by

Rekonstruksi Pembunuhan Di Desa Sumberwudi, Salah Seorang Kerabat Korban Histeris

LAMONGAN, Bratapos.com – Kasus pembunuhan ibu mertua Sekda kabupaten lamongan Yuhronur Efendi, Hj Rowaini digelar rekonstruksi di Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Dusun Semperat Desa Sumberwudi, Kecamatan Karanggeneng, rabu 12/02/2020.

Dalam rekonstruksi ini diperagakan 23 macam adegan yang diawali dengan pertemuan kedua pelaku Imam Winarto selaku eksekutor dan Sunarto sebagai otak aksi pembunuhan di warung milik tersangka Imam, yang jaraknya sekitar 150 meter dari rumah korban.

“Rekonstruksi kasus pembunuhan ini menghadirkan 2 orang pelaku pembunuhan dan dilakukan di 2 tempat, yaitu lokasi pertemuan kedua pelaku dan di TKP pembunuhan,” kata Kapolres Lamongan AKBP Harun di tempat lokasi.

Kedua pelaku memperagakan ketika mereka mengadakan pertemuan untuk merencanakan pembunuhan terhadap Hj Rowaini. Keduanya kemudian membahas tentang upah Rp 200 juta yang akan diterima Imam dari Sunarto jika berhasil membunuh korban. Saat rekonstruksi, juga diperagakan ketika Sunarto memberikan uang sebesar Rp. 200 ribu kepada pelaku Imam sebagai pembayaran awal dan sisanya akan dibayar jika tugas yang ia jalankan berhasil.

Kepada media bratapos.com Kapolres Lamongan mengatakan rekonstruksi ini sebagai bagian untuk melengkapi berkas perkara.”

Selesai rekonstruksi pertemuan kedua pelaku, polisi kemudian merekonstruksi pembunuhan yang dilakukan oleh Imam. Digambarkan, pelaku masuk melalui pintu belakang yang kebetulan tidak dikunci dan mencari keberadaan korban. Pelaku juga sempat bertemu dengan Hj. Rowaini yang dalam rekonstruksi ini diperankan oleh seorang anggota polisi.

Korban tidak menaruh curiga lantaran keduanya juga sudah cukup lama mengenal. Pada adegan ke 6, Imam kemudian memperagakan bagaimana ia mengeluarkan pisau yang disembunyikan di saku celana dan dengan sadis menusuk leher sebelah kiri korban sebanyak 2 kali dan 1 kali di leher bagian kanan korban hingga pisau yang digunakan pelaku patah.

“Seluruh rangkaian kegiatan rekonstruksi ini sebanyak ada 23 adegan,” terang Harun.

Harun mengatakan, saat rekonstruksi polisi tidak menemukan fakta baru dalam kasus pembunuhan berencana yang didalangi oleh anak tiri korban tersebut. Motif pelaku, imbuh Harun, juga masih sama untuk eksekutor motif hutang, kemudian untuk yang otak atau yang dalang itu karena sakit hati dan dendam pribadi.

“Setelah proses rekonstruksi, secepatnya, kalau kita rasa berkasnya sudah cukup akan kami serahkan ke Kejari Lamongan. Jika tidak ada lagi keterangan yang perlu kita gali, langsung kita kirim,” tandas Harun.

Dalam rekonstruksi yang dilakukan juga terlihat perwakilan dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Lamongan agar JPU memiliki gambaran kejadian yang dilakukan oleh pelaku.

Saat pelaku memperagakan adegan keenam dan tujuh, sempat terdengar teriakan dan umpatan dari salah seorang yang diindikasikan masih kerabat dari korban.

Begitu pula saat pelaku hendak kembali dibawa masuk ke dalam mobil polisi, selepas rekonstruksi dilaksanakan. Namun berkat kesigapan aparat kepolisian dalam melakukan pengamanan, kerabat korban yang sempat terpancing emosinya melihat perbuatan pelaku tersebut, berhasil diredam amarahnya dengan diminta untuk tenang dan menahan diri.

Reporter : SM

Publish : Goen

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

REKOMENDASI UNTUK ANDA