by

Peyalura BPNT Gresik, Gandeng Aparat Kepolisian

GRESIK, BrataPos.com – Tim Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Menganti, Kabupaten Gresik menggelar penyaluran program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) terhadap keluarga penerima manfaat (KPM), kemarin. Hal itu agar KPM bisa menggunakan bantuan BPNT itu dengan baik.

Dalam penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kabupaten Gresik berlangsung aman dan lancar. Hal ini didukung dengan kinerja aparat Kepolisian dalam pengawasan penyaluran, sehingga tidak ada keributan dan kecurangan.

Sebanyak 75,912 BPNT di Kabupaten Gresik menerima berupa beras dan telur yang diterima oleh keluarga penerima manfaat (KPM).

Dari penyaluran BPNT tersebut, KPM tidak pernah keberatan dengan jenis beras dan telur yang diterimanya. Sebab, kualitas beras medium sehingga cukup bagus dengan harga dipasaran kisaran Rp 11.000/Kg.

“Selama mengawasi penyaluran di toko-toko dan di balai desa tidak pernah ada kompalin dari KPM. Para KPM senang karena berasnya bagus, telurnya baik dan tempatnya dekat dengan warga. Di balai desa karena warga ingin tepat waktu pengambilan, sebab kalau tidak diambil saldo bisa hangus,” kata Muhammad Ikrom, Tim Kesejahteraan Sosial Kecamatan ( TKSK ) Menganti.

Setiap kali penyaluran BPNT, anggota Polsek juga mengawasi, sehingga tidak terjadi keributan, berlangsung aman dan tidak terjadi kecurangan.

Penyaluran di balai desa karena agen pemilik elektronik warung ( E Warung) ingin memberikan pelayanan yang mudah kepada KPM.

“Saya berterima kasih kepada jajaran Kepolisian yang ikut terjun dalam pengawasan penyaluran BPNT,” imbuhnya.

Sementara, Kepala Bidang Perlindungan Sosial dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Gresik, Sulyono mengatakan, dalam penyaluran BPNT di Kabupaten Gresik selalu dilakukan pengawasan secara langsung dengan koordinasi dengan Kesra Kecamatan, Poordinator Teknis Kabupaten dan pendamping Kecamatan.

Dari koordinasi tersebut bisa mengetahui permasalan saat penyaluran BPNT ke KPM dan mengetahui kualitas jenis beras dan telur yang kurang baik.

“Kalau ada beras atau telur ada yang kurang baik, kami bisa langsung tegur suplaier dan meminta ganti dari supalaiernya,” kata Sulyono.

Selama ini, para agen E-Warung yang ditunjuk oleh bank sudah cukup baik, tidak ada kendala dalam penyaluran dan tidak ada masalah di masyarakat. Baik kualitas beras dan telur yang diterima masyarakat.

“Agen E warung yang ditunjuk bank sudah menjalankan tugas dengan baik, sehingga tidak ada permasalahan di masyarakat,” imbuhnya.

Dari para suplaier beras dan telur, selama ini tidak ada yang mendominasi dan menguasai pasaran. Hal itu terlihat banyaknya suppalier di Kabupaten Gresik dari pengusaha penggiling beras. Mereka secara bebas menawarkan kepada agen dan agen yang menentukan suplaier tersebut.

“Sedikitnya ada sepuluh suplaier beras se Kabupaten Gresik untuk menjual berasnya di 18 Kecamatan. Sehingga tidak ada yang mendominasi,” katanya.

Sulyono menegaskan, bahwa BPNT merupakan pasar bebas bagi suplaier dengan masih mengedepankan sosial dan bukan hanya profit orientid, sehingga beras petani bisa dibeli oleh suplaier dan disalurkan kepada masarakat dalam bentuk BPNT.

“Sehingga, secara tidak langsung juga meningkatkan pendapatan petani gabah untuk dibeli gabahnya oleh suplaier. Kemudian dalam jumlah besar dijual ke agen-agen,” imbuhnya.

Lisa Umami, salah satu suplaier beras dari Kecamatan Benjeng, mengatakan untuk penjualan beras ke agen-agen dipilihkan beras dengan kualitas medium. Sehingga sesuai dengan harga beras di pasaran, yaitu Rp 11.000/Kg. Selain itu, kita juga memakai patokan harga beras yang diawasi oleh Diskoperindag Kabupaten Gresik.

“Saya tidak ingin mengecewakan masyarakat penerima KPM agar mereka menerima beras yang baik untuk dikonsumsi. Sehingga beras yang saya jual harus berkualitas baik, dan saya juga tidak dirugikan,” kata Lisa.

Lebih lanjut Lisa mengatakan, awal pemasaran ke agen-agen dilakukan dengan promosi ke media sosial online. Kemudian, banyak yang pesan dari para agen. Sehingga bisa memberikan penjualan beras ke agen-agen dalam secara kontinyu.

“Saya tidak mendominasi pasar BPNT, saya berjuang memasarkan beras ke agen-agen. Dan Alhamdulillah dapat diterima dengan baik,” katanya.

Reporter/Penulis : jml
Editor/Publisher : wit

REKOMENDASI UNTUK ANDA