Konfrensi Pers, BNN Kota Binjai Paparkan Kinerja 2019

by
PicsArt_12-02-10.01.21

Keterangan foto : kepala BNN Kota Binjai AKBP Suprayogi memberikan keterangan.

BINJAY, BrataPos.com – BNN (Badan Narkotika Nasional) Kota Binjai pada tahun 2019 telah laksanakan program Non DIPA (Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran).

Hal itu dikatakan Kepala BNN Kota Binjai AKBP Suprayogi, dihadapan sejumlah awak media, saat menggelar Konfrensi Pers di kantornya. Senin siang (2/11/2019) Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Limau Mungkur, Kecamatan Binjai Barat.

“Untuk kegiatan P2M (Pengabdian Pada Masyarakat-red) kita sudah melakukan kegiatan Non DIPA sebanyak 124 kali,” bebernya, sembari mengatakan Non DIPA dilakukan setelah ada peningkatan untuk DIPA.

Sedangkan untuk Ranking dalam kegiatan P2M, beber AKBP Suprayogi, BNN Kota Binjai pada tahun ini meraih Ranking ke lll untuk seluruh Indonesia.

“Alhamdulillah, kita masuk Ranking ke lll di seluruh Indonesia,” tegas Perwira Polisi dengan Pangkat 2 Melati di pundaknya ini, seraya menambahkan, ditahun ini.

Pihaknya sudah melakukan Rehabilitasi sebanyak 89 orang dan rawat inap sebanyak 25 orang yang dibiayai oleh BNN Kota Binjai.

Guna mengurangi peredaran Narkoba, ucap Suprayogi, pihaknya juga telah mempunyai nomor “Call Center” yang setiap saat bisa dihubungi.

Tidak hanya itu, mantan Kasubdit II Cybercrime Ditreskrimsus Polda Sumut ini juga menambahkan, hingga hari ini di tahun 2019, Pihaknya juga telah melakukan Tes Urin kepada Calon Pengantin (Catin) di Kota Binjai sebanyak 4.982 orang.

“Atas prestasi itu, besok rencananya BNN Gianyar Bali, akan berkunjung ke Kantor kita. Selain bersilaturahmi, mereka juga akan meadopsi program kita, yaitu Tes Urin bagi Catin,” ungkapnya.

Sebagai Kepala BNN Kota Binjai, AKBP Suprayogi berharap kepada Pemerintah, agar Program Catin itu nantinya dapat disahkan menjadi Undang Undang.

Lebih lanjut dikatakan AKBP Suprayogi, untuk mensukseskan Program yang sudah ada, dirinya terus berharap agar semua Instansi terkait bisa terlibat didalamnya.

“Ya, semua harus terlibat. Bukan hanya BNN, tapi Pemko hingga tingkat Kepling, harus melaporkan data. Data ini lah nanti yang kita kirim ke Pusat,” bebernya.

Disinggung ada berapa penangkapan dalam kasus Tindak Pidana Penyalahgunaan Narkotika pada tahun 2019 ini, Pria berdarah Jawa ini mengatakan jika hingga saat ini Pihaknya sudah menangani 3 kasus.

“Untuk tahun ini DIPA kita cuma 1. Pun begitu Alhamdulillah kita dapat 3,” ujarnya, sembari mengatakan jika Pihaknya sudah melakukan kordinasi dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Instansi terkait, untuk melakukan razia di beberapa tempat Kos yang dianggap rawan penyalahgunaan Narkotika.

Reporter/Penulis : put01
Editor/Publisher : jml

Facebook Comments