat malam hari,”katanya.

Kondisi seperti ini tentu saja sangat berbahaya bagi pengendara khususnya roda dua karena selain  jalannya  rusak, juga jalan tersebut penuh lubang dan juga tidak ada  lampu penerangan ini sangat merugikan masyarakat, karena msyarakat resah sering terjadi tindak kriminal kerana kondisi jalan benar-benar gelap dan jalan pun rusak,”sambungnya.

warga Madupat yang setiap hari keluar malam untuk berbelanja ini sangat mengharap belas kasih dan perhatian dari dinas terkait terhadap persoalan lampu penerangan jalan tersebut. Karena, selain tidak adanya lampu PJU, di sepanjang jalan tersebut juga jalannya sangat  rusak parah. Sehingga  banyak pengendara yang terperosok pada lubang tersebut dan terjatuh saat mengendara pada  malam hari, mudah mudahan pemerintah kabupaten sampang  memperhatikan Desa kami Desa Madupat dan tidak memberikan ruang bagi pelaku kriminal, ”harapnya.

Kalau seperti ini terus keadaannya, seakan-akan pemerintah menyediakan tempat bagi para pelaku tindak kejahatan. Karena selain jalannya gelap, sunyi dan sepi pasti sudah jelas para perampoķ dan pelaku jambret  lebih mudah untuk menjalankan aksinya. Hasil Pantauan tim kami Brata Pos kondisi jalan tersebut memang sangat membahayakan pengendara karena selain gelap, sunyi dan sangat sepi sehingga para pengendara harus extra hati-hati, agar tidak terjadi kecelakaan  yang sangat membahayakan para pengendara. (Fr/Hasit)

Categories
Adventurial

Ramadhan Of The Road Bersama Siswa & Ikatan Keluarga Alumni (IKA) SMK Negeri 7 Surabaya

SURABAYA. Guna mempererat jalinan silaturrahmi diantara para Alumni SMK Negeri 7/STM Negeri 2 Surabaya yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Alumni (IKA) STM Negeri 2/SMK Negeri 7 Surabaya dimana dalam suasana Ramadhan tahun ini menyelenggarakan serangkaian acara dalam rangka “RAMADHAN ON THE ROAD” yang dilaksanakan pada hari Minggu tanggal 19 Juni 2016 bersama para siswa yang masih aktif dari SMK Negeri 7 Surabaya berkumpul untuk melakukan Pembagian Takjil yang diberikan kepada pengendara sepeda motor, pengendara mobil, Angkot, Pengendara Taksi, pengemudi becak , juga pejalan kaki dan setiap orang yang melintas di depan Sekolahan STM Negeri 2 /SMK Negeri 7 Surabaya tepatnya di Jl. Pawiyatan  No. 2 Surabaya. Acara Pembagian Takjil tersebut dikoordinir oleh Anggota IKA yang terdiri dari Alumni /lulusan tahun 1986 sampai dengan Angkatan 2015 dari berbagai jurusan.

Wahyu Hidayat, salah satu Anggota IKA Jurusan Bangunan Gedung  Angkatan 2000 yang juga sebagai Ketua Panitia Kegiatan “RAMADHAN ON THE ROAD”  yang diselenggarakan oleh IKA STM Negeri 2/SMK Negeri 7 Surabaya disela-sela pembagian takjil mengatakan, dirinya dan anggota IKA yang lain mengadakan pembagian takjil ini tidak lain adalah untuk menjalin silaturrahmi antar sesama alumni dan siswa aktif lainnya, dan mungkin ini adalah momen yang tepat yaitu di Bulan suci Ramadhan. “Jadi kita adakan acara Pembagian Takjil yang melibatkan siswa yang masih aktif dan anggota pramuka juga, supaya semua bisa ngumpul biar bisa nambah keakraban antara senior & juniornya, jadi tidak hanya anggota IKA saja.”

????????????????????????????????????

Disela-sela acara, Wahyu Hidayat juga menyampaikan bahwa untuk anggota IKA sendiri yang hadir dalam Pembagian Takjil ini alhamdulillah ada  sekitar 30 orang, dan semua berkat partisipasi dari teman-teman untuk bisa sukses dalam acara ini. “Kalau soal dana kita swadaya, jadi kita penggalangan dananya sistem sumbangan per paket dari teman-teman via transfer dan dari panitia dana tersebut kita wujudkan dalam bentuk makanan dan minuman untuk menu takjil,” imbuhnya.

Pria berumur 35 tahun ini mengharapkan kedepannya  bisa berlanjut lagi momen-momen seperti ini jadi tidak berhenti sampai disini saja dan akan diupayakan agar lebih banyak lagi dari teman-teman baik dari alumni maupun para siswa yang masih aktif yang bergabung dalam acara yang bertujuan untuk menjalin tali silaturrahmi dalam Keluarga Besar STM Negeri 2/SMK Negei 7 Surabaya. “Jadi bukan masalah pembagian takjilnya saja, namun disini seberapa banyak dan responnya anggota yang ikut serta dalam acara ini, itu yang kami perhatikan juga. Di bulan suci ramadhan ini acara ini masih dibilang perdana, jadi kami berharap kedepannya bisa ditingkatkan lagi dan anggotanya lebih semangat, karena dalam dua minggu kedepan kita masih melanjutkan acara pembagian takjil yaitu pada tanggal 26 Juni 2016 sampai dengan tanggal 03 Juli 2016. Jadi untuk teman-teman yang mau bergabung monggo, dan kami masih menerima untuk sumbangan/donasinya, jangan sungkan-sungkan,” ucapnya sambil tersenyum.

Dalam acara tersebut sayangnya kepala sekolah tidak nampak hadir, namun hal tersebut tidak mempersurut semangat dari teman-teman khususnya Anggota IKA dalam mensukseskan kegiatan “RAMADHAN ON THE ROAD” sore itu. (Jml)

Categories
Adventurial

Berbagi Sesama Saat Bulan Ramdhan Bersama Komunitas Yang Penting Happy

SURABAYA. Dibulan suci Ramadhan ini benar-benar dimanfaatkan oleh komunitas yang mengatas namakan “Yang Penting Heppy” untuk berbagi takjil atau makanan ringan buat buka puasa ke pengguna jalan yang melintas di depan Kebun Binatang Surabaya. Minggu tanggal 19/06/16 dalam bagi-bagi takjil tersebut merupakan kegiatan awal dari komunitas “Yang Penting Heppy“.

Komunitas yang mempunyai anggota baru 30 orang ini sangat antusias untuk berpartisipasi membagikan bungkusan takjil kepada pengguna jalan dan komonitas ini tidak membedakan antara pimpinan atau ketua dan juga anggota semua saling bekerja sama demi mewujudkan tujuan dari komunitasnya.

Elliy Sabet ketua komonitas “Yang Penting Heppy” mengatakan, komunitas ini terbentuk karena adanya kepedulian kami terhadap sesama manusia dan komunitas ini menerima siapa saja yang ingin bergabung karena kami ( komunitas yang penting heppy ) tidak membedakan status sosial orang tersebut, ‘katanya.

Dalam kesempatan ini kita untuk beramal di bulan suci ramadhan, dan target kita kedepan dapat membagi kebahagian terhadap anak yatim, kaum duafa, dan masyarakat yang kurang mampu, ‘imbunya.

Untuk harapan kami komunitas “yang penting heppy” semoga komunitas ini menjadi lebih maju dan bisa mencapai yang menjadi cita-cita kami komunitas “yang penting heppy” harapnya. (Bnd/jml)

Categories
Adventurial

Mempertahankan Budaya Patrol Tradisional

SURABAYA. Bulan Ramadhan bulan penuh berkah, Kita sebagai umat islam diberi kesempatan oleh Allah SWT untuk memanen pahala, lantunan suara dari setiap muslim dengan bacaan al-qur’an yang indah, ayat demi ayat, surat demi surat, menembus bumi dan seisinya. Tidak hanya itu untuk pondok pesantren Nurul Khidmah  yang ada di kawasan Kampung Tubanan Kelurahan Karangpoh Kecamatan Tandes Kota Surabaya juga mengadakan perlombaan PATROL Tradisional yang di laksanakan pada hari kamis 16/06/2016.

Pelepasan perserta lomba PATROL di mulai jam 01.00 dini hari dari halaman pondok dan berkeliling mengikuti rute yang telah di tentukan oleh panitia lomba. Lomba patrol ini di selenggarakan setiap tahun oleh pondok pesantren NURUL KHIDMAH  yang bertujuhan untuk memeliharah tali silahturrohmi terhadap sesama muslim dan juga mempertahankan budaya patrol tradisional.

Menurut pengasuh pondok pesantren Nurul Khidmah, Gus Imam Mahmudi mengatakan,”Lombah patrol ini sudah lima kali di adakan setiap bulan romadhon yang bertujuhan untuk mempererat tali silaturrohmi antara kampung tubanan dan kampung lainnya, yang kedua memelihara budaya patrol tradisional yang mungkin sudah sedikit di tinggalkan oleh anak muda jaman sekarang, yang ketiga membangunkan orang saur mas,”sambil tersenyum Gus Imam mengatakan.

Dan juga patrol merupakan salah satu bentuk sarana masyarakat dalam berkomunikasi, musik patrol dapat digunakan untuk menjaga lingkungannya, dengan berkeliling sambil menabuh alat musik patrol, gangguan keamanan dapat dicegah,”sambungnya.

Sementara itu, Ketua panitia Khoyum mengatakan, saya ucapkan banyak-banyak terimakasih kepada kepolisi khususnya Polsek Tandes yang telah membantu kita dalam melaksakan lomba ini, dan juga kepada para perseta lomba patrol, karena tanpa dukungan beliau ini tidak akan berjalan dengan lancar,”katanya.

Jangan kita melihat hadianya, akan tetapi kita melihat dalam perlombaan ini sebagai motivasi dan partisipasi kita terhadap masyarakat sekitar,”sambungnya.

Dalam perlombaan kali ini saya sebagai panitia berharap lomba patrol ini jangan sampai hilang dan semoga setiap tahun semakin bertambah banyak pesertanya dan juga semakin meria,”tambanya.

Dalam lomba patrol kali ini akan dipilih 6 pemenang, yakni juara pertama sampai juara ketiga serta juara harapan satu sampai juara harapan tiga untuk anak-anak dan juga dewasa. (Bnd)

Categories
Adventurial

Selama Di Pimpin Wabup, Dana Yang Dikumpulkan Baznas Mencapai 4 Milliar

camat Driyorejo (kanan) saat memberikan bantuan pada kaum dhuafa'
camat Driyorejo (kanan) saat memberikan bantuan pada kaum dhuafa’

GRESIK.Marhaban ya Ramadhan bulan yang penuh berkah, bulan yang penuh ampunan. Didalam bulan suci yang penuh barokah ini orang nomor 2 di Kabupaten Gresik Moh. Qosim dan juga selaku ketua Badan Amal Zakat Nasional (BAZNAS) bagi-bagi santunan kepada 1000 anak yatim dan kaum dua’fa yang dilaksanakan serentak. Dalam pelaksaan kegiatan tersebut hadir langsung Camat Kedamean, Camat Driyorejo, Camat Menganti, Camat Wringinanom, Koramil, Kapolsek, dan Kepala Desa Karang Andong serta masyarakat. Kegiatan ini dilaksakan jum’at (17/06/16) yang ketepatan di balai Desa Karang Andong Kecamatan Driyorejo Gresik.

Camat Driyorejo Sujarto,SH, M.Si mengatakan, dirinya berterima kasih kepada Badan Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Gresik yang mana pak Qosim mempercayai di wilayah Driyorejo yang di tempatkan di Desa Karang Andong untuk memberikan santunan kepada anak yatim dan kaum Duafa’. “Karena program ini sangat membantu anak yatim dan kaum duafa’, saya berharap kedepan lebih ditingkatkan lagi, apa lagi dari masyarakat sendiri partisipasinya sangat antusias,”kata orang nomor satu di Kecamatan Driyorejo ini.

Zainal Abidin sebagai bidang pengumpul Dana mengatakan, Baznas selama dipimpin oleh Wabup Qosim mulai sejak tahun 2010 sungguh luar biasa peningkatannya dan sangat tajam, sebelum Wabup memimpin Baznas ini dana hanya 150 juta, namun selama dipimpin oleh Wabup dana yang terkumpul sampai sekarang hampir 4 Milliar itu peningkatannya luar biasa.”Pak Qosim menurut saya sungguh memahami ayat dalam arti, se-seorang Pemerintah berani meminta Zakat dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan para pengusaha yang jelas ini luar biasa Pak Qosim,”katanya.

Jadi Pak Qosim ini memberanikan diri lanjut Zainal, kalau PNS dan pengusaha itu belum membayar zakatnya yang sudah ditetapkan oleh pak Qosim waktunya, maka pak Qosim sendiri telepon langsung kepada PNS tersebut untuk membayarnya.”Semua ini faktor dari manajemen yang dibangun oleh teman-teman yang ada di Kabupaten itu sangat bagus, sampai kemarin dapat 2 penghargaan dari pusat, bahwa Baznas Gresik terbaik Nasional tentang pengelolaan,”sambungnya.

Kedepan Baznas ini tambah Zainal, tetap harus diperkuat posisi pemberdayaan terutama fakir miskin, karena sekarang ini berjalan 20 persen lebih menfataannya dana Baz ini untuk pemberdayaan masyarakat Gresik mulai dari beasiswa dan ternak sapi.”Saya berharap manejemennya harus ditingkatkan lagi dan diperkuat serta partisipasinya masyarakat harus didorong lagi.”Harapnya (Jml/hdi).