by

SPBU Manggopoh Di Duga Kebal Hukum

AGAM SUMBAR, Baratapos com  –  Berdasarkan Undang-Undang Migas No 55 Tahun 2012, tentang penjualan minyak bersubsisdi, khususnya yang dilakukan (SPBU). Dalam Undang-  Undang   Migas tersebut juga menegaskan, setiap pembelian dengan menggunakan jirijen,  (SPBU) bisa melakukan apabila ada surat dari intasi terkait setempat,  sebagainya yang berkaitan dengan hal tersebut.

Namun aturan tersebut  Hanyalah  tingal aturan, ‘tampaknya tidak berlaku untuk (SPBU) yang berdiri di      Kanagarian  Manggopoh Kabupaten Agam   Prov. Sumatera Barat, dimana (SPBU ) ini menjual Premium bersubsidi dengan bebas kepada pedagang eceran.

Anehnya Lagi, di (SPBU) ini Penjualan Premium pada pedagang eceran dengan memakai jirigen, dilakukan pada Siang  Hari Bolong tampa ada rasa takut, sedikit pun, bukan hanya jirigen tapi antrean mobil  dan motor     menggunakan tangki-tangki   modifikasi   berjejer sepanjang jalan di  depan (SPBU) Manggopoh menunggu giliran diisi. Wau Ada apa dengan Aparat Penegak Hukum Di Agam ?

Sementara itu penuturan masyarakat, yang engan di sebutkan namanya, beberapa minggu yang lalu, sempat anggota Polres Kabupaten Agam datang ke (SPBU) ini, transaksi jual beli di (SPBU) ini, sempat terhenti namun ironisnya   hanya untuk berberapa hari, para pemburu rupiah beraksi kembali, patas  kami menduga pemilik (SPBU)  kebal  hukum, ucapnya kepada awak media ini.

Premium (Besin) paling mudah buat didapat di kedai- kedai pengecer dengan harga 10.000 ( Sepuluh Ribu ) Perliternya, awak media ini sempat  bertanya – tanya sama sang pemilik kedai “kenapa di jual Rp 10.000 perliternya bu, sang   kedaipun menjawab” kami ngambil premium nya  sama agen pula pak’ diantar sampai ke warung saya’ otomatis sang agen tentu” cari uang pula ujar sang pemilik kedai’.

Sementara Itu  Ketua LSM Garuda Nasional Indonesia  DPW ( SUMBAR ) Bapak BJ Rahmad     terkait    dengan pengisian   BBM Premium oleh SPBU ke konsumen gunakan jerigen jelas  melanggar   peraturan   yang sudah ditetapkan dan harus menjaga keselamatan bersama.

Pemerintah pusat telah menerbitkan Peraturan Presiden No 15 tahun 2012 tentang harga jual eceran dan pengguna jenis BBM tertentu, tidak terkecuali larangan SPBU tidak boleh melayani konsumen dengan menggunakan jerigen dan menggunakan mobil yang sudah dimodifikasi serta menjual ke pabrik-pabrik industry home atau rumahan dan industry untuk mobil-mobil bengko galian C (pasir-pasir).

“Dengan melayani pembelian dengan jerigen, jelas BJ Rahmad, maka SPBU telah melanggar aturan dan juga tidak safety, apalagi jerigen terbuat dari plastik.

Bensin dapat terbakar karena panas. Baik itu panas knalpot, udara, dan api. Peraturan Menteri ESDM Nomor 8 Tahun 2012 telah diatur larangan dan keselamatan. Peraturan itu menerangkan secara detail tentang konsumen pengguna. “SPBU tidak diperbolehkan melayani jerigen.

Tapi anehnya Pertamina terkesan tutup mata dan terindikasi melakukan pembiaran,yang penting minyaknya laku terjual ke masyarakat yang membutuhkannya.

Untuk itu perlu pihak pengak hukum di kabupaten Agam untuk menindak Tegas dalam masalah ini, ucap Bj Rahmad, kepada awak media ini, Lubuk Basung Rabu (18/12) .

Salah seorang konsumen  yang nggak mawu namanya di sebutkan yang ikut antri membeli BBM Premium di SPBU mengutarakan, dia sudah biasa membeli BBM jenis Premium   dan   tidak   ada   larangan. Baik itu dari Pertamina   maupun   pengusaha SPBU yang penting enak sama enak aja, tahu sama tahu, yang mengerti sajalah Bang kalau   membelinya disini.

Saat ditanya ada pemberian uang pelicin ke petugas yang mengisikan BBM jenis Premium, Berinisial mengatakan, ngak   mestilah Bang saya sebutkan, yang jelas tahu sama tahu ajalah.

Mengenai harga BBM yang dibeli, mengatakan itu rahasia lho Bang, tanyakan    saja ke   konsumen yang lain, nanti kalau saya kasi tahu tidak diperbolehkan  pula saya membeli BBM di SPBU ini.ungkapnya.

Terkait dengan penjualan, oleh SPBU  kepa pedagang enceran,yang mengunakan jirigen, serta menguankan mobil/ motor yang sudah di modifikasi, awak media memberitawu kepada Kapolres Kabupaten agam, melalauai WhtsApp pribadi Kapolres, jajaran Kapolres Kabupaten lasung turun kelapangan, Namun ironisnya, transasi jual beli di SPBU manggopoh, cuma berberapa hari terhenti, para pemburu rupiah pun kembali beraksi, patas kami dari awak media ini  menduga, pemilik SPBU ini kebal hukum.

Reporter    :  Zaherman

Editor        : Nr/Wit

Publisher  : Redaksi

REKOMENDASI UNTUK ANDA