Cabut Izin Operasi KTV dan PUB Tresya Hotel Yang Melanggar Aturan Kesepakatan

by
IMG-20191119-WA0362

Tanjungbalai , BrataPos.com – Diduga kerap terjadi hal tentang narkotika Lembaga Brantas minta kepada Pemerintah Kota Tanjungbalai untuk mencabut izin KTV dan PUB Tresya Hotel.

Lagi lagi Hotel Tresya ini menjadi trending topik pembicaraan di kalangan masyarakat Tanjungbalai yang mana Hotel ini selalu punya cerita tentang narkotika. Sebagaimana aksi unjuk rasa yang dilakukan Barisan Rakyat Anti Penindasan (Brantas) terkait permasalahan hiburan malam KTV dan Pub di Hotel tresya Tanjungbalai dan permasalahan izin AMDAL di Hotel tresya Tanjung Balai.

Dalam aksi unjuk rasa yang dilakukan Brantas tersebut didasarkan pada tanggal 2 Mei 2019 yang lalu Pemko Tanjungbalai melakukan penutupan penyegelan terhadap kegiatan hiburan malam PUB dan KTV di Hotel tresya Tanjungbalai dikarenakan tidak memiliki izin.

Berdasarkan rilis dari Pemkot Tanjungbalai yang mengatakan hiburan malam di Hotel Theresia yang bertempat di KM 7 Kelurahan Sijambi sejak berdiri dan beroperasi pada tahun 2009 tidak mengantongi dan memiliki izin hiburan malam dan keterangan dari rekomendasi Kapolres Kota Tanjungbalai yang bernomor : B/447/III/Res.4/2019 yang mengatakan tempat tersebut rawan akan peredaran narkoba dan sering dilakukan penangkapan pengguna narkoba.

Namun beberapa bulan kemudian Pemerintah Kota Tanjungbalai menerbitkan kembali izin hiburan malam di Hotel tresya Tanjungbalai dengan poin-poin kesepakatan yang dilakukan oleh pihak pengusaha pemilik Hotel tresya Tanjung Balai.

Dalam aksi unjuk rasa yang dilakukan tersebut pihak aktivis dari lembaga Brantas menyatakan beberapa poin dugaan dan indikasi permasalahan tentang Hotel Tresya yang diduga melanggar aturan antara lain mengenai dugaan dan indikasi pengerusakan Segel yang dilakukan pihak Tresya Hotel.

Penutupan yang dilakukan pihak Pemerintah Kota Tanjungbalai terhadap tempat hiburan malam di Hotel tresya ketika masih dalam pengawasan atau belum diterbitkan izin serta terkait pelanggaran poin-poin kesepakatan dalam hal penerbitan izin hotel yang dilakukan oleh pengusaha atau pemilik Hotel tresya Kota Tanjungbalai antara lain seperti larangan untuk peredaran narkotika di dalam hotel maupun di tempat hiburan malam mengenai jam tutup beroperasinya hiburan malam KTV dan pub ( hari biasa sampai jam 00.00 wib dan malam minggu sampai jam 01.00 wib).

Dalam surat kesepakatan tersebut jika salah satu poin poin yang diterapkan dalam jam-jam tersebut dilanggar oleh pihak pengusaha pemilik Hotel maka pemerintahan Kota Tanjungbalai akan mencabut izin serta menutup hiburan malam yang dimiliki oleh Hotel Tresya.

Sedangkan hasil investigasi dari lembaga Brantas mereka menduga pemilik hotel tresya tersebut melanggar poin-poin kesepakatan diantaranya terkait kegiatan peredaran narkoba di hotel tresya yang dimana beberapa bulan yang lalu terjadi penangkapan para pengguna narkoba di hotel Tresya yang dilakukan oleh pihak Polres Kota Tanjung Balai.

Dari hal tersebut diduga bahwasanya di hotel Tresya terjadi kegiatan peredaran dan penyalahgunaan obat-obat Terlarang.

Ditambahkan lagi keterangan yang di sampaikan Budi Arianto SH menyatakan bahwa ” diduga izin AMDAL dan UKL UPL di hotel tresya tidak dikantongi dan dimiliki serta dugaan tidak dimilikinya Ipal (instalasi pembuangan limbah) hotel tresya yang menyebabkan berkurangnya PAD kota tanjungbalai.”

Dalam Audensi dengan pihak Pemko tanjungbalai yang Di hadiri oleh Sekda Tanjungbalai, Asisten 1, Satpol-PP serta pihak Kepolisian tanjungbalai,Ketua umum Brantas Bung Marthin lase.S.H menyampaikan

“Meminta serta mendesak Walikota Tanjungbalai serta forkopimda untuk melakukan proses hukum yang jelas dan tegas kepada pemilik Hotel tresya Tanjung Balai yang diduga tidak memiliki ijin AMDAL (analisa dampak lingkungan) dan UKL- UPL dan Ipal serta melakukan pelanggaran poin poin komitmen perusahaan dalam penerbitan izin hotel dan dugaan dibuka dipindahkannya serta dirusak segel Pemko Tanjungbalai sebelum diterbitkan izin dari Pemko Tanjungbalai.

Reporter : Irwansyah

Editor / publisher : zai

Facebook Comments