Gara-Gara Beda Dukungan Pilkades, Samin Warga Desa Durbuk Pamekasan Aniaya Tuju Pakai Sabit

by
IMG-20191023-WA0330

Pamekasan, Bratapos.com – Terjadi Peristiwa tindak pidana penganiayaan tadi siang sekutar jam 11:45 WIB di wilayah hukum Polsek Pademawu Pamekasan, Rabu (23/10/2019), Madura, Jawa Timur.

Peristiwa tindak pidana penganiayaan itu, dilakukan oleh Moh Sanin kepada Tuju atau Pak Milah, Dusun Selatan, Desa Durbuk, Kecamatan Pademawu Pamekasan dengan menggunakan sebuah celurit kecil.

“Kami membenarkan peristiwa itu terjadi di wilayah hukum Polsek Pademawu, keduanya terlibat cekcok karena beda pilihan Dukungan Pilkades hingga terjadi tindak pidana penganiaan terhadap korban yang saat ini lanhsung dirujuk ke RSD Pamekasan, sementara Tersangka kami amankan di Mapolsek Pademawu,” Jelas Iptu Suryono, Kapolsek Pademawu, Rabu (23/10/2019).

Awal mula kejadian itu berlangsung ketika Moh. Sanin mendatangi rumah Tuju atau Pak Milah untuk menanyakan tentang dirinya yang dikabarin oleh Pak Tahe bahwa surat suaranya telah dibeli sebesar Rp. 1 juta sebanyak 4 orang ( 4 juta ) oleh team dari kades terpilih MOH. BAIDAWI. Sentara Moh. Sanin, tidak merasa menjual surat suaranya tersebut.

Kesal karena kabar tersebut, Sanin dan pak Milah akhirnya saling adu mulut. Cekcok mulut itu, telah membuat Tuju atau Pak Milah mau memukul Moh. Sanin, hingga secara spontanitas Moh Sanin langsung mengayunkan / menyabetkan clurit kecil yang di bawanya kepada Pak Milah sehingga sabetan itu mengenai punggung belakang sebelah kirinya.

Aksi kesianya tererai, setelah itu istri moh sanin sdri Rofiah dan mertua perempuan ibu Samsiah lari menghampiri sdr Moh. Sanin untuk mendekap dan membawa sdr Moh. Sanin kembali kerumahnya. Sedangkan Pak Milah yang menjadi korban sabetan celurit , langsung di bawa ke RSUD Pamekasan.

Untuk kepentingan lebih lanjut, tersangka langsung diamankan ke Mapolsek Pademawu. Sementara korban, langsung di rujuk ke RSUD Pamekasan untuk mendapatkan perawatan intensif dari tenaga medis.pungkasya.

Reporter : Anton

Editor / publisher : zai

Facebook Comments