Bagaimana Pengawasan Sekolah Terhadap Siswa Sering Bolos

by
IMG-20191119-WA0367

Aceh singkil – Bratapos.com – Maraknya game online, menjadi candu baru bagi para pelajar di Aceh Singkil, tidak dapat ditapik bagi khalayak, terutama para orang rua yang anaknya sedang menimba ilmu duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA) dalam hal mengetahui permainan game online yang tampak Masiv dilakukan para pelajar, khusus di Aceh singkil sering didapati dibeberapa tempat dan semakin meningkat dari hari kehari, namun tidaklah elok kali ini beberapa Siswa bersantai duduk diwarung dan bermain game online bersama pada saat masih jam belajar Sekolahnya, Selasa (19/11/2019).

Kegiatan yang di lakukan oleh pelajar ini sudah berjalan sejak Setahun Belakangan ini, jelas ini sangat mempengaruhi citra pendidikan di Aceh Singkil. Berdasarkan hal itu Bratapos Sumbagut Biro Aceh Singkil lakukan wawancara Exclusif kepada salah satu pelajar yang sedang asik bermain Bersama temannya, sebut saja Boy (disamarkan), mengaku dirinya bersekolah di SMK N 1 Gunung Meriah, Boy mengaku dirinya lebih baik menghabiskan waktu diluar Bersama teman-temannya dikarenakan Guru mereka tidak masuk mengajar. “guru kami sering tidak masuk bang, jadi ngapain kami disana kalau juga tidak belajar” Ungkap Boy sembari tetap bermain game bersama temannya.

Mendapat informasi dari siswa tersebut, Bratapos langsung menuju ke SMK N 1 Gunung Meriah untuk konfirmasi dan klarifikasi pihak Sekolah dan bertemu Wakil Kepala SMK N 1. “Memang betul banyak guru – guru yang tidak masuk karena mengikuti program pemerintah, ada pelatihan selama 3 bulan terhitung sejak September – November ini dan tidak ada guru pengganti yang di kirim” Kata Wakil SMK N1.

Lanjut Wakil SMK N1. “Kalau dari guru disini tidak ada yang tidak masuk, Semuanya masuk selain guru – guru yang mengikuti sertifikasi tersebut” Tambahnya dan mengatakan, ada juga siswa – siswa SMK N1 yang memang di scors karena sering tidak datang, lalu disurati orang tua dan pihak SMK N1 menunggu orang tua siswa datang untuk menyelesaikan masalah anaknya.

”Game online ini juga merupakan satu masalah, nanti sesekali kami ke warung – warung itu dan memantau anak – anak didik kita itu, ataukah mereka benar siswa kita atau siswa yang memang sudah kami keluarkan, karena ada juga siswa yang mungkin sudah kami keluarkan tetapi tetap memakai atribut sekolah kita. Kalau masalah pengawasan sekolah, boleh dilihat didepan ada satpam yang menjaga. jadi setiap siswa yang mau keluar pagar harus ada surat izin yang kami berikan, kalau tidak ada satpam tidak akan memberinya keluar”. Sambung Wakil Kepala SMK N 1 itu nenerangkan kepada Bratapos.

Menurut pantauan Bratapos dilokasi, diduga keterangan Wakil Kepala SMK N 1 hoak dan tidak dapat dipercaya, pasalnya tidak terlihat sosok penjagaan pintu gerbang seperti yang di sebutkan Wakil Kepala SMK N 1 tersebut.

Reporter : MD.
Editing : HS.
Publis : Jml

Facebook Comments