by

Kasus Video Porno Diduga Staf Kecamatan Ampel Gading, Pihak Korban Ancam Lapor Polisi

MALANG, BrataPos.com – Imam Maksum (34) Warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang geram melihat Video yang beredar luas di masyarakat.

Imam, mewakili keluarga besar kakak kandung dari Umar Usman (43) Warga RT.06 RW.01, Dusun Krajan, Desa Sidorenggo, Kecamatan Ampel Gading Kabupaten Malang tak lain suami sah dari wanita berinisial DRM (40) pemeran dari wanita dalam Video porno tersebut, berencana melaporkan kasus ini kepada pihak berwajib.

Bukan hanya saya, kakak saya yang dis Surabaya dan juga semua keluarga besar kami merasa malu dengan ulah istri mas Umar (DRM-red) yang berselingkuh.

“Parahnya lagi, pada saat bermesraan dengan silungkuhannya di video. Ironisnya video yang tak senonoh itu menyebar luas,” kata Imam, Selasa (24/12/2019).

Awalnya Imam tidak menyangka bahwa DRM tega berbuat tidak senonoh yang harus mencoreng nama baik keluarga besarnya.

Umar yang mencari nafkah di Negeri Jiran Malaysia baru saja 11 bulan. Namun DRM sudah tega berbuat perzinahan dengan tetangga yang juga sudah berkeluarga.

Imam Maksum juga menyayangkan bahwa pria pasangan mesum DRM yang berada dalam Video tersebut, adalah seorang pria, yang statusnya aparatur sipil negara (ASN) yang berinisial MJD (50) yang berdinas di kantor Kecamatan Ampel Gading.

“Saat itu saya hendak melangsungkan ijab kabul, dan tiba-tiba mendapat kiriman Video mesum istri kakak saya. Jujur saat itu pikiran saya sangat kacau pak..! kaget dan sedih. Namun rasa senang juga, karena saat itu saya lagi nikahan, namun saya tetap tidak terima pak,” paparnya.

Dikatakan pula, Imam dan keluarga yang lainnya juga merasa malu, karena setiap bertemu teman dan tetangga selalu mempertanyakan terkait Vidio Porno yang diduga diperankan oleh kakak iparnya tersebut.

“Kami saat ini masih berkoordinasi dengan keluarga yang ada diluar kota dan luar jawa, untuk melanjutkan kasus ini ke ranah hukum,” tandasnya.

Sementara itu melalui sambungan cellularnya, Ali Maskur kakak ipar dari Umar Usman yang berada di Lampung Sumatera, juga merasa malu dan marah atas kejadian tersebut, sehingga pihaknya sangat mendukung bila menyerahkan kasus Video porno ini kepada pihak Kepolisian.

“Kami sangat sakit dan malu, saat ini kami sudah bertekat untuk menyeret kasus ini ke meja hijau,” tegasnya.

IMG-20191224-WA0122

Hal senada juga disampaikan oleh Syafi’i, keluarga Umar Usman yang ada di pulau garam Madura. Awalnya mendengar ada perlakuan yang tidak pantas dan membuat malu keluarga besarnya dan berkehendak menyelesaikannya secara adat Madura.

Namun sempat diredam oleh keluarganya yang lain, dengan catatan harus ada tindakan hukum yang setimpal untuk menebus rasa malu keluarga besarnya.

“Pokoknya harus dihukum, karena itu perbuatan melanggar hukum,” imbuhnya.

Disisi lain menurut Tarto, selaku Kanit Reskrim Polsek Ampel Gading, Mapolres Malang, saat dihubungi melalui via Handpone cellular miliknya mengatakan, bahwa pihaknya juga sudah mengetahui tentang masalah tersebut.

“Pihak Polsek ya sudah mengetahui mas..! tapi mau gimana lagi, dan saya juga sudah memberitahukan permasalahan tersebut kepada Kapolsek,” Pungkasnya.

Reporter/Penulis : hadi/Shelor

Editor/Publisher : jml

REKOMENDASI UNTUK ANDA