Hari Jadi Kabupaten Sampang Ke-396, Disporabudpar Lestarikan Pakaian Adat Madura

by
PicsArt_11-21-07.33.30

SAMPANG, BrataPos.com – Pagi yang begitu cerah dan indah di depan lapangan Tenis Indor Sampang tidak biasanya terlihat ramai. Pada hari Jumat kemarin (8/11/2019) dipadati lautan manusia.

Usut punya usut banyaknya manusia itu menggelar jalan-jalan sehat (JJS) melalui Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata (Disporabudpar).

Dalam kegiatan memperingati hari jadi Kabupaten Sampang ke-396 itu cukup unik. Pasalnya para peserta mengenakan pakaian adat Madura. Peserta JJS diikuti seluruh pegawai di lingkungan Pemkab Sampang dan unsur pelajar.

Sebelum diberangkatkan peserta JJS terlebih dahulu melaksanakan senam di Halaman Gor Wijaya Kusuma dengan diiringi lagu Madura yaitu Kembhang Malate Pote dan Wa’ronjengan, yang sudah diaransemen layaknya musik senam.

Dengan menggunakan baju Sakera dan kebaya Marlena tidak menyulitkan pergerakan para peserta JJS. Sebab rute yang digunakan merupakan jarak ringan, yakni kurang dari 5 km.
Begitupun dalam senam yang dilakukan saat di sela-sela kegiatan JJS, gerakannya merupakan gerakan ringan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Sampang, Yuliadi Setiawan mengatakan, bahwa kegiatan ini dalam rangka merayakan hari jadi kota Sampang yang ke-396.

Sementara Plt. Kepala Disporabudpar Sampang Imam Sanusi melalui Kasi Olahraga Rekreasi Disporabudpar Sampang, Dina Andriana mengatakan, momen kegiatan JJS tersebut berkenaan dengan hari jadi Kabupaten Sampang yang ke-396.

“Jadi kegiatan ini dalam rangka memperingati hari jadi Kabupaten Sampang ke-396, dengan melibatkan seluruh OPD di Sampang. Kemudian peserta JJS diwajibkan mengenakan pakaian sakera untuk laki-laki dan pakaian marlena untuk perempuan,” katanya.

Tujuan dari penggunaan pakaian adat Madura dalam kegiatan JJS tersebut, melalui Dina mengatakan bahwa dalam berolahraga juga tidak meninggalkan seni dan budaya.

“Jadi meskipun berkebaya juga bisa melakukan olahraga. Ini olahraga rekreasi, jadi olahraga yang gembira,” ucapnya.

Dina menambahkan bahwa pelaksanaan JJS dengan menggunakan pakaian adat merupakan kegiatan yang baru dilaksanakan dan kemungkinan akan dilaksanakan setiap tahun.

“Tergantung respon dari masyarakat, karena kegiatan ini baru pertama kali dilaksanakan, bisa jadi tahun depan kami laksanakan kembali,” imbuhnya.

Reporter : fara

Editor/Publisher : jml

Facebook Comments