Mangaku Polisi 3 Debt Colektor Diringkus Aparat Hukum

by
IMG_20191109_111808

SALATIGA, Bratapos.com – ada saja ulah tukang tarik kendaraaan dari lesing, Debt Colector (DC) yang keseharianya membuat resah masyarakat.

Ulah nyadar hari ke hari kian nekat, bahkan dalam akalnya tak segan segan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan uang atau Unit yang dia targetkan, dengan memaksa konsumen atau yang jadi korbanya. bahkan dari aksinya ada juga yang mengaku menjadi seorang Polisi.

Dan hal itu terjadi di Salatiga,Grub Debt Colektor terdiri dari 3 orang mengaku sebagai anggota polisi,Polres Salatiga.

Danuntuk mempertanggung jawabkan aksinya,akhirnya ke 3 orang DC itu diringkus oleh Polisi.informasi yang dihimpun oleh Tim Media Bratapos, bahwa 28/08/2019,sekitar pukul 01.30 Wib,ketiga DC menghadang truck Isuzu warna putih yang sedang dikemudikan korban.oleh Ulil Aibab.

Salah satu warga dari Kedungmundu Tembalang,Semarang.Hal tersebut dilkukannya di Daerah Cebongan,Argomulyo,Salatiga,Jawa Tengah.

Saat penghadangan tersebut pelaku menunjukan sùrat berita acara penyerahan kendaraan,yang dijaminkan hutang yang dikeluarkan PT. Àrthaasia Finance,bersamaan dengan itu anehnya lagi mereka mengaku sebagai anggota Polisi.Tentu saja dengan mengaku seperti itu korban menjadi ketakutan.

Para pelaku kemudian mengambil kunci BB tersebut kemudian merampas Hp milik Ulil Albab.Dengan kejadian tersebut korban melapor ke Mapolres Salatiga Jawa Tengah karena telah dirampok.

“AKBP Gatot Hendro Hartono,selaku Kapolres Salatiga mengatakan bahwa ke tiga orang DC tersebut mengaku sebagai oknum polisi sepuya bisa menakut nakuti pemilik truk tersebut yang sedang kredit dengan lesing supaya bisa merampas unitnya.Dikarenakan menunggak kreditnya,selama 7 bulan maka ketigà DC tersèbut mengaku polisi biar mudah merampas Unitnya.

“Masih menurutnya KL orang Sayung Demak,Tz warga Genuk,Kota Semarang,dan BP warga Mranggen, Demak, mereka benar anggota Debt Colector tapi kenapa mengaku anggota Polisi. jelas merusak citra kepolisian.”Pungkasnya.Repoorter Win/ArfMangaku Polisi 3 Debt Colektor Diringkus Aparat Hukum Salatiga Bratapos.com, Ada ada saja ulah tukang tarik kendaraaan dari lesing, Debt Colector (DC) yang keseharianya membuat resah masyarakat. Ulahnya dar hari ke hari kian nekat, bahkan dalam akalnya tak segan segan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan uang atau Unit yang dia targetkan,dengan memaksa konsumen atau yang jadi korbanya.bahkan dari aksinya ada juga yang mengaku menjadi seorang Polisi.

Dan hal itu terjadi di Salatiga,Grub Debt Colektor terdiri dari 3 orang mengaku sebagai anggota polisi,Polres Salatiga.

Danuntuk mempertanggung jawabkan aksinya,akhirnya ke 3 orang DC itu diringkus oleh Polisi.informasi yang dihimpun oleh Tim Media Bratapos,bahwa 28/08/2019,sekitar pukul 01.30 Wib,ketiga DC menghadang truck Isuzu warna putih yang sedang dikemudikan korban.oleh Ulil Aibab.Salah satu warga dari Kedungmundu Tembalang,Semarang.Hal tersebut dilkukannya di Daerah Cebongan,Argomulyo,Salatiga,Jawa Tengah.Saat penghadangan tersebut pelaku menunjukan sùrat berita acara penyerahan kendaraan,yang dijaminkan hutang yang dikeluarkan PT. Àrthaasia Finance,bersamaan dengan itu anehnya lagi mereka mengaku sebagai anggota Polisi.Tentu saja dengan mengaku seperti itu korban menjadi ketakutan.

Para pelaku kemudian mengambil kunci BB tersebut kemudian merampas Hp milik Ulil Albab.

Dengan kejadian tersebut korban melapor ke Mapolres Salatiga Jawa Tengah karena telah dirampok. “AKBP Gatot Hendro Hartono,selaku Kapolres Salatiga mengatakan bahwa ke tiga orang DC tersebut mengaku sebagai oknum polisi sepuya bisa menakut nakuti pemilik truk tersebut yang sedang kredit dengan lesing supaya bisa merampas unitnya.

Dikarenakan menunggak kreditnya, selama 7 bulan maka ketigà DC tersèbut mengaku polisi biar mudah meramoas Unitnya. “Masih menurutnya KL orang Sayung Demak,Tz warga Genuk,Kota Semarang,dan BP warga Mranggen,Demak.mereka benar anggota Debt Colector tapi kenapa mengaku anggota Polisi.jelas merusak citra kepolisian.”Pungkasnya.

Reporter : Win/Arf

Editor : Dr

Publisher : Redaksi

Facebook Comments