by

Sekwan DPRD Deli Serdang Diduga Keras TIDAK NETRALITAS…! Ada apa Dengan Rahmad..?

Deli Serdang,Bratapos.com – Sekretaris Dewan tersebut merupakan tempat untuk mengakomodir segala bentuk protokoler dari kegiatan Ketua DPRD dan anggota DPRD lainnya, lain halnya dengan Sekwan Deli Serdang Rahmad. “saya minta stempel ketua DPRD kepada Sekwan (Rahmad_red) tidak diberikan. Stempel Ketua DPRD Deli Serdang tersebut yang merupakan hak saya sebagai ketua DPRD untuk menggunakannya,namun tiba-tiba keluar jadwal sidang DPRD Deli Serdang tanggal 24 Maret 2020 dengan stempel Ketua DPRD yang ditanda Tangani oleh Wakil Ketua DPRD Amit Damanik” terang ketua DPRD.

Saat kelanjutan sidang Paripurna DPRD dengan agenda kelanjutan rapat Paripurna yang tertunda untuk penetapan Alat Kelengkapan Dewan tanggal 20 Maret 2020 lalu ketua DPRD Zakky Shahri sudah memberikan arahan dan petunjuk secara lisan dan tulisan berupa undangan akan diadakannya Rapat lanjutan Paripurna sebagaimana menyikapi surat dari Kementrian Dalam Negeri dan OTDA Sumut untuk menetapkan AKD. “sudah saya berikan Sekwan Undangannya namun tidak ada tanggapan dan terkesan tidak difasilitasi oleh Rahmad sebagai Sekwan DPRD Deli Serdang”.Ungkap Zakky. “Stempel ketua DPRD dipegang oleh Sekwan, dan sudah saya surati untuk memintanya” ungkap Zakky. “ saya minta draf anggaran tahun lalu (2019_red) untuk DPRD Deli Serdang saja sampai detik ini tidak diberikan”tutup Zakky.

Aneh bin ajaib, saat semua orang mempertanyakan tentang kejanggalan sidang rapat tanggal 24 Maret 2020 tentang rapat perubahan Tatib DPRD Deli Serdang yang ditanda tangani Amit Damanik sebagai Wakil Ketua I dengan stempel Ketua DPRD yang telah diminta Ketua DPRD Deli Serdang Zakky Shahri , Rahmad hadir dengan senyuman yang penuh percaya diri. Diduga keras Korporasi sangat kental tercium untuk memulai Sandiwara Politik yang diperankan oleh Rahmad sebagai Sekwan, Amit Damanik sebagai Wakil Ketua I,Tengku Ahmad Tala’a sebagai Wakil Ketua II, Nusantara Tarigan sebagai Wakil Ketua III, Meikel Purba ( Ucok Purba) dan anggota DPRD yang hadir.

Kentalnya konspirasi dimulai sidang hingga berakhirnya sidang sudah terlihat jelas hingga ditemukannya jatah pembagian uang yang dititipkan oleh anggota Dewan kepada staf Sekwan yang Pegawai Negeri Sipil bernama Mansyur. Terdengar dari rekaman pembicaraan “…yang dibagi-bagi itu uang titipan dari pak Ucok (Purba) itu…ngak tau awak uang ap aitu,yang pasti itu bukan uang kantor…anggaran paripurna ngak tau aku bang”. Kata masyur.
Saat dipertanyakan kepada Rahmad sebagai Sekwan tentang acara bagi-bagi uang tersebut, Sekwan hanya diam seribu Bahasa tanpa mampu dapat menjawabnya. Netralitas Rahmad sebagai Sekwan telah melanggar Kode Etik sebagai ASN yang memfasilitasi kegiatan Dewan.

Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Deli Serdang Amit Damanik, diduga melakukan tindakan “melanggar aturan” dan merusak citra lembaga legislatif sebagai refresentasi rakyat. Tindakan melanggar hukum lainnya yang diduga dilakukan Amit Damanik ialah, menggunakan stempel Ketua DPRD Deli serdang tanpa seizin dan sepengetahuan Ketua DPRD Zakky Shahri,SH. Sangat Jelas telah melanggar Peraturan Pemerintah nomor 12 tahun 2018 tentang pedoman Penyusunan Tata tertib DPRD Provindi dan Kabupaten/kota terdapat pada Pasal 33 berbunyi “Pimpinan DPRD mempunyai tugas dan wewenang: a. memimpin rapat DPRD dan menyimpulkan hasil rapat untuk diambil keputusan; b. men5rusun rencana kerja Pimpinan DPRD; c. menetapkan pembagial tugas antara ketua dan wakil ketua; d. melakukan koordinasi dalam upaya menyinergikan pelaksanaan agenda dan materi kegiatan dari alat kelengkapan DPRD; e. mewakili DPRD dalam berhubungan dengan lembaga/instansi lain; f. menyelenggarakan konsultasi dengan Kepala Daerah dan pimpinan lembaga/ instansi vertikal lainnya;…”

Reporter : HANDRIANTO

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

REKOMENDASI UNTUK ANDA