Gugat Tim Cobra Rp 100 Milyard, Usai Sidang Pra Peradilan Penasehat Hukum Q-net Enggan Diwawancarai

by
PicsArt_11-11-08.14.01

LUMAJANG, BrataPos.com – Tepatnya Kamis 07 November 2019, di ruang Gedung Garuda Pengadilan Negeri Lumajang, sang hakim telah memutuskan dengan resmi mengetukan palunya atas sidang gugatan pra peradilan yang dilayangkan oleh Penasehat Hukum Direksi PT Amoeba Internasional kepada Tim Cobra Polres Lumajang Jawa Timur. Minggu, (10/11/2019).

Adanya sidang pra peradilan tersebut ada dua tahapan, untuk sidang putusan yang pertama di Hari Rabu, 06 November 2019. pukul:14.00 Wib – 15.00 Wib (tentang pra peradilan untuk kuasa Niswatul dkk).

Dan sidang pra pradilan kedua pukul:16.30 Wib. sampai dengan, pukul:17.15 Wib, (tentang pra pradilan dari kuasa yang diberikan Karyadi dkk).

Hakim telah memberikan keputusan yang sangat memuaskan, dimana ketukan palu tersebut sudah menandakan bahwa Tim Cobra telah lolos dari gugatan. Dan seperti prediksi dari awal, bahwa permohonan dari penggugat akan ditolak oleh Hakim.

Ada 2 gugatan Pra peradilan yang diajukan oleh pemohon, yaitu terkait penyitaan dan penggeledahan kepada NIswatul dkk serta Pra peradilan terkait penetapan tersangka Karyadi dkk oleh Tim Cobra Polres Lumajang.

Dalam kedua gugatan Pra peradilan tersebut, terdapat 13 point pokok yang dituntutkan pemohon yang diajukan kepada Hakim, namun Hakim menolak semua gugatan yang ditujukan kepada Tim Cobra Polres Lumajang.

Hal itu menyimpulkan bahwa, Tim Cobra Polres Lumajang yang memenangkan sidang pra peradilan tersebut . Tim Cobra Polres Lumajang telah terbukti mentaati setiap SOP saat menjalankan penyidikan yang dilakukan terhadap kasus money games “White Collar Crime” yang menyeret adanya 3 perusahaan yakni, PT Amoeba International, PT QN International Indonesia dan PT Wira Muda Mandiri.

Dalam pernyataannya, Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban yang merupakan putra daerah asli Makassar, tepatnya dari kota Kalosi Enrekang merasa sangat bersyukur dengan putusan Hakim yang tidak mengabulkan permohonan dari penggugat.

PicsArt_11-11-08.13.13

“Saya sangat bersyukur sekali setelah Hakim mengetok palu yang mengartikan bahwa tidak mengabulkan gugatan dari pemohon. Kemenangan ini bukan hanya milik Tim Cobra Polres Lumajang saja, tapi juga untuk keadilan bagi seluruh Rakyat Indonesia” tegas pria yang menyelesaikan gelar S3 di Universitas Padjajaran Kota Bandung Tahun 2010 tersebut.

Selain itu, saat para awak media berusaha mewawancarai Ida Sri Sugiantari kuasa hukum dari penggugat, sempat mengalami kesulitan. Bahkan tidak ada kesempatan Karena begitu selesai acara persidangan pihaknya langsung meninggalkan ruangan tanpa mau diwawancarai dan enggan mengucapkan sepatah kata apapun, lalu ia beranjak pergi masuk kedalam mobil dan meninggalkan gedung Pengadilan Negeri Lumajang,” Pungkasnya.

Reporter : Shelor

Editor/Publisher : jml

Facebook Comments