Pemkab Probolinggo, Peringati Hari Pahlawan

by
PicsArt_11-12-07.57.33

PROBOLINGGO, BrataPos.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo memperingati Hari Pahlawan dalam upacara bersama di halaman depan Kantor Bupati Probolinggo, Senin (11/11/2019) pagi. Peringatan Hari Pahlawan tahun 2019 ini mengambil tema “Aku Pahlawan Masa Kini”.

Peringatan Hari Pahlawan yang dipimpin oleh Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE ini diikuti oleh seluruh karyawan / karyawati di Pemkab Probolinggo dan PGRI Kabupaten Probolinggo.

Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan Polres Probolinggo, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo H. Soeparwiyono, para staf ahli, asisten dan Kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah) di lingkungan Pemkab Probolinggo

Sebagai pembaca Pembukaan UUD 1945 adalah Aries Setyawan dari BPBD Kabupaten Probolinggo dan pembaca teks Pesan-pesan Pahlawan dari anggota LVRI Kabupaten Probolinggo. Serta iringan Marching Band Gita Wibawa Praja Satpol PP Kabupaten Probolinggo.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Tantri didampingi mewakili Polres Probolinggo, Sekda Kabupaten Probolinggo H. Soeparwiyono dan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Probolinggo Achmad Arif juga menghubungkan asih dengan para anggota LVRI Kabupaten Probolinggo.

Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE saat membacakan sambutan Menteri Sosial RI Juliari P. Batubara mengatakan setiap Hari Pahlawan, kita bahas kembali ke perbincangan tanggal 10 November 1945 di Surabaya sebagai salah satu momen paling bersejarah dalam pertempuran kemerdekaan Indonesia.


“Pada pertempuran ini rakyat bersatu padu, berjuang, pantang berhasil melawan penjajah yang ingin menancapkan kembali kekuasaannya di Indonesia,” katanya.

Bupati Tantri menjelaskan tentang perang yang mengingatkan kita pada kemerdekaan yang kita rasakan saat ini setelah disetujui, namun meminta perjuangan dan pengorbanan yang luar biasa dari para pendahulu negeri.

”Semangat yang membahas tentang para pahlawan dan pejuang ini perlu yang perlu ditumbuhkembangkan di sanubari segenap insan Indonesia,” jelasnya.

Dengan mengingat Hari Pahlawan ini, Bupati Tantri mengharapkan akan lebih banyak memberikan pujian dan pengorbanan para pahlawan, jika disetujui oleh bapak pendiri Bung Karno, yang menyatakan hanya bangsa yang dapat menghasilkan jasa para pahlawannya yang dapat menjadi bangsa yang besar. ”Selain itu, dengan perjuangan Hari Pahlawan kita bangkitkan semangat berinovasi untuk anak-anak bangsa untuk menjadi pahlawan masa kini,” ungkapnya.

Menurut Bupati Tantri, menjadi pahlawan masa kini dapat dilakukan oleh musuh dalam bentuk aksi-aksi nyata yang menantang NKRI, seperti menolong sesama yang menentang musibah, tidak melakukan provokasi yang dapat mengundang ketertiban umum, tidak ada berita hoax, tidak melakukan tindakan anarkis atau membantu orang berbaring dan sebagainya.

”Jika dulu semangat kepahlawanan dikeluarkan melalui pengorbanan tenaga, harta bahkan nyawa. Sekarang, untuk menjadi pahlawan, bukan hanya mereka yang berjuang mengangkat senjata mengusir penjajah, tetapi kita juga bisa dengan cara menorehkan prestasi di berbagai bidang kehidupan, memberikan kemaslahatan untuk masyarakat, membawa harum nama bangsa di mata internasional,” terangnya.

Bupati Tantri menyetujui Peringatan Hari Pahlawan kiranya dapat meningkatkan kesadaran kita untuk lebih menghargai tanah air dan menjaganya hingga akhir hayat. Jangan biarkan keutuhan NKRI yang telah dibangun para pendahulu negeri dengan tetesan darah dan air mata menjadi sia-sia.

”Jangan biarkan tangan-tangan jahil atau pihak yang tidak bertanggung jawab merusak persatuan dan kesatuan bangsa. Mari kita maknai Hari Pahlawan ini dengan wujud nyata, bekerja dan bekerja membangun pijakan menuju Indonesia maju,” tegasnya.

Lebih lanjut Bupati Tantri menerangkan Hari Pahlawan kiranya bukan hanya seremonial semata, tetapi dapat melengkapi berbagai kegiatan yang dapat menyuburkan rasa nasionalisme dan meningkatkan rasa kepedulian untuk semua yang membutuhkan.

”Dengan menjadikan diri kita sebagai pahlawan masa kini, maka pertanyakan melanda bangsa dewasa ini dapat teratasi. Untuk itu marilah kita terus menerus memupuk nilai kepahlawanan agar tumbuh subur dalam hati sanubari segenap insan Indonesia,” pungkasnya.

Reporter: Saiful Mustofa

Editor/Publisher : jml

Facebook Comments