Ramai Sidak, Benarkah Pemerintah Dan APH Sungguh-Sungguh

by
PicsArt_11-15-08.43.25

SITUBONDO, BrataPos.com – Pasca sidak yang dilakukan Komisi lll Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Situbondo bersama DLH (Dinas Lingkungan Hidup) Pemkab Situbondo Rabu, (30/10/2019) terhadap pabrik pemecah batu PT Aspal Mixing Planr (AMP).

Hal itu, membuat masyarakat apresiasi, karena keluhan mereka ditanggapi dengan baik oleh Dewan dan pejabat pemkab.

Namun ada yang menarik, saat ditemui di ruang kerja Ketua Komisi lll Bashori Shonhaji. Ia enggan kegiatan beberapa minggu yang lalu itu disebut sidak.

“Tidak betul itu mas kegiatan “sidak”. (Kemaren red) itu hanya kunjungan biasa bukan sidak. Kendati sidak, itu kan tidak terjadwal, salah pemberitaan saja nampaknya mas,” ujarnya.

Itu hanya mengoreksi Dewan diwakili komisi lll menindaklanjuti aduan warga rusaknya jalan desa dari Ardirejo ke desa Seliwung menuju arah lokasi pabrik yang ditengarahi banyaknya alat transportasi darat truk yang bertonase besar lalu lalang menuju keluar masuk pabrik. Untuk itu kami ingin memastikan tanggung jawab pengelola PT AMP, sambungnya.

Menanggapi pertanyaan awak media Bratapos.com adanya dugaan ketidaksesuaian kelas jalan dengan kendaraan yang lewat serta tidak terpasangnya rambu-rambu. Bashori berdalih belum ada pengaduan untuk hal tersebut.

“Kalau itu, kami berharap harus sesuai aturan, secara kronologis kita kan tidak tahu coba cari data di desa, karena waktu itu kan tidak ada pengaduannya, kita putuskan tidak bawa frame itu namun kita kan tidak menunggu aduan suatu saat nanti akan kita proses,” ujarnya tegas.

Di tempat terpisah Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan Situbondo Asmadi dihubungi via telfon karena tidak di kantor membenarkan akses jalan ke Kawasan Industri Ardirejo Kecamatan Panji tidak sesuai dengan kendaraan yang lewat yang bertonase besar.

Hendak dikonfirmasi lebih jauh soal rambu tidak terpasang Asmadi mengarahkan awak media Bratapos.com ke bawahannya di kantor Dishub, dikarenakan dirinya menemani istrinya sedang sakit.

Menurut salah satu pejabat di Dishub yang tidak mau disebutkan namanya, menurutnya sambil menggambarkan dengan UULLAJ yang baru no 22 tahun 2009, belok kiri pengendara harus menunggu lampu hijau jika itu dilanggar ya penegak hukum sudah dapat lakukan penindakan walau tidak ada rambu. Sama halnya dengan jalan yang di Ardirejo APH sudah dapat melakukan penindakan walaupun belum terpasang rambu.

Dari pihak menejemen Gede Arya menyampaikan via telefon dengan Bratapos kesanggupannya memperbaiki jalan yang rusak diperkirakan dari depan Pabrik rumput laut hongga pabrik PT AMP.

“Mulai besok akan kita mulai (ikamis-pen) kemarin tidak dapat dilakukan terkendala alat berat kami ada yang rusak dan alat tersebut belinya langsung dari luar, disini tidak ada, ya belum dikerjakannya karena nunggu alat itu tadi mas,” ujarnya.

Terkait rusaknya jalan tepat di depan pabrik rumput laut Arya menengarahi adanya pengaruh pengambilan air yang sangat besar untuk kebutuhan pencucian rumput laut dan pembuangannya tidak dengan drainase yang tepat. Sehingga meluber kejalan.

Sangat disayangkan hendak konfirmasi dengan Kasat Lantas Polres Situbondo. Pihaknya tidak ada di tempat sedang diluar kota.

Menurut petugas jaga Kaur Mintu, sedang Kapolres Awan Hariyono juga diluar kota di Jakarta ada kegiatan dan hari Jum’at baru pulang.

Reporter : Afree
Editor/Publisher : jml

Facebook Comments