Beroperasi Sejak 1965, Lokalisasi GBL Akhirnya Ditutup

by
Keterangan foto
Wakil Walikota Semarang Ir. Hj. Hevearita Gunaryanti Rahayu dan Bupati Kendal dr. Mirna Annisa MSi (Baju keki).
Keterangan foto Wakil Walikota Semarang Ir. Hj. Hevearita Gunaryanti Rahayu dan Bupati Kendal dr. Mirna Annisa MSi (Baju keki).

KENDAL , Bratapos.com – Lokalisasi Gambilangu atau yang lebih dikenal dengan sebutan GBL atau JBL adalah lokalisasi terbesar di jalur Pantura Jawa, telah ada serta beroperasi sejak tahun 1965.

Berada di perbatasan antara Kabupaten Kendal dan Kota Semarang, tepatnya di Dusun Mlaten Atas Desa Sumberejo Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kendal dan Dusun Rowosari Kelurahan Mangkang Kulon Kecamatan Mangkang Kota Semarang Jawa Tengah, Selasa (19/11/2019), akhirnya resmi ditutup oleh Pemerintah Kabupaten Kendal dan Pemerintah Kota Semarang.

Seremoni penutupan lokalisasi Gambilangu, yang dilakukan di aula terminal bus Mangkang Kota Semarang, diikuti oleh seluruh penghuni lokalisasi sebanyak 226 orang.

Tampak hadir pada acara tersebut, Drs. Waskito Budi Kusumo MSi Sekjen Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial dan Korban Perdagangan Orang Kemensos Republik Indonesia, Wakil Walikota Semarang Ir. Hj. Hevearita Gunaryanti Rahayu, Bupati Kendal dr. Mirna Annisa MSi, Wakil Bupati Kendal Masrur Masykur, Kapolres Kendal AKBP Hamka Mappaita, Dan Denpom Semarang serta pejabat teras terkait dari Pemkab Kendal dan Kota Semarang.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Semarang mengatakan bahwa penutupan lokalisasi Gambilangu sudah dilakukan kajian oleh tim 9 dimana hal tersebut telah sesuai dengan keputusan Kementrian Sosial.
” Setelah penutupan, Pemkot Semarang tetap berkomitmen akan membuat eks lokalisasi menjadi sebuah tempat yang lebih baik dan produktif serta memberi manfaat kepada semuanya “, kata Wakil Walikota.

Sementara itu, Bupati Kendal dr. Mirna Annisa, dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya kepada para penghuni lokalisasi Gambilangu yang dengan penuh keberanian datang di acara penutupan lokalisasi.

Bupati Kendal mengatakan bahwa keberanian dari para penghuni lokalisasi datang pada acara penutupan adalah sebuah indikasi adanya kemauan untuk memperbaiki diri, dari hal yang negatif menuju hal yang positif.

” Kehebatan seseorang bukan diukur dari pangkat ataupun jabatannya, akan tetapi seseorang yang bisa memberikan manfaat bagi sesama yang ada di sekitarnya “, kata Mirna.

Di akhir sambutannya, Bupati Kendal mengharapkan kepada eks penghuni lokalisasi Gambilangu, setelah kembali ke daerah asalnya masing-masing, bisa menata kehidupannya menuju masa depan yang lebih baik.

Diketahui, untuk eks penghuni lokalisasi Mlaten Atas, Pemkab Kendal memberikan bantuan sebesar Rp 6 juta per orang, yang terdiri dari Rp 5 juta untuk belanja modal usaha, Rp 750 ribu untuk jaminan hidup selama sebulan dan Rp 250 ribu sebagai uang transportasi kembali ke daerah masing-masing.

Reporter : Adp

Editor / publisher : zai

Facebook Comments