by

Peras Pemilik Toko Apotek di Menganti, Agus Dan Musrizal Digulung Polisi

Keterangan foto : dari kiri AKP Tatak polsek menganti tersangka dan AKBP Kusworo kapolres gresik.

GRESIK, BrataPos.com – Ngaku sebagai anggota polisi Polda, untuk melakuan pemerasan terhadap korban pemilik toko apotek. Agus Widodo (45), warga Banyu Kidul, Banyu Urip, Sawahan dan Musrizal (53), warga Manukan Wetan, Tandes, Kota Surabaya diciduk jajaran Polres Gresik pada hari Minggu, (8/12/2019).

Para tersangka ini tergolong nekat. Pasalnya beraksi di siang bolong. Kronologisnya, saat itu tersangka datang ke apotek korban Tri Kurniawati di Jalan Raya Boboh, Menganti, Gresik. Mereka datang berdua menggunakan mobil xenia warna hitam nopol L 1178 XF, yang diganti dengan plat palsu, L 1260 IP.

Kapolres Gresik, AKBP Kusworo Wibowo mengatakan, yang dilakukan tersangka Agus Widodo dan Muhrizal berpura-pura membeli obat. Lantas tersangka membeli obat yang tidak disertai resep dokter.

“Saat obat didapat, tersangka Muhrizal menuding obat yang dijual oleh korban tanpa resep dokter. Ini jelas perbuatan yang salah dan melawan hukum,” kata mantan Polres Jemner saat menggelar konferensi pers di Mapolres Gresik, Kamis (12/12/2019).

Lanjut Kapolres yang baru-baru ini mempertahankan penghargaan Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Dan Melayani (WBBM), tersangka mengaku polisi dari Polda Jatim. Lantas korban shok dan dimasukin ke mobil. Korban diajak berkeliling oleh para tersangka.

“Dipertengahan jalan, para tersangka meminta sejumlah uang 40 Juta untuk bisa dibebaskan. Kalau tidak mau membayar lantas akan dibawa ke polda,” jelasnya.

Korban merasa ketakutan kata Kapolres dihadapan para wartawan, didalam dompetnya hanya ada uang 2 juta. Lalu tersangka urung minta 40 juta, melainkan minta 20 juta. Lalu korban menghubungi suami lewat telepon minta sejumlah uang 20 juta.

Beruntung, saat korban dimasukin ke mobil seketika itu anak korban melihatnya. Sehingga anak korban menghubungi Polsek Menganti.
Kemudian anggota Resmob yang bertugas di lapangan, langsung melakukan pengejaran dan penyisiran terhadap mobil yang ditumpangi korban dan para tersangka. Anggota kami langsung mepotong laju ditengah jalan. Akhirnya bisa mengamankan tersangka beserta korban.

“Atas perbuatannya para tersangka dikenakan pasal 333 tentang merampas kemerdekaan hak, dan pasal 368 tentang pemerasan serta 335 tentang perbuatan yang tidak menyenangkan,” tegasnya.

IMG-20191213-WA0006

Kapolres pun berpesan pada masyarakat tentunya bagi pemilik apotek jangan bertransaksi obat-obatan yang memang tidak ada resep dokter jangan menjual. Bagi masyarakat yang mendapat tekanan pengatasnamakan polisi mohon untuk tidak gampang terpercaya.

“Karena bukan standar operasional prosedur (SOP) polisi seperti itu. Tidak ada polisi menangkap dan meminta sejumlah uang itu tidak ada. Sehingga jangan mudah percaya. Kita bersyukur suami dari korban yang diperas tidak langsung percaya. Sehingga langsung lapor polisi,” pungkasnya.

Reporter/Penulis : jml
Editor/Publisher : wit

REKOMENDASI UNTUK ANDA