Sadis..!!, Usai AcaraTahlilan, Kakek Dilumajang Jadi Korban Pembunuhan

by
PicsArt_11-19-05.52.28

LUMAJANG, BrataPos.com – Telah diketahui seorang kakek bernama Mursam (64), Warga Desa Kalidilem, Kecamatan Randuagung, Kabupaten Lumajang tewas dibunuh orang tidak dikenal.

Korban telah ditemukan dengan kondisi mengenaskan ditengah jalan dan mengalami beberapa luka potong bekas senjata tajam dibagian leher dan pundaknya. Senin, (18/11/2019).

Menurut sedikit keterangan dari Warga, tewasnya kakek yang tidak punya tempat tinggal tersebut, disebabkan oleh adanya isu. Telah mana dimasa 4 tahun yang lalu, diketahui korban tinggal di rumahnya H. Ismail. Namun selang beberapa lama, H. Ismail meninggal dunia dan akhirnya pihak keluarga duka mengusir korban keluar dari rumah duka.

Selanjutnya korban sempat tidur digubuk penarikan amal usai mengusiran tersebut, yang kemudian korban dapat tumpangan tempat lagi di rumahnya H. Husen di Desa Kalidilem, namun kurang lebih ada 6 bulan tiba-tiba H. Husen juga meninggal dunia. Setelah 40 harinya dari kematian H. Husen, Korban pun meninggalkan Desa Kalidilem.

Kurang lebih 4 tahun setelah diusir oleh Warga Desa Kalidilem, korban akhirnya kembali lantaran kerabatnya ada yang meninggal, dan seperti biasanya dari pihak keluarga duka melaksanakan do’a tahlilan selama 7 hari.

Sementara itu korban juga ikut tahlilan tersebut, setelah korban selesai tahlilan dirinya memilih cangkru’an (begadang) dengan beberapa Warga sekitar. beberapa saat kemudian korban berpamitan hendak kebelakang kekamar mandi. Namun lama kelamaan para warga teman begadangnya merasa ada yang janggal, pasalnya korban Mursam tak kunjung kembali.

Benar saja, ternyata pada Sabtu 16 November 2019 tepatnya pukul: 22.45 Wib, korban diketemukan sudah tewas dengan luka bekas sebetan senjata tajam dileher dan dipundaknya, korban terkapar di jalan Desa yang tak jauh dari rumah kerabatnya tersebut.

Dan tak lama kemudian Anggota Tim Cobra Polres Lumajang, mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk lakukan penyelidikan dan mengevakuasi jasad korban guna dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Lumajang.

Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban yang juga merupakan putra daerah Makassar di kota Kalosi-Enrekang menyatakan bahwa, korban dibunuh karena diisukan sebagai dukun santet, sebagian besar Warga Desa Kalidilem juga meyakininya, bahwa korban memiliki ilmu hitam. Pasalnya dibeberapa tahun lalu bagi Warga yang meninggal karena korban menginap di rumahnya.

“Namun demikian, seharusnya kita tidak boleh menghakimi orang lain sebagai dukun santet, apalagi tidak ada fakta yang konkret mengatakan bahwa korban adalah dukun santet. Apalagi peradaban sudah sangat maju dan modern. Seharusnya pola pikir Masyarakat juga ikut berkembang dan harus sesuai dengan logika,” katanya.

PicsArt_11-19-05.50.05

Kejadian ini jadi tanggung jawab kami untuk mengungkapnya. Pelakunya akan kami cari guna mempertanggung jawabkan perbuatannya.

“Kita tidak boleh main hakim sendiri apalagi sampai menuduh sebagai dukun santet,” terang pria yang menghabiskan masa kecilnya di kalosi – Enrekang di sulawesi selatan.

Selain itu, Kasat Reskrim Polres Lumajang AKP Hasran Cobra mengatakan, pada saat korban ditemukan ada beberapa luka ditubuh korban. Dari olah TKP yang kami lakukan, ditemukan adanya dua luka yang ada dibagian tubuh korban.

“Dan keduanya luka potong dileher sebelah kiri dan luka potong pada pundak sebelah kiri,” ungkap pria yang juga merupakan Katim Cobra Polres Lumajang tersebut.

Reporter : Shelor

Editor/Publisher : jml

Facebook Comments