by

Miris..!!, Hanya Porang Harga 8 Ribu, Tiwan Dijebloskan Kepenjara

MALANG , Bratapos.com – Malang nasip Tiwan alias Gondrong (36 th) seorang warga Desa Krajan RT 09 RW 02 Desa Rejosari Kecamatan Bantur Kabupaten Malang yang kondisi psikisnya kurang sempurna, dengan tuduhan pencurian porang.

Tiwan yang juga berasal dari keluarga kurang mampu, kesehariannya untuk mencukupi kebutuhan hanya mencari daun cengkeh, mencari bekicot (siput) dan memungut porang yang terbuang di tanah hutan produksi milik perhutani.

Kejadian bermula pada hari Minggu, (02/02/2020) lalu sekitar pukul 15.00 WIB, ketika hendak pulang dari memunguti porang, Tiwan ditangkap di tengah jalan oleh seorang warga yang kemudian diserahkan ke Hariono Ketua LMDH Perhutani Bantur, Tiwan sempat dipukuli oleh Hariono dirumahnya.

Tiwan dituduh melakukan pencurian porang di tanah milik perhutani tersebut, yang ternyata bibit Porang itu sebenarnya adalah sumbangan dari pemerintah, kemudian Tiwan beserta barang bukti porang seberat kurang lebih 5 kg dibawa ke Kantor Desa Rejosari untuk ditemukan dengan Kepala Desa Rejosari.

Tidak berhenti disitu, hanya gara-gara porang seharga Rp. 8.000,-/kg itu Tiwan harus dijebloskan di penjara dan mendekam di rumah tahanan Polsek Bantur.

Menurut tim investigasi Lembaga Reclasseering Indonesia (RI) dan Lembaga MPPKKN, Laporan Polisi yang ditujukan kepada Tiwan dengan nomor LP/05/B/II/2020/JATIM/RES MLG/SEK BANTUR tertanggal 02 Februari 2020, tertulis bahwa Tiwan terjerat Pasal 363 KUHP yakni pencurian dengan pemberatan.

“Padahal kejadiannya itu siang, apa yang memberatkan sehingga masuk ke Pasal 363 KUHP? Harusnya bisa masuk ke Pasal 364 KUHP yakni pencurian ringan,” ujar tim investigasi.

Tim investigasi juga mengatakan bahwa kondisi rumah yang ditempati Tiwan sangat memprihatinkan, namun pihak Desa seakan enggan dan tidak mau tahu tentang hal tersebut.

“Jangankan, mau melakukan bedah rumah, gara-gara hal sepele saja pihak Desa malah menjebloskan ke penjara, DD/ADD Desa ini perlu dipertanyakan, bantuan apapun dari pemerintah juga tidak pernah didapat oleh Tiwan dan keluarganya, seperti KIS, ataupun sumbangan berbentuk apapun tidak pernah ada,” ujar tim investigasi.

Ketika ditemui dirumahnya, istri Tiwan mengatakan tidak tahu kalau suaminya ditangkap karena tidak ada surat penangkapan dari kepolisian.

“Saya tidak tahu apa-apa, tahu-tahunya sudah ada kabar kalau suami saya ditahan di Polsek, baru 4 hari setelah itu saya mendapat surat penangkapan suami saya,” ujar Bawon (istri Tiwan).

Tim investigasi yang menyatakan akan mengawal kasus ini hingga tuntas, meminta keadilan atas kasus Tiwan tersebut.

Yang disayangkan, Suryono yang diduga menjadi penadah dan menjebak Tiwan, yang seharusnya juga terjerat Pasal 480 KUHP hanya dikenakan wajib lapor dan tidak ditahan oleh Polsek Bantur.

Sepeda motor pinjaman yang pada saat itu dikendarai Tiwan juga dikembalikan kepada pemiliknya dan tidak ditahan sebagai barang bukti.

“Mengenai penyidik yang tidak menangkap terduga terjerat Pasal 480 KUHP yang merupakan keluarga Kepala Desa Rejosari, tim investigasi RI dan MPKKN sudah melayangkan DUMAS ke Propam Polres Malang, Propam Polda Jatim dan Propam Mabes Polri, Pak Presiden dan Kemenkumham pun juga harus tau tentang jeritan rakyat kecil, begitupun Bupati Malang dan Gubernur Jatim,” ujar tim investigasi.

Karena saat dikonfirmasi oleh Media dan Lembaga melalui Whatsapp, Kanit Reskrim Polsek Bantur tidak mau menerima dan nomor Whatsapp Media dan Lembaga tersebut malah diblokir.

Ketika didatangi ke Polsek Bantur untuk klarifikasi masalah Tiwan dan menanyakan tentang penadah porang atau yang seharusnya dijerat Pasal 480 KUHP, Kanit pun meminta Media dan Lembaga untuk tidak ikut campur masalah penangkapan terduga pencuri porang tersebut.

Mengenai LMDH yang bermitra dengan perhutani, banyak kecurangan-kecurangan yang sengaja ditutupi.

Diketahui, warga yang ingin mendirikan homestay dan rumah makan di kawasan hutan harus membayar Rp. 10 juta per petak.

Ada juga sumbangan 2 unit mesin traktor yang dijual, pupuk yang tidak beres, mesin perajang poran.

Reporter : Arief

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

REKOMENDASI UNTUK ANDA