Anggaran Pengerukan Anak Laut di Coret, Warga Geruduk Kantor DPRK

by
IMG-20191204-WA0077

ACEH SINGKIL, BrataPos.com – Seratusan masyarakat yang berasal dari kecamatan singkil utara geruduk kantor DPRK aceh singkil, Rabu ( 04/12/2019) masyarakat melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor DPRK aceh singkil menanggapi anggaran pengerukan anak laut singkil yang di coret dan di batalkan oleh DPRK aceh singkil, massa aksi mendesak DPRK aceh singkil kembali anggarkan untuk pengerukan danau anak laut itu.

Muhammad ishak salah satu koordinator mengatakan, masyarakat singkil utara yang notabene nya sebagai nelayan sangat terpukul dengan pencoretan anggaran pengerukan anak laut senilai 1 milyar itu, DPRK aceh singkil jelas – jelas telah mendzolimi rakyat singkil utara, teriaknya dalam orasi.

DPRK Aceh singkil harus kembali menganggarkan pengerukan anak laut yang telah di coret tersebut, danau anak laut yang merupakan sungai penghubung dan Icon aceh singkil sekarang ini sudah sangat mengkhawatirkan, bahkan telah sekarat, hampir setiap nelayan yang melintasinya selalu mengeluh akibat pendangkalan, DPRK harus peduli keluhan rakyat ini, lanjutnya. Kami memilih anggota DPRK bukan hanya untuk study banding dan bermain proyek, tapi untuk memperjuangkan hak rakyat, singgungnya.

Hermansyah tanjung yang juga merupakan koordinator dalam aksi itu mejelaskan dengan pendangkalan danau anak laut itu sering terjadi tabrakan antara sampan nelayan karena sempitnya jalur yang bisa dilalui, juga mengakibatkan pengurangan pendapatan nelayan, yang biasanya sehari mencapai Rp 100.000 tetapi sekarang bisa 3 – 4 hari baru mendapatkan Rp 100.000 itu, tuturnya kepada media.

Aksi yang sempat saling dorong itu kemudian ditanggapi oleh Anggota DPRK aceh singkil Ramli Boga yang merupakan Anggota DPRK dapil 1 dengan mengatakan, aspirasi tersebut akan di sampaikan kepada pimpinan dan akan mengajak Anggota DPRK dapil 1 untuk mendesak pengerukan anak laut itu akan di anggarkan, jika tidak bisa maka kami akan mengkawal ini di perubahan nanti.

Fachruddin Pardosi menambahkan, ini sudah di kaji sebelumnya kami beranggapan bahwa dana pengerukan senilai 1 milyar itu sangat kecil dan mungkin hanya pengerukan itu bertahan 1 – 2 tahun kemudian akan dangkal lagi, kami sudah sempat mengusulkan waktu itu untuk pengerukan ini di anggarakan 10 – 15 milyar dari dana otsus, dan juga bukan hanya anggaran pengerukan anak laut yang di coret tetapi masih ada beberapa item kegiatan, seperti beberapa pengadaan mobil dinas karena di anggap belum mendesak dan ada yang lebih prioritas, ungkapnya.

Menanggapi itu, massa mengatakan bahwa yang di sampaikan oleh anggota DPRK aceh singkil itu hanya angin surga saja, kami tunggu jawaban pasti untuk satu minggu kedepedan, tutur mereka. Permintaan massa itu di indahkan oleh anggota DPRK Aceh singkil dan berjanji akan mengundang massa untuk berdiskusi minggu depan setelah pimpinan DPRK aceh singkil berada di tempat.

Reporter/Penulis : SM
Editor/Publisher : jml

Facebook Comments