Miris, Dipelupuk Mata, Gunakan Bus Tak Layak Jalan PT Salem Tabrak UU Dan Perda

139

SITUBONDO, Bratapos.com – Miris memang,  perusahaan  bersekala Nasional sekelas PT PMMP(Panca Mitra Multi Perdana) mestinya disamping mengais pundi pundi profit sebagai tujuan utama perusahaan, seharusnya juga punya tanggung jawab moral memberikan contoh tauladan yang baik untuk taat hukum utamanya dalam tertib berlalulintas.

Apalagi dipintu gerbang dipasang banner berukuran besar yang dipasang Polres Situbondo tentang Keselamatan dan ketertiban berkendara di Situbondo, hal ini kontradiktif dengan keberadaan armada bus yang disewa PT. Salem guna angkut karyawannya banyak yang tidak layak jalan, Kir dan nomor plat mati bahkan keabsahan dan kecocokan surat dengan mesin patut dicurigai dan diperiksa.

PT.PMMP yang lebih dikenal denga PT. Salem kantor dan pabrik berkedudukan di Jalan raya Banyuwangi, Desa landangan, Kecamatan Kapongan diduga kuat tabrak UU Lalu Lintas dan Angkutan jalan serta Perda,ini terungkap dari hasil wawancara dengan Kasi Lantas Tarwin bersama Kabid Asmadi Dishub Situbondo Rabu 12/02/2020.

“Sebagai angkutan karyawan yang disediakan oleh perusahaan kita tidak ada ketentuan kelonggaran terhadap perusahaan tertentu semua harus ikut aturan yang berlaku, namun mungkin karena murahnya menimbulkan peluang bagi bus yang tidak layak itu, ” Ucapnya.

” Kalau kami jelas, patokannya Perda 8 tahun 2011 mengenai trayek angkutan dan dipastikan telah menabrak Perda tersebut, karena pemerintah daerah tidak mendapat kontribusi retribusi dari KIR sebagai hasil dari pengujian kendaraan”, sambungnya.

Lebih lanjut tarwin mengatakan jangan dianggap Dishub Situbondo melindungi justru kalo ada pemamfaatan celah kita koreksi dan Kadis bapak Tulus tegas dalam hal ini bahkan kalau ada orang Dishub yang melanggar, melegalkan atau main dibelakang akan kita sikat.

“Cuma memang dalam penindakan kami tidak sendirian Undang undang nomor 22 tahun 2009 mengatakan harus bersama pihak kepolisian dalam melakukan operasi penindakan di jalan,” ungkapnya.

Praktisi hukum Budi Santoso, SH yang juga pembina LP KPK Situbondo ikut prihatin dengan armada bus yang digunakan salem angkut karyawannya bagaimana dengan keselamatannya.

“Amat disayangkan dan tidak mungkin perusahaan itu tidak tahu karena sebelum sepakat dengan pemilik bus perusahaan sudah harus memastikan lebih dulu kendaraan itu layak jalan atau tidak, KIR dan Stnknya hidup apa tidak, karena ini menyangkut jiwa serta kelancaran operasi perusahaan  dan perusahaan tidak boleh lakukan pembiaran,” ujarnya.

“Harusnya pihak kepolisian Situbondo menindak tegas kendaraan yang melanggar Undang undang,  karena aturan dibuat untuk di patuhi bukan untuk dilanggar, jika terjadi sesuatu dijalan yang memakan korban kan ujung ujungnya polisi dan Dishub yang di sorot,  sambungnya lagi Eko menyebut dirinya diujung telpon mewakili PT. Salem untuk klarifikasi dikantor menolak wawancara hari itu Rabu 12/02/2020 dan meminta jadwal hari sabtu, namun belum selesai komunikasi terdengar suara orang lain menyebut dirinya Nuzul, mungkin atasannya mengatakan, dengan saya saja, nanti saja saya hubungi, namun sampai berita ini tayang tak satupun diantara mereka hubungi Awak media Bratapos untuk klarifikasi.

Reporter : free

Editor : Dr

Publisher : Redaksi

Facebook Comments