Categories
Bratapos Semeru Bratapos Sumbagut Terbaru

Dituding Kongkalikong Dengan LSM LPB Ramai Di Group Facebook, M. Ashari Kades Kedongkedo’an Angkat Bicara

Keterangan foto : M. Ashari Kades Kedongkedo’an saat di ruang kerjanya.

GRESIK, BrataPos.com – Beredar tudingan selewengkan dana desa (DD) tahun 2015-2016 melalui postingan yang ramai dimedia sosial facebook yang diposting akun @Teropong Bawean pada 25 November 2019 jam 01.47 WIB, membuat M. Ashari Kades Desa Kedongkedo’an, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik angkat bicara kemarin (3/12/2019).

Dalam unggahan di group facebook GS itu beserta percakapan inbok dengan akun @yasin yang dinilai antara Kades Kedongkedo’an dengan LSM Lembaga Pemantau Birokrasi (LPB) kongkalikong. Sehingga berbagai komentar pro kontra membanjiri komentar.

Awalnya warga Kedongkedo’an yang bernama Y melaporkan pada LSM LPB yang beredar screenshot di facebook, bahwa dugaan penyelewengan dana desa (DD) tahun 2015-2016 di desa Kedongkedo’an.

“Memang benar pada saat itu ada warga yg melaporkan kadesnya ke LPB. Namun setelah kami adakan crosscek, ternyata proyek tersebut masih sangat primatur. Sehingga saya tangguhkan untuk menindaklanjuti,” tegas Novan ketua LSM LPB saat dimintai komentar (4/12/2019).

Nah setelah beberapa bulan kemudian lanjut Novan mendengar bahwa ternyata hubungan si pelapor dengan kadesnya kurang harmonis. Sehingga kesimpulannya tidak saya lanjutkan. Karena kami tidak ingin terlibat masalah mereka.

“Untuk itu saya sebagai ketua LPB mohon kepada masyarakat bila ada temuan penyelewengan yang terkait dengan bantuan apa saja di desanya, agar jangan ditunjangi sakit hati atau dendam dengan kadesnya. Karena hal ini dampaknya akan membahayakan Lembaga kami,” harap Novan.

Keterangan foto : bukti percakapan yang beredar di dunia maya facebook.
Keterangan foto : bukti percakapan yang beredar di dunia maya facebook.

Di tempat lain Kepala Desa Kedongkedo’an, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik menanggapi dengan santai terkait adanya tudingan penyelewengan serta tidak transparan pengelolaan dana desa. Bahkan ia pun tidak paham apa yang menjadi dasar laporan warga kami inisial Y.

“Anggaran tahun 2015-2016 yang dituduhkan pada saya yang kurang transparan itu saya merasa bingung. Paslanya saya tidak tahu. Pada anggaran tahun 2015-2016 itu anggaran minim. Sehingga saya harus benar-benar mensiasati anggaran tersebut,” tegasnya. Kalau saya ditudung kongkalikong dengan LSM LPB monggo buktikan,” sambung kades.

Reporter/Penulis : jml
Editor/Publisher : wit