by

Warga Geger Wabah Corynebacterium Diphtheria

MADINA, BrataPos.com – Warga kelurahan Kayu Jati Panyabungan kabupaten Mandailing Natal, sontak digegerkan wabah penyakit Corynebacterium diphtheria. Dimana salah satu warga diduga terinfeksi Wabah bakteri penyakit tersebut. Kamis (12/12/2019).

Fatimah Azzahra anak umur (6) diduga terinfeksi wabah bakteri Corynebacterium diphtheria. Saat ini anak tersebut sudah dirujuk kerumah sakit Adam Malik Medan.

Sebelumnya fatimah mengalami demam dan susah bernafas, sakit pada tenggorokan, orang tua fatimah membawa fatimah berobat ke puskesmas.

Setelah dilakukan pemeriksaan oleh bidan, ternyata fatimah terinfeksi wabah bakteri Corynebacterium diphtheria. Pihak puskesmas langsung merujuk pasien kerumah sakit Umum Daerah Panyabungan guna penanganan lebih lanjut.

Mengingat peralatan dan SDM nya kurang memadai di Rumah sakit tersebut, sehingga pihak rumah sakit merujuk pasien kerumah sakit Adam Malik Medan guna penanganan yang lebih intensif.

Berselang Satu Malam kakak dari fatimah yaitu Airasafina umur 11 tahun juga mengalami hal yang sama sehingga paginya harus dilarikan ke puskesmas dan dirujuk kerumah sakit. Dan saat ini Airasafina dalam penanganan dokter dan ditempatkan diruangan khusus demi menjaga agar wabah penyakit berbahaya tersebut tidak menjangkit ke pasien yang lainnya.

Seperti yang diketahui bahwa penyakit difteri bersifat mematikan. Karena bakteri penyebabnya akan menghasilkan toksin dan membentuk membran putih tebal di tenggorokan atau amandel. Racun difteri juga dapat menyebar ke jantung dan saraf melalui aliran darah hingga dapat menimbulkan kematian.

Mendengar hal tersebut, kadis kesehatan Madina Syarifuddin Nasution mengintruksikan kepada pihak puskesmas dibantu pihak rumah sakit untuk memberikan Vaksin kepada warga disekitaran rumah pasien dan ditempat pasien bersekolah juga diberikan vaksin untuk siswa/i lainnya.

IMG-20191213-WA0000

Syarifuddin Nasution melalui Kapus yulida Nehri Lubis mengatakan dinas kesehatan memberikan vaksin kepada sejumlah warga yang ada disekitar rumah pasien hingga jarak 50 meter.

“Tidak terlepas mulai anak-anak hingga orang dewasa, demi untuk mengantisipasi warga, agar tidak ada yang terinfeksi wabah penyakit Difteri tersebut,” katanya.

Setelah dirawat di rumah sakit umum selama kurang lebih 6 jam. Pihak rumah sakit menyarankan juga untuk dirujuk kerumah sakit Adam malik Medan dengan alasan serupa bahwa SDM dan peralatan Rumah sakit kurang memadai.

Kepala Puskesmas mengharapkan “jika ada warga yang mengalami tanda-tanda terinfeksi, segera kerumah sakit untuk diberikan pertolongan dengan segera,” tegas Yulida.

Reporter/Penulis : HC
Editor/Publisher : jml

REKOMENDASI UNTUK ANDA