Jaksa dan Inspektorat Nias Barat Diduga Kena Suap

by
nias barat2

NIAS BARAT , Bratapos.com – Sangat luar biasa Kejari Gunung Sitoli Kabupaten Nias Barat, diduga banyak yang tidak selesai, sehingga menimbulkan bermacam asumsi publik, para tokoh masyarakat dan LSM, terkhusus masyarakat yang mencari kepastian hukum atas kasus laporannya di Kepolisian yang dilimpah kepada Kejari Gunung Sitoli sesuai prosedur peraturan perundangan.

Mengungkap kasus aduan masyarakat kepolisi yang telah dilimpahkan Kejari Gunung Sitoli dengan nomor LP/13/IV/2018/Ns-Rombu, tertanggal 13 april 2018, atas nama pelapor Monotisme Gulo alias Ina Johan. Sprindik nomor SP-Sidik/04/IV/2018/Reskrim tanggal 13 April 2018 dan Surat Pemberitahuan Penetapan Tersangkan nomor K/12/IX/2018/Reskrim. Memuat dugaan pemalsuan sebagaimana termaktub dalam pasal 263 ayat 1 KUHP.

Pihak Penyidik Polri Sektor Rombu telah menetapkan tersangka atas nama Nerius Murahawa Alias Ama Norman (NM_red) pekerjaan ASN umur 40 tahun. Disinyalir Tersangka melakukan tindak pidana memalsukan tanda tangan dan legalisir kepala Sekolah Dasar di Pulau Hinako Kecamatan Rombu (Monotisme Gulo), guna meningkatkan golongan ASN-nya, hal itu diduga dilakukan saat dirinya sebagai tenaga pengajar di Sekolah Dasar di Pulau Hinako pada tahun 2017.

Dijelaskan Monotisme Gulo “sayamelaporkan NM kepada kepolisian, agar ditindaklanjuti secara hukum dan ketentuan yang berlaku, dia juga melaporkan kepada Bupati Nias Barat melalui Inspektorat dan Badan Kepagawaian Daerah (BKD). Harapannya agar di audit ulang kenaikan golongan ASN inisial NM tersebut, namun di duga BKD Nias Barat tidak peduli dan tetap Keluarkan Surat kenaikan golongan ASN atas nama NM”.

Pihak Kepolisian Resor Nias Barat melalui penyidik Polsek Rombu telah mengeluarkan dan mengirim surat yang isinya penyidik tersebut menyebutkan inisial NM telah berstatus “tersangka” dugaan pemalsuan tanda tangannya dan Legalisir Kepala Sekolah Dasar Pulau Hinako Kecamatan Rombu, sesuai dimaksud dalam pasal 263 ayat 1 KUHP tentang pemalsuan, tertanggal 24 september 2018 kepada Kajari Gunung Sitoli dan ke BKD Nias Barat”. lanjut Monotisme Gulo.

Mengetahui hal tersebut, Bratapos Biro Nias Barat melakukan konfirmasi langsung kepada ASN inisial NM yang berstatus “tersangka” itu. Namun NM mengatakan bahwa “saya sudah hancur untuk menutupi kasus ini, pada hal kasus ini sudah lama”. Ucap NM pinta Bratapos Biro Nias Barat tidak perlu mengungkapnya kembali. “saya sudah bayar pihak Inspektorat dan Jaksa…” bisiknya berlahan tampa mau menyebutkan siapa-siapa oknum jaksa dan Inspektorat yang dimaksud.

Pihak Pemkab Nias Barat melalui Sekretaris Daerah Fakhili Gulo, saat dikonfirmasi diruangan kerjanya, mengatakan akan segera menindak lanjuti kasus kenaikan golongan ASN ditubuh Pemkab Nias Barat inisial NM tersebut. “akan kita tindak lanjuti segera” Ucap Sekda Fakhili Gulo singkat.

Pada lanjutkan konfirmasi, jumat (1/11/2019), pihak Kejari Gunung Sitoli melalui piket Kantor Kejari menerangkan seluruh Jaksa atau Pejabat dikantor Kejari Nias Barat tidak berada ditempat. “tidak ada jaksa sama sekali pak, tidak ada yang bisa ditemui, semua jaksa sedang tugas keluar kota”. Kata piket penjaga Kantor Kejari Gunung Sitoli.

Reporter : Sbr

Editor / publisher : zai

Facebook Comments