by

Kuasa Hukum Bos ABR, Minta Hadirkan Penggugat Prinsipal Dalam Persidangan

Keterangan foto : kuasa Hukum Bos ABR, saat meninggalkan ruang Persidangan menuju ruang mediasi.

GRESIK, BrataPos.com – Sidang gugatan bos Perumahan ABR Achmad Fathoni (60) (penggugat) menggugat Kejaksaan Negeri Gresik (tergugat) dan turut tergugat Kepala Rumah Tahanan Kelas IIB Banjarsari Cerme Gresik dengan agenda mediasi belum ada titik temu. Sehingga sidang mediasi ditunda pekan depan.

Warga Kedungsekar, Kecamatan Benjeng Gresik itu gugat Kejaksaan sebesar 1,2 Miliar. Bos ABR yang tinggal di Perumahan Ketintang Regency Jl. Royal Ketintang Regency RT.09 RW.06, Kelurahan Karah, Kecamatan Jambangan, Kota Surabaya menggugat Kejaksaan lantaran diduga telah melakukan kesalahan administrasi saat mengeksekusi dirinya pada 12 Juli 2019 lalu.

Sidang sebelumnya dibuka oleh ketua majelis hakim Eddy. Setelah itu dilanjutkan mediasi dengan hakim mediator Herdiyanto Sutantyo.

“Dalam mediasi tadi, kami meminta penggugat prinsipal yaitu Pak Achmad Fathoni dihadirkan dalam persidangan. Namun oleh hakim mediator hanya disepakati agar Pak Fathoni menyampaikan secara tertulis,” kata Edy Purwanto kuasa hukum Achmad Fathoni.

Padahal, saat mediasi, Edy selaku penasehat hukum penggugat sudah menyampaikan kepada hakim, bahwa penggugat prinsipal untuk dihadirkan dalam persidangan. Hal itu diatur dalam peraturan Mahkamah Agung (Perma) RI Nomor 1 Tahun 2016, tentang prosedur mediasi di Pengadilan.

Dalam pasal 6 ayat (1), yang berbunyi, para pihak wajib menghadiri secara langsung pertemuan mediasi dengan atau tanpa didampingi oleh kuasa hukum.

“Kami tawarkan mediasi di rumah tahanan (Rutan) para tergugat tidak mau. Sehingga, pemohon prinsipal diminta menuliskan permintaannya,” imbuhnya.

Reporter/Penulis : jml
Editor/Publisher : wit

REKOMENDASI UNTUK ANDA