Penanganan Kasus Mercury 60 Kg Di Polres Buru Masuk Tahap Dua Dan Merupakan Target Waktu Pemeriksaan Tercepat

by
Kasat Reskrim Polres Buru
Kasat Reskrim Polres Buru

BURU NAMLEA, Bratapos.com – Penangkapan pelaku tindak pidana barang kimia berbahaya tanpa izin berupa air perak (mercuri)di pelabuhan Namlea masuk tahap dua pemerikasaan Senin (18/11).

Dalam penangkapan tersebut pelaku yang membawa  air perak  di dalam sebua tas berisi 10 botol air perak ,di tangkap oleh anggota sabara,dan gabungan anggota reskrim polres buru,pada hari selasa (17/09) kejadian penangkapan sekitar jam 20: 00 WIT di pelabuhan Namlea.

Kata kasat reskrim polres Buru, AKP Uspril W.F.,S.Sos.,MH yang di dampinggi kasubag humas polres buru Ipda Zulkifli membenarkan bahwa di dapatkan juga 2 buah koper yg sudah berada dalam kapal KM Dorolonda, dari pelabuhan Namlea tujuan ambon, tetapi setibahnya di ambon.

Anggota polres Buru hanya menemukan 2 buah tas dari masing masing tas terdapat 25 botol air perak (mercury), jadi jumlah 2 tas ada 50 botol air perak (mercury), denga berat 50 Kg jadi total keseluruhan air perak (Mercury) ada 60 botol yang 10 botol tertangkap di pelabuhan Namlea dan yang 50 botol di atas kapal km dorolonda di pelabuhan ambon dengan jumlah berat keseluruhan 60 Kg.

Anggota  polres Buru hanya mendapatkan dua buah tas yang di titipkan pada 2 orang penumpang yang naik dari pelabuhan bau bau menuju ke pelabuhan Bitung.

Pelaku Kepemilikan Mercury
Pelaku Kepemilikan Mercury

Saksi juga menjelaskan,ciri ciri pelaku kepada pihak polres Buru saat di atas KM dorolonda, dan kami sudah mengantonginya kata kasat reskrim polres Buru, pelaku juga menyampaikan kepada saksi  bahwa tolong dilihat tas Kami sebentar, karena kami akan kembali, ungkap kasat reskrim yang meniru ucapan saksi karena pada saat ditangkap pemilik tas dan barang bukti tidak berada di tempat kejadian.

Lanjut pada saat tersangka kami temui, ia menggaku bahwa dia tidak bekerja sendiri masih ada orang lain yang membantunya. Pelaku yang suda tertangkap hanya seorang diri berjenis kelamin perempuan berinial JA,alias ita,bersama 60 botol merkuri 60 kg dan 5 tas dan 3 koper,dan 2 koper 3 tas sudah kami serahkan di kejaksaan untuk melanjuti pemeriksaan tahap dua.ungkap kasat reskrim.

Kasat reskrim menyampaikan kepada media bratapos saat di konfirmasi di ruanganya pelaku yang belum tertangkap sudah ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO).

Menurut kasat reskrim ini mungkin prestasi yang besar karena selama ini polres pulau Buru telah menggungkap air perak (mercuri) atau bahan kimia berbahaya sebanyak ini, Menurut keterangan pelaku bahan kimia berbaha ini di dapatkan juga dari luar Namlea.

Pihak polres Buru tetap memproses atau mencari pihak pihak yang mendatangkan maupun orang yang membantu memasukan dan mengirimkan barang tersebut, ungkap kasat reskrim.

Barang tersebut dibawa untuk dijual ke bitung dan sulteng, menurut keterangan pelaku ini baru pertama kali ia lakukan.

Dengan adanya ketegasan dari pimpinan dan juga polres Buru sampai saat ini tidak ada aktifitas pertambangan lagi sehingga barang barang ini yang sudah banyak di pulau Buru dibawah keluar dari pulau Buru. Kita tetap menyelidiki orang orang yang masih berhubungan dengan kejadian tersebut.kata kasat reskrim. polres Buru
AKP Uspril W.F.,S.Sos.,MH

Reporter    : Sk

Editor       : Nr

Publisher : Redaksi

Facebook Comments