by

Tim Cobra Layangkan Surat Ke-2, Kepada Kuasa Hukum Dan Saksi Q-Net Yang Tak Hadir

LUMAJANG, Bratapos.com – Setelah Suprianto (Kepala Dusun) Warga Desa Singgahan Kecamatan Kebonsari Kabupaten Madiun tidak mematuhi panggilan penyidik Tim Cobra Polres Lumajang, terkait sangkaan memberikan keterangan palsu dibawah sumpah, kini penyidik melayangkan panggilan ke-2 untuk hadir hari sabtu ini (23/11) di Polres Lumajang.

Selain Suprianto, penyidik Tim Cobra juga memanggil penasehat Hukum Karyadi (Bos Q-Net) untuk didengar keterangannya terkait fitnah yang diucapkan Suprianto disidang Pra Pradilan kasus Q-Net. Adapun para penasehat Hukum Bos Q-Net yang dipanggil adalah, Budi Wardoyo Warga Desa Sumberejo Kecamatan Geger Kabupaten Madiun, Nurdani Warga Desa Banaran Kecamatan Geger Kabupaten Madiun serta Ida Sri Sugiantari SH Warga Desa Kauman Kecamatan Sine Kabupaten Ngawi.

Dalam pernyataannya, Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH, SIK, MM, MH yang juga merupakan putra daerah asli Makassar tepatnya dari Kota Kalosi-Enrekang pada, Rabu (20/11/2019) mengatakan, “Seperti yang saya katakan sebelumnya, Suprianto yang memberikan kesaksian palsu, pasti tidak berani menghadiri panggilan penyidik tim cobra. selain Suprianto, penyidik juga memanggil kuasa Hukum yang menghadirkan Suprianto, karena mereka telah menghadirkan saksi yang kualitas kesaksiannya diragukan, dimana Kesaksiannya lebih kepada fitnah belaka. Tidak ada nilai kebenarannya sama sekali. Bahkan merekapun tidak mampu membuktikan kebenaran ucapannya. Kami ingin tahu, bagaimana para penasehat hukum bisa menghadirkan saksi Suprianto.

Tentu penyidik akan mengejar ke arah konspirasi jahat yang mungkin saja dilakukan, “tegasnya pria yang menyelesaikan gelar S3 di Universitas Padjajaran Kota Bandung Tahun 2010 tersebut.

“Sampai sekarangpun kami masih heran, bagaimana bisa Berita Acara penggeledahan yang berisi barang-barang yang kami sita ditandatangani oleh para saksi, termasuk kuasa Hukum Karyadi. Tapi setelah sekian bulan mereka sangkal sendiri, dengan alasan tidak membaca isinya.

Sebagai lawyer seharusnya baca setiap dokumen yang terkait dengan clientnya.

Kalau terjadi seperti ini, siapapun pasti berpikir kalau kemungkinan adanya niat konspirasi jahat”,ujar Arsal yang menghabiskan masa kecilnya di kota kalosi – Enrekang, Sulawesi Selatan.

Reporter : Shelor

Editor : Dr

Publisher : Redaks

REKOMENDASI UNTUK ANDA