Diduga Tidak Sesui Spek,Pelabuhan Laut Batutua Telah Jebol Karena Di Cor menggunakan Kayu Balok

by
IMG-20191112-WA0401

Rote Ndao , Bratapos.com – Banyak Proyek Pembangunan Dermaga Batutua yang ditengarai menelan anggaran ratusan miliar rupiah diduga dikerjakan tidak sesui spek dan terkesan asal jadi.

Fasilitas pelabuhan yang terdiri dari terminal dan Dermaga yang di bangun di wilayah kecamatan Rote Barat Daya,Desa Batutua (sekarang Desa Sakubatun)Kabupaten Rote Ndao,Provinsi-NTT yang diduga dikerjakan tidak sesui spesifikasi tersebut sekarang ini telah mengalami kerusakan berat yang dikawatirkan berakibat pada terputusnya Dermaga tersebut.Hal ini Diungkapkan oleh Anselmus Langga warga Desa Sakubatun kepada media ini di kediamannya senin (11/11/2019)pukul 15:03 Wita.

Dikatakan Anselmus,sebagai warga Masyarakat Kabupaten Rote Ndao sangat berterimakasih atas pembangunan fasilitas pelabuhan (faspel )yang sudah dibangun tersebut, namun sesui pengamatannya selama pekerjaan tersebut berlangsung dari Tahun 2013 sampai 2019,yang sumbernya dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara(APBN)melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut tersebut sekarang ini Mengalami kerusakan berat.Kerusakan yang paling parah lanjut anselmus,yaitu berada pada bagian timur sisi dermaga yang sudah bolong karena digerus arus dan gelombang laut.

Anselmus menambahkan,sebagai masyarakat penerima asas manfaat langsung dari Dermaga tersebut dirinya sangat menyesal dengan anggaran yang cukup besar namun hasil pekerjaan tidak sesui dengan yang diharapkan.
“Ternyata pembangunan ini dikerjakan tidak becus, sehingga mutu pembangunan sangat diragukan,contoh pembangunan terminal di sisi bagian timur dari pelabuhan sepanjang 50 meter sudah lubang Besar dan dikawatirkan kedepan dermaga tersebut akan terputus,”ungkapnya bernada kesal
Masi menurut Anselmus Langga yang adalah mantan kepala Desa Batutua tersebut mengatakan,dirinya sudah pernah menanyakan hal tersebut, terutama mengenai jalan utama masuk pelabuhan yang menurut pengetahuannya jalan tersebut ukurannya 12 meter namun di buatkan cuma 6 meter.

“Saya tidak puas dan saya tanyakan hal tersebut ke pak Leonard Ndolu sebagai Penjabat Pembuat Komitmen waktu itu,namun Pak Leo bilang Dia sendiri yang merubah dan mengurangi folume ukuran jalan masuk dermaga tersebut dengan alasan ada sedikit bukit dan dikawatirkan anggaran tidak mencukupi,”ungkapnya

Hal serupa juga diungkapkan oleh Julius Ndun warga Desa Sakubatun, Ia mengatakan bahwa sepengetahuan dirinya bahwa tembok penahan ombak dermaga tersebut juga sudah rusak yaitu sudah lubang maka ketika saat musim angin timur gelombangnya besar maka Dermaga tersebut bisa terputus dan roboh. Menurutnya kemungkinan material yang digunakan tidak sesui spesifikasi yang ada dalam RAB.

“Saya kawatirkan apabila musim angin timur nanti bisa jebol dan Dermaga bisa putus dan roboh karna tergerus arus dan gelombang laut,karena sekarang saja kita bisa lihat sudah ada lubang-lubang yang besar disisi bagian timur dermaga”imbuhnya

Harapanya kalau kemudian mungkin ada lagi proyek seperti ini ditempat lain,pengawasannya diperketat, jangan hanya dibiarkan kemudian akibatnya mudah mengalami kerusakan.

Reporter : Dance Henukh

Editor/ publisher : zai

Facebook Comments